23.9 C
Jember
Friday, 3 February 2023

Simulasikan Mitigasi Bencana ke Siswa

Mobile_AP_Rectangle 1

“Misi mitigasi bencana harus tetap ada. Karena banyak ancaman yang terjadi dalam hitungan detik. Misalnya gempa bumi. Sehingga saat terjadi gempa, mereka bisa tahu cara menyelamatkan diri,” katanya.

Simulasi itu pun dipraktikkan para siswa. Mulanya mereka berada di dalam ruangan kelas. Selanjutnya, saat disimulasikan terjadi gempa, mereka menyelamatkan diri. Baik melindungi kepala, berlindung di kolong meja, menghindari kaca dan bangunan tinggi, hingga berlari ke arah tanah lapang.

Tidak hanya itu, siswa juga dibekali pemahaman penanganan medis darurat pascabencana. Terutama bagi siswa yang tergabung dalam Pramuka maupun PMR. Seperti memberikan pertolongan pertama, menandu ke tempat aman, hingga melakukan perawatan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kustari menjelaskan, gempa bumi tersebut biasanya hanya dalam hitungan detik. Namun, dampak yang ditimbulkan cukup besar. Seperti gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Senin (21/11) lalu. Apalagi gempa cukup besar juga sempat dirasakan warga Lumajang pada tahun 2021 lalu.

Pihaknya berharap simulasi tersebut dapat memberikan penguatan wawasan bagi siswa. Sehingga sekolah aman dari bencana. “Termasuk meminimalisasi korban ketika terjadi bencana,” harapnya. (kin/c2/fid)

- Advertisement -

“Misi mitigasi bencana harus tetap ada. Karena banyak ancaman yang terjadi dalam hitungan detik. Misalnya gempa bumi. Sehingga saat terjadi gempa, mereka bisa tahu cara menyelamatkan diri,” katanya.

Simulasi itu pun dipraktikkan para siswa. Mulanya mereka berada di dalam ruangan kelas. Selanjutnya, saat disimulasikan terjadi gempa, mereka menyelamatkan diri. Baik melindungi kepala, berlindung di kolong meja, menghindari kaca dan bangunan tinggi, hingga berlari ke arah tanah lapang.

Tidak hanya itu, siswa juga dibekali pemahaman penanganan medis darurat pascabencana. Terutama bagi siswa yang tergabung dalam Pramuka maupun PMR. Seperti memberikan pertolongan pertama, menandu ke tempat aman, hingga melakukan perawatan.

Kustari menjelaskan, gempa bumi tersebut biasanya hanya dalam hitungan detik. Namun, dampak yang ditimbulkan cukup besar. Seperti gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Senin (21/11) lalu. Apalagi gempa cukup besar juga sempat dirasakan warga Lumajang pada tahun 2021 lalu.

Pihaknya berharap simulasi tersebut dapat memberikan penguatan wawasan bagi siswa. Sehingga sekolah aman dari bencana. “Termasuk meminimalisasi korban ketika terjadi bencana,” harapnya. (kin/c2/fid)

“Misi mitigasi bencana harus tetap ada. Karena banyak ancaman yang terjadi dalam hitungan detik. Misalnya gempa bumi. Sehingga saat terjadi gempa, mereka bisa tahu cara menyelamatkan diri,” katanya.

Simulasi itu pun dipraktikkan para siswa. Mulanya mereka berada di dalam ruangan kelas. Selanjutnya, saat disimulasikan terjadi gempa, mereka menyelamatkan diri. Baik melindungi kepala, berlindung di kolong meja, menghindari kaca dan bangunan tinggi, hingga berlari ke arah tanah lapang.

Tidak hanya itu, siswa juga dibekali pemahaman penanganan medis darurat pascabencana. Terutama bagi siswa yang tergabung dalam Pramuka maupun PMR. Seperti memberikan pertolongan pertama, menandu ke tempat aman, hingga melakukan perawatan.

Kustari menjelaskan, gempa bumi tersebut biasanya hanya dalam hitungan detik. Namun, dampak yang ditimbulkan cukup besar. Seperti gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Senin (21/11) lalu. Apalagi gempa cukup besar juga sempat dirasakan warga Lumajang pada tahun 2021 lalu.

Pihaknya berharap simulasi tersebut dapat memberikan penguatan wawasan bagi siswa. Sehingga sekolah aman dari bencana. “Termasuk meminimalisasi korban ketika terjadi bencana,” harapnya. (kin/c2/fid)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca