alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 2 December 2021

Wanti Janji Tak Logis dari Cakades Lumajang

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Momen kampanye calon kepala desa menjadi hal penting bagi pemilih. Sebab, pemilih bisa mengetahui langsung apa saja yang bakal dikerjakan kepala desa terpilih selama enam tahun menjabat. Mereka juga dapat menyimak langsung mana janji yang rasional dan janji yang tidak logis.

Setidaknya ada 102 calon kepala desa yang bertarung memperebutkan suara pemilih dalam pelaksanaan pilkades pada 2 Desember nanti. Bupati Lumajang Thoriqul Haq bersama Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati menyarankan agar calon kepala desa memberikan program dan janji yang bermanfaat untuk warga.

Cak Thoriq, sapaan bupati, mengatakan, selama menjabat sebagai bupati, pihaknya memiliki pengalaman yang kurang enak ketika proses pilkades. Ada banyak calon kepala desa yang menjanjikan pajak bumi dan bangunan (PBB) di desanya gratis. Namun, ketika terpilih, kepala desa itu menunggak.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Sudah, seperti itu tidak perlu. Disampaikan yang masuk akal saja. Di beberapa desa lain banyak program yang bagus. Itu bisa di contoh. BUMDes-nya tumbuh, ada pengelolaan wisata dan lainnya. Sehingga hal itu bisa mendapatkan income. Lalu income itu bermanfaat untuk seluruh warga di desanya,” katanya.

Bahkan, saking banyaknya income yang diterima pemerintah desa, mereka turut membantu salah satu program Pemkab Lumajang. Seperti program santunan kematian. Selain ahli waris mendapatkan santunan kematian dari Dinas Sosial Lumajang, pihak desa ikut memberikan perhatian dengan menambah besaran santunan tersebut.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Momen kampanye calon kepala desa menjadi hal penting bagi pemilih. Sebab, pemilih bisa mengetahui langsung apa saja yang bakal dikerjakan kepala desa terpilih selama enam tahun menjabat. Mereka juga dapat menyimak langsung mana janji yang rasional dan janji yang tidak logis.

Setidaknya ada 102 calon kepala desa yang bertarung memperebutkan suara pemilih dalam pelaksanaan pilkades pada 2 Desember nanti. Bupati Lumajang Thoriqul Haq bersama Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati menyarankan agar calon kepala desa memberikan program dan janji yang bermanfaat untuk warga.

Cak Thoriq, sapaan bupati, mengatakan, selama menjabat sebagai bupati, pihaknya memiliki pengalaman yang kurang enak ketika proses pilkades. Ada banyak calon kepala desa yang menjanjikan pajak bumi dan bangunan (PBB) di desanya gratis. Namun, ketika terpilih, kepala desa itu menunggak.

“Sudah, seperti itu tidak perlu. Disampaikan yang masuk akal saja. Di beberapa desa lain banyak program yang bagus. Itu bisa di contoh. BUMDes-nya tumbuh, ada pengelolaan wisata dan lainnya. Sehingga hal itu bisa mendapatkan income. Lalu income itu bermanfaat untuk seluruh warga di desanya,” katanya.

Bahkan, saking banyaknya income yang diterima pemerintah desa, mereka turut membantu salah satu program Pemkab Lumajang. Seperti program santunan kematian. Selain ahli waris mendapatkan santunan kematian dari Dinas Sosial Lumajang, pihak desa ikut memberikan perhatian dengan menambah besaran santunan tersebut.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Momen kampanye calon kepala desa menjadi hal penting bagi pemilih. Sebab, pemilih bisa mengetahui langsung apa saja yang bakal dikerjakan kepala desa terpilih selama enam tahun menjabat. Mereka juga dapat menyimak langsung mana janji yang rasional dan janji yang tidak logis.

Setidaknya ada 102 calon kepala desa yang bertarung memperebutkan suara pemilih dalam pelaksanaan pilkades pada 2 Desember nanti. Bupati Lumajang Thoriqul Haq bersama Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati menyarankan agar calon kepala desa memberikan program dan janji yang bermanfaat untuk warga.

Cak Thoriq, sapaan bupati, mengatakan, selama menjabat sebagai bupati, pihaknya memiliki pengalaman yang kurang enak ketika proses pilkades. Ada banyak calon kepala desa yang menjanjikan pajak bumi dan bangunan (PBB) di desanya gratis. Namun, ketika terpilih, kepala desa itu menunggak.

“Sudah, seperti itu tidak perlu. Disampaikan yang masuk akal saja. Di beberapa desa lain banyak program yang bagus. Itu bisa di contoh. BUMDes-nya tumbuh, ada pengelolaan wisata dan lainnya. Sehingga hal itu bisa mendapatkan income. Lalu income itu bermanfaat untuk seluruh warga di desanya,” katanya.

Bahkan, saking banyaknya income yang diterima pemerintah desa, mereka turut membantu salah satu program Pemkab Lumajang. Seperti program santunan kematian. Selain ahli waris mendapatkan santunan kematian dari Dinas Sosial Lumajang, pihak desa ikut memberikan perhatian dengan menambah besaran santunan tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca