alexametrics
24.1 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Balita di Lumajang Tercebur Minyak Panas

Mengantuk saat Ikut Nenek Sedang Menggoreng Makanan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kondisi balita tercebur ke minyak panas asal Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir, mulai membaik. Setelah mendapatkan perawatan hampir tiga pekan, balita yang dirawat di Rumah Sakit Wijaya Kusuma (RSWK) Lumajang tersebut dikunjungi Wakil Bupati Lumajang dan sejumlah anggota wakil rakyat, kemarin.

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada awal pekan lalu. Sekitar pukul 09.30 WIB, balita bernama Muhammad Jamilul Fajri tersebut ikut neneknya menggoreng nasi aking di dapur rumahnya. Tiba-tiba, Fajri mengantuk di depan tungku. Seketika, tubuhnya tercebur ke dalam wajan berisi minyak panas.

“Pukul 18.00 WIB, keluarga membawanya ke UGD Puskesmas Kunir. Mereka menyarankan untuk dibawa ke dokter kulit atau rumah sakit. Tetapi, baru bisa dilarikan besoknya. Setelah mendapatkan perawatan beberapa hari, kami juga mengupayakan dapat perawatan yang lebih intensif lagi dengan dirujuk ke Jember. Tetapi, tidak jadi. Karena di Lumajang sendiri sudah dibantu banyak pihak, termasuk pemerintah daerah,” kata Ali Muslimin, salah satu relawan.

Mobile_AP_Rectangle 2

dr Koeswandono, Direktur RSWK, menjelaskan bahwa selama penanganan, pihak rumah sakit membebaskan biaya obat dan penanganan dokter. Balita tersebut telah mendapatkan perawatan maksimal dengan prosedur penanganan luka bakar. “Dia menderita luka bakar 30-35 persen dengan kategori kedalaman 2-2A. Saat ini sudah bagus, tinggal sedikit luka di leher. Karena di leher itu lembap, banyak keringat. Tetapi, luka di badan sudah kering semua,” jelasnya.

Sementara itu, Indah Amperawati, Wakil Bupati Lumajang, menyampaikan bahwa pemerintah kabupaten berupaya agar Fajri mendapatkan perawatan maksimal. Pihaknya menggandeng sejumlah pihak lain seperti Baznas hingga BPJS untuk meringankan pembiayaan perawatan.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kondisi balita tercebur ke minyak panas asal Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir, mulai membaik. Setelah mendapatkan perawatan hampir tiga pekan, balita yang dirawat di Rumah Sakit Wijaya Kusuma (RSWK) Lumajang tersebut dikunjungi Wakil Bupati Lumajang dan sejumlah anggota wakil rakyat, kemarin.

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada awal pekan lalu. Sekitar pukul 09.30 WIB, balita bernama Muhammad Jamilul Fajri tersebut ikut neneknya menggoreng nasi aking di dapur rumahnya. Tiba-tiba, Fajri mengantuk di depan tungku. Seketika, tubuhnya tercebur ke dalam wajan berisi minyak panas.

“Pukul 18.00 WIB, keluarga membawanya ke UGD Puskesmas Kunir. Mereka menyarankan untuk dibawa ke dokter kulit atau rumah sakit. Tetapi, baru bisa dilarikan besoknya. Setelah mendapatkan perawatan beberapa hari, kami juga mengupayakan dapat perawatan yang lebih intensif lagi dengan dirujuk ke Jember. Tetapi, tidak jadi. Karena di Lumajang sendiri sudah dibantu banyak pihak, termasuk pemerintah daerah,” kata Ali Muslimin, salah satu relawan.

dr Koeswandono, Direktur RSWK, menjelaskan bahwa selama penanganan, pihak rumah sakit membebaskan biaya obat dan penanganan dokter. Balita tersebut telah mendapatkan perawatan maksimal dengan prosedur penanganan luka bakar. “Dia menderita luka bakar 30-35 persen dengan kategori kedalaman 2-2A. Saat ini sudah bagus, tinggal sedikit luka di leher. Karena di leher itu lembap, banyak keringat. Tetapi, luka di badan sudah kering semua,” jelasnya.

Sementara itu, Indah Amperawati, Wakil Bupati Lumajang, menyampaikan bahwa pemerintah kabupaten berupaya agar Fajri mendapatkan perawatan maksimal. Pihaknya menggandeng sejumlah pihak lain seperti Baznas hingga BPJS untuk meringankan pembiayaan perawatan.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kondisi balita tercebur ke minyak panas asal Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir, mulai membaik. Setelah mendapatkan perawatan hampir tiga pekan, balita yang dirawat di Rumah Sakit Wijaya Kusuma (RSWK) Lumajang tersebut dikunjungi Wakil Bupati Lumajang dan sejumlah anggota wakil rakyat, kemarin.

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada awal pekan lalu. Sekitar pukul 09.30 WIB, balita bernama Muhammad Jamilul Fajri tersebut ikut neneknya menggoreng nasi aking di dapur rumahnya. Tiba-tiba, Fajri mengantuk di depan tungku. Seketika, tubuhnya tercebur ke dalam wajan berisi minyak panas.

“Pukul 18.00 WIB, keluarga membawanya ke UGD Puskesmas Kunir. Mereka menyarankan untuk dibawa ke dokter kulit atau rumah sakit. Tetapi, baru bisa dilarikan besoknya. Setelah mendapatkan perawatan beberapa hari, kami juga mengupayakan dapat perawatan yang lebih intensif lagi dengan dirujuk ke Jember. Tetapi, tidak jadi. Karena di Lumajang sendiri sudah dibantu banyak pihak, termasuk pemerintah daerah,” kata Ali Muslimin, salah satu relawan.

dr Koeswandono, Direktur RSWK, menjelaskan bahwa selama penanganan, pihak rumah sakit membebaskan biaya obat dan penanganan dokter. Balita tersebut telah mendapatkan perawatan maksimal dengan prosedur penanganan luka bakar. “Dia menderita luka bakar 30-35 persen dengan kategori kedalaman 2-2A. Saat ini sudah bagus, tinggal sedikit luka di leher. Karena di leher itu lembap, banyak keringat. Tetapi, luka di badan sudah kering semua,” jelasnya.

Sementara itu, Indah Amperawati, Wakil Bupati Lumajang, menyampaikan bahwa pemerintah kabupaten berupaya agar Fajri mendapatkan perawatan maksimal. Pihaknya menggandeng sejumlah pihak lain seperti Baznas hingga BPJS untuk meringankan pembiayaan perawatan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/