alexametrics
24.1 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Bantuan KPM Lumajang Dipungli Hingga Jutaan Rupiah

Kades dan Camat Bakal Tempuh Jalur Hukum

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Posko pengaduan dugaan penyelewengan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Sawaran Kulon, Kedungjajang, memasuki hari ketiga. Sedikitnya, 60 orang sudah mengadu ke pihak kecamatan di balai desa setempat. Sementara, seratus orang lebih telah menerima cetak rekening koran dari Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Lumajang. Satu KPM ditemukan dipungli hingga Rp 7 juta.

Selain dari BNI yang turun tangan, pihak kecamatan juga menambah anggota tim penghimpun aduan. Sehingga, aduan para keluarga penerima manfaat (KPM) dapat dikumpulkan dengan cepat. Selama aduan berlangsung, KPM merasa tidak menerima uang dari E-Warong. Setelah diperiksa, salah satu KPM tidak menerima uang sebesar tujuh juta rupiah.

“Ibu (Rusdiyana, Red) sudah lama bekerja di Surabaya dan terdaftar sebagai penerima bantuan PKH. Selama bekerja di sana, saya mewakilinya untuk menerima bantuan. Tetapi, beberapa kali saya ke E-Warong, jawabannya tidak ada bantuan yang cair. Setelah tahu ada ramai pengaduan, ibu meminta saya untuk memeriksa dana di rekening koran,” kata Yahya, anak salah satu KPM.

Mobile_AP_Rectangle 2

Awalnya, dia memang tidak tahu besaran bantuan yang diterima. Namun, setelah diperiksa di rekening koran, uang dalam jumlah jutaan tidak diterima. “Saat ditotal petugas bank, ada uang Rp 7.150.000 di rekening sejak tahun lalu. Itu semua sudah diambil. Tetapi, saya dan ibu tidak menerima sama sekali,” tambahnya.

Sugeng, kepala desa setempat, menjelaskan, aduan KPM terus dikumpulkan. Setelah itu, pihaknya akan menindaklanjuti ke jalur hukum. Sebab, bantuan yang disunat tidak sedikit. Mulai ratusan hingga jutaan rupiah per orang.

“Yang jelas, banyak masyarakat mengadu tidak menerima bantuan sesuai besarannya. Ada yang seharusnya mendapatkan Rp 1,5 juta, tetapi dari E-Warong hanya diberi Rp 900 ribu. Total keseluruhan masih belum ketahuan ada berapa juta kerugiannya. KPM meminta kami menindaklanjuti ke jalur hukum. Kami akan kawal itu,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Posko pengaduan dugaan penyelewengan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Sawaran Kulon, Kedungjajang, memasuki hari ketiga. Sedikitnya, 60 orang sudah mengadu ke pihak kecamatan di balai desa setempat. Sementara, seratus orang lebih telah menerima cetak rekening koran dari Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Lumajang. Satu KPM ditemukan dipungli hingga Rp 7 juta.

Selain dari BNI yang turun tangan, pihak kecamatan juga menambah anggota tim penghimpun aduan. Sehingga, aduan para keluarga penerima manfaat (KPM) dapat dikumpulkan dengan cepat. Selama aduan berlangsung, KPM merasa tidak menerima uang dari E-Warong. Setelah diperiksa, salah satu KPM tidak menerima uang sebesar tujuh juta rupiah.

“Ibu (Rusdiyana, Red) sudah lama bekerja di Surabaya dan terdaftar sebagai penerima bantuan PKH. Selama bekerja di sana, saya mewakilinya untuk menerima bantuan. Tetapi, beberapa kali saya ke E-Warong, jawabannya tidak ada bantuan yang cair. Setelah tahu ada ramai pengaduan, ibu meminta saya untuk memeriksa dana di rekening koran,” kata Yahya, anak salah satu KPM.

Awalnya, dia memang tidak tahu besaran bantuan yang diterima. Namun, setelah diperiksa di rekening koran, uang dalam jumlah jutaan tidak diterima. “Saat ditotal petugas bank, ada uang Rp 7.150.000 di rekening sejak tahun lalu. Itu semua sudah diambil. Tetapi, saya dan ibu tidak menerima sama sekali,” tambahnya.

Sugeng, kepala desa setempat, menjelaskan, aduan KPM terus dikumpulkan. Setelah itu, pihaknya akan menindaklanjuti ke jalur hukum. Sebab, bantuan yang disunat tidak sedikit. Mulai ratusan hingga jutaan rupiah per orang.

“Yang jelas, banyak masyarakat mengadu tidak menerima bantuan sesuai besarannya. Ada yang seharusnya mendapatkan Rp 1,5 juta, tetapi dari E-Warong hanya diberi Rp 900 ribu. Total keseluruhan masih belum ketahuan ada berapa juta kerugiannya. KPM meminta kami menindaklanjuti ke jalur hukum. Kami akan kawal itu,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Posko pengaduan dugaan penyelewengan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Sawaran Kulon, Kedungjajang, memasuki hari ketiga. Sedikitnya, 60 orang sudah mengadu ke pihak kecamatan di balai desa setempat. Sementara, seratus orang lebih telah menerima cetak rekening koran dari Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Lumajang. Satu KPM ditemukan dipungli hingga Rp 7 juta.

Selain dari BNI yang turun tangan, pihak kecamatan juga menambah anggota tim penghimpun aduan. Sehingga, aduan para keluarga penerima manfaat (KPM) dapat dikumpulkan dengan cepat. Selama aduan berlangsung, KPM merasa tidak menerima uang dari E-Warong. Setelah diperiksa, salah satu KPM tidak menerima uang sebesar tujuh juta rupiah.

“Ibu (Rusdiyana, Red) sudah lama bekerja di Surabaya dan terdaftar sebagai penerima bantuan PKH. Selama bekerja di sana, saya mewakilinya untuk menerima bantuan. Tetapi, beberapa kali saya ke E-Warong, jawabannya tidak ada bantuan yang cair. Setelah tahu ada ramai pengaduan, ibu meminta saya untuk memeriksa dana di rekening koran,” kata Yahya, anak salah satu KPM.

Awalnya, dia memang tidak tahu besaran bantuan yang diterima. Namun, setelah diperiksa di rekening koran, uang dalam jumlah jutaan tidak diterima. “Saat ditotal petugas bank, ada uang Rp 7.150.000 di rekening sejak tahun lalu. Itu semua sudah diambil. Tetapi, saya dan ibu tidak menerima sama sekali,” tambahnya.

Sugeng, kepala desa setempat, menjelaskan, aduan KPM terus dikumpulkan. Setelah itu, pihaknya akan menindaklanjuti ke jalur hukum. Sebab, bantuan yang disunat tidak sedikit. Mulai ratusan hingga jutaan rupiah per orang.

“Yang jelas, banyak masyarakat mengadu tidak menerima bantuan sesuai besarannya. Ada yang seharusnya mendapatkan Rp 1,5 juta, tetapi dari E-Warong hanya diberi Rp 900 ribu. Total keseluruhan masih belum ketahuan ada berapa juta kerugiannya. KPM meminta kami menindaklanjuti ke jalur hukum. Kami akan kawal itu,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/