alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Tatap Muka Belum Dipersiapkan

Pembelajaran Sinau Bareng Masih Ditawarkan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang belum berencana memperbolehkan seluruh siswa mengikuti pembelajaran tatap muka awal Januari 2021. Sebab, Kabupaten Lumajang masih berada di zona rawan penyebaran virus korona.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang Drs Agus Salim mengatakan, aturan ini diberlakukan karena kasus Covid-19 di Lumajang masih mengkhawatirkan. “Pak Menteri memang memperbolehkan belajar tatap muka. Tapi ingat, ini tidak diwajibkan,” ucapnya.

Menurutnya, Pemkab Lumajang masih menawarkan tiga pilihan cara pengajaran. Yakni belajar daring, Guru Sambang, dan Sinau Bareng. Pembelajaran itu dilakukan secara online dengan mengandalkan jaringan internet. Namun tetap, pembelajaran tersebut ada kekurangan karena para murid yang ternyata mulai jenuh.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang belum berencana memperbolehkan seluruh siswa mengikuti pembelajaran tatap muka awal Januari 2021. Sebab, Kabupaten Lumajang masih berada di zona rawan penyebaran virus korona.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang Drs Agus Salim mengatakan, aturan ini diberlakukan karena kasus Covid-19 di Lumajang masih mengkhawatirkan. “Pak Menteri memang memperbolehkan belajar tatap muka. Tapi ingat, ini tidak diwajibkan,” ucapnya.

Menurutnya, Pemkab Lumajang masih menawarkan tiga pilihan cara pengajaran. Yakni belajar daring, Guru Sambang, dan Sinau Bareng. Pembelajaran itu dilakukan secara online dengan mengandalkan jaringan internet. Namun tetap, pembelajaran tersebut ada kekurangan karena para murid yang ternyata mulai jenuh.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang belum berencana memperbolehkan seluruh siswa mengikuti pembelajaran tatap muka awal Januari 2021. Sebab, Kabupaten Lumajang masih berada di zona rawan penyebaran virus korona.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang Drs Agus Salim mengatakan, aturan ini diberlakukan karena kasus Covid-19 di Lumajang masih mengkhawatirkan. “Pak Menteri memang memperbolehkan belajar tatap muka. Tapi ingat, ini tidak diwajibkan,” ucapnya.

Menurutnya, Pemkab Lumajang masih menawarkan tiga pilihan cara pengajaran. Yakni belajar daring, Guru Sambang, dan Sinau Bareng. Pembelajaran itu dilakukan secara online dengan mengandalkan jaringan internet. Namun tetap, pembelajaran tersebut ada kekurangan karena para murid yang ternyata mulai jenuh.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/