alexametrics
30.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Mantan kades Grati Ditetapkan Tersangka

Terkait TKD, Pengacara Berharap Semua Kades Diperiksa

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dugaan penyalahgunaan tanah kas desa (TKD) yang menyeret Ismantoro mantan Kepala Desa Grati Kecamatan Sumbersuko naik satu strip. Ismantoro ditetapkan sebagai tersangka. Tersangka dinilai terbukti menyalahi prosedur pengelolaan.

Kasi Informasi dan Telekomunikasi (Intel) Kejaksaan Negeri Lumajang, Ferdy Siswandana membenarkan adanya kenaikan status itu. “Iya sudah naik statusnya menjadi tersangka, berkasnya baru saya terima hari ini (kemarin.red),” ungkapnya.

Menurutnya, dengan adanya alat bukti yang kuat berupa dokumen-dokumen dan beberapa saksi serta saksi ahli menguatkan penetapan tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Lumajang, Lilik Dwy Prasetya menyatakan, proses hukum yang bersangkutan sedang masuk ke dalam ranah penyidikan. Sekarang pihaknya juga berusaha untuk melengkapai berkas perkaranya. “Kita menetapkan tersangka bukan karena faktor apa, tetapi sesuai dengan aturan KUHAP yang menyebutkan minimal 2 alat bukti, sedangkan alat buktinya berpotensi lebih,” ungkapnya.

Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Lumajang, Suhanto ikut angkat bicara terkait kasus yang menimpa rekan sesama kepala desa. Pihaknya sudah berusaha sebaik mungkin untuk memediasi kedua belah pihak. Namun, Ismantoro selalu berkelit dan tidak mau membahas. “Sudah sering saya panggil, namun alasannya banyak dan tidak datang,” ucapnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dugaan penyalahgunaan tanah kas desa (TKD) yang menyeret Ismantoro mantan Kepala Desa Grati Kecamatan Sumbersuko naik satu strip. Ismantoro ditetapkan sebagai tersangka. Tersangka dinilai terbukti menyalahi prosedur pengelolaan.

Kasi Informasi dan Telekomunikasi (Intel) Kejaksaan Negeri Lumajang, Ferdy Siswandana membenarkan adanya kenaikan status itu. “Iya sudah naik statusnya menjadi tersangka, berkasnya baru saya terima hari ini (kemarin.red),” ungkapnya.

Menurutnya, dengan adanya alat bukti yang kuat berupa dokumen-dokumen dan beberapa saksi serta saksi ahli menguatkan penetapan tersebut.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Lumajang, Lilik Dwy Prasetya menyatakan, proses hukum yang bersangkutan sedang masuk ke dalam ranah penyidikan. Sekarang pihaknya juga berusaha untuk melengkapai berkas perkaranya. “Kita menetapkan tersangka bukan karena faktor apa, tetapi sesuai dengan aturan KUHAP yang menyebutkan minimal 2 alat bukti, sedangkan alat buktinya berpotensi lebih,” ungkapnya.

Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Lumajang, Suhanto ikut angkat bicara terkait kasus yang menimpa rekan sesama kepala desa. Pihaknya sudah berusaha sebaik mungkin untuk memediasi kedua belah pihak. Namun, Ismantoro selalu berkelit dan tidak mau membahas. “Sudah sering saya panggil, namun alasannya banyak dan tidak datang,” ucapnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dugaan penyalahgunaan tanah kas desa (TKD) yang menyeret Ismantoro mantan Kepala Desa Grati Kecamatan Sumbersuko naik satu strip. Ismantoro ditetapkan sebagai tersangka. Tersangka dinilai terbukti menyalahi prosedur pengelolaan.

Kasi Informasi dan Telekomunikasi (Intel) Kejaksaan Negeri Lumajang, Ferdy Siswandana membenarkan adanya kenaikan status itu. “Iya sudah naik statusnya menjadi tersangka, berkasnya baru saya terima hari ini (kemarin.red),” ungkapnya.

Menurutnya, dengan adanya alat bukti yang kuat berupa dokumen-dokumen dan beberapa saksi serta saksi ahli menguatkan penetapan tersebut.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Lumajang, Lilik Dwy Prasetya menyatakan, proses hukum yang bersangkutan sedang masuk ke dalam ranah penyidikan. Sekarang pihaknya juga berusaha untuk melengkapai berkas perkaranya. “Kita menetapkan tersangka bukan karena faktor apa, tetapi sesuai dengan aturan KUHAP yang menyebutkan minimal 2 alat bukti, sedangkan alat buktinya berpotensi lebih,” ungkapnya.

Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Lumajang, Suhanto ikut angkat bicara terkait kasus yang menimpa rekan sesama kepala desa. Pihaknya sudah berusaha sebaik mungkin untuk memediasi kedua belah pihak. Namun, Ismantoro selalu berkelit dan tidak mau membahas. “Sudah sering saya panggil, namun alasannya banyak dan tidak datang,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/