alexametrics
23.4 C
Jember
Monday, 27 June 2022

Penyu Hijau Mati Terdampar

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Warga Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Minggu (22/08) sore, dikagetkan dengan penemuan seekor penyu hijau mati terdampar di kawasan wisata Pantai Mbah Drajid. Diduga penyu tersebut mati setelah terkena jaring nelayan sampai akhirnya terseret arus pantai hingga ke daratan.

Penyu yang mati tersebut memiliki panjang sekitar 90 sentimeter, lebar 50 sentimeter, dan berat sekitar 40 kilogram. Penyu hijau atau Chelonia mydas ini adalah salah satu fauna laut yang bisa memiliki umur panjang. Namun, belakangan ini kabarnya jumlahnya terus berkurang. Bahkan hampir punah. Karena itu, keberadaannya sekarang mulai dilindungi.

“Saya lihatnya pas mancing. Saya kira ikan laut terdampar. Tetapi, setelah saya dekati ternyata penyu. Kondisinya sudah busuk, beberapa bagian tubuh dan tempurungnya juga sudah berlubang,” kata Sulistiyo.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tidak ada yang tahu pasti penyebab kematian penyu tersebut. Namun yang jelas, ratusan meter dari bibir pantai terdapat jaring nelayan yang terpasang. Jaring itu mungkin menjadi penyebab kematian penyu tersebut.

Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah 6 Probolinggo-Lumajang Sudartono mengatakan, penyu hijau itu memiliki umur yang cukup panjang. Karena itu, jika ditemukan mati, kemungkinan besar disebabkan faktor lain-lain. Misalnya jaring nelayan yang terpasang di tengah laut.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Warga Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Minggu (22/08) sore, dikagetkan dengan penemuan seekor penyu hijau mati terdampar di kawasan wisata Pantai Mbah Drajid. Diduga penyu tersebut mati setelah terkena jaring nelayan sampai akhirnya terseret arus pantai hingga ke daratan.

Penyu yang mati tersebut memiliki panjang sekitar 90 sentimeter, lebar 50 sentimeter, dan berat sekitar 40 kilogram. Penyu hijau atau Chelonia mydas ini adalah salah satu fauna laut yang bisa memiliki umur panjang. Namun, belakangan ini kabarnya jumlahnya terus berkurang. Bahkan hampir punah. Karena itu, keberadaannya sekarang mulai dilindungi.

“Saya lihatnya pas mancing. Saya kira ikan laut terdampar. Tetapi, setelah saya dekati ternyata penyu. Kondisinya sudah busuk, beberapa bagian tubuh dan tempurungnya juga sudah berlubang,” kata Sulistiyo.

Tidak ada yang tahu pasti penyebab kematian penyu tersebut. Namun yang jelas, ratusan meter dari bibir pantai terdapat jaring nelayan yang terpasang. Jaring itu mungkin menjadi penyebab kematian penyu tersebut.

Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah 6 Probolinggo-Lumajang Sudartono mengatakan, penyu hijau itu memiliki umur yang cukup panjang. Karena itu, jika ditemukan mati, kemungkinan besar disebabkan faktor lain-lain. Misalnya jaring nelayan yang terpasang di tengah laut.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Warga Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Minggu (22/08) sore, dikagetkan dengan penemuan seekor penyu hijau mati terdampar di kawasan wisata Pantai Mbah Drajid. Diduga penyu tersebut mati setelah terkena jaring nelayan sampai akhirnya terseret arus pantai hingga ke daratan.

Penyu yang mati tersebut memiliki panjang sekitar 90 sentimeter, lebar 50 sentimeter, dan berat sekitar 40 kilogram. Penyu hijau atau Chelonia mydas ini adalah salah satu fauna laut yang bisa memiliki umur panjang. Namun, belakangan ini kabarnya jumlahnya terus berkurang. Bahkan hampir punah. Karena itu, keberadaannya sekarang mulai dilindungi.

“Saya lihatnya pas mancing. Saya kira ikan laut terdampar. Tetapi, setelah saya dekati ternyata penyu. Kondisinya sudah busuk, beberapa bagian tubuh dan tempurungnya juga sudah berlubang,” kata Sulistiyo.

Tidak ada yang tahu pasti penyebab kematian penyu tersebut. Namun yang jelas, ratusan meter dari bibir pantai terdapat jaring nelayan yang terpasang. Jaring itu mungkin menjadi penyebab kematian penyu tersebut.

Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah 6 Probolinggo-Lumajang Sudartono mengatakan, penyu hijau itu memiliki umur yang cukup panjang. Karena itu, jika ditemukan mati, kemungkinan besar disebabkan faktor lain-lain. Misalnya jaring nelayan yang terpasang di tengah laut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/