30.2 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Sering Hujan, Omzet PKL Merosot

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, Radar Semeru – Intensitas hujan yang tinggi beberapa minggu ini tidak hanya mengakibatkan bencana alam di Lumajang. PKL juga terkena imbasnya. Omzet mereka merosot selama musim hujan disertai angin kencang. Tak jarang membuat mereka merasa ketakutan dan memikirkan keselamatannya. Serta harus rela tutup lebih awal.

BACA JUGA: Sempat Pesimistis, Hasilnya Mengejutkan

Biasanya mereka bisa mendapatkan omzet sekitar Rp 500 ribu per hari. Itu didapat dari penjualan sosis sejak pagi hingga malam hari. Kini hanya mendapat setengahnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Seperti yang dialami Ahmad Rizal, pedagang asli Lumajang. Dia hanya bisa meratapi nasibnya dengan meraup keuntungan sedikit. Apalagi dengan uang yang didapat itu dia harus memutar untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan modal penjualan.

“Gara-gara hujan pendapatannya menurun. Biasanya buka sampai malam. Beberapa minggu ini cuma sampai sore hari. Kadang yang beli juga sedikit,” ucapnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, Radar Semeru – Intensitas hujan yang tinggi beberapa minggu ini tidak hanya mengakibatkan bencana alam di Lumajang. PKL juga terkena imbasnya. Omzet mereka merosot selama musim hujan disertai angin kencang. Tak jarang membuat mereka merasa ketakutan dan memikirkan keselamatannya. Serta harus rela tutup lebih awal.

BACA JUGA: Sempat Pesimistis, Hasilnya Mengejutkan

Biasanya mereka bisa mendapatkan omzet sekitar Rp 500 ribu per hari. Itu didapat dari penjualan sosis sejak pagi hingga malam hari. Kini hanya mendapat setengahnya.

Seperti yang dialami Ahmad Rizal, pedagang asli Lumajang. Dia hanya bisa meratapi nasibnya dengan meraup keuntungan sedikit. Apalagi dengan uang yang didapat itu dia harus memutar untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan modal penjualan.

“Gara-gara hujan pendapatannya menurun. Biasanya buka sampai malam. Beberapa minggu ini cuma sampai sore hari. Kadang yang beli juga sedikit,” ucapnya.

LUMAJANG, Radar Semeru – Intensitas hujan yang tinggi beberapa minggu ini tidak hanya mengakibatkan bencana alam di Lumajang. PKL juga terkena imbasnya. Omzet mereka merosot selama musim hujan disertai angin kencang. Tak jarang membuat mereka merasa ketakutan dan memikirkan keselamatannya. Serta harus rela tutup lebih awal.

BACA JUGA: Sempat Pesimistis, Hasilnya Mengejutkan

Biasanya mereka bisa mendapatkan omzet sekitar Rp 500 ribu per hari. Itu didapat dari penjualan sosis sejak pagi hingga malam hari. Kini hanya mendapat setengahnya.

Seperti yang dialami Ahmad Rizal, pedagang asli Lumajang. Dia hanya bisa meratapi nasibnya dengan meraup keuntungan sedikit. Apalagi dengan uang yang didapat itu dia harus memutar untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan modal penjualan.

“Gara-gara hujan pendapatannya menurun. Biasanya buka sampai malam. Beberapa minggu ini cuma sampai sore hari. Kadang yang beli juga sedikit,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/