alexametrics
21.6 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Anggota Perguruan Pencak Silat Dianiaya

Dipicu Geber Motor di Kawasan Rusunawa  

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kasus penganiayaan yang menimpa salah satu anggota perguruan pencak silat pada Minggu (22/08) malam membuat warga yang tinggal di Rusunawa Kelurahan Tompokersan geger. Sebab, pelaku langsung dibawa teman-teman korban ke Mapolsek Lumajang.

Kejadian itu bermula sekitar pukul 21.00. Angga Saputra, anggota perguruan pencak silat, sedang berencana mendatangi kegiatan diklat di Kecamatan Pasrujambe. Baru berkendara sekitar 20 meter dari Rusunawa, tiba-tiba tetangganya langsung melakukan pemukulan menggunakan kunci motor sampai korban harus dilarikan ke rumah sakit.

Di mapolsek, pelaku yang bernama Zeni Pranata ini mengatakan, aksi pemukulan disebabkan oleh kekesalan dirinya pada korban. Korban dianggap menantang dengan mengeraskan bunyi sepeda motornya ketika lewat di depannya. Karenanya, tanpa basa-basi pelaku langsung memukul korban beberapa kali.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Tiba-tiba dia blayer-blayer depan saya. Ya, saya langsung datangi dan langsung saya pukul. Itu kan nantang, masak saya diam,” katanya. Sementara itu, Angga mengaku tak menyangka jika bakal mendapat pukulan. Sebab, selama ini tidak pernah berbuat salah atau merugikan pelaku.

Kapolsek Lumajang Iptu Samsul Hadi mengatakan, kasus pemukulan tersebut hanya kesalahpahaman. Sebab, menurut keterangan orang tua pelaku, Zeni sempat mengalami gangguan jiwa cukup lama. Bahkan sempat dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Menur, Surabaya, beberapa tahun lalu.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kasus penganiayaan yang menimpa salah satu anggota perguruan pencak silat pada Minggu (22/08) malam membuat warga yang tinggal di Rusunawa Kelurahan Tompokersan geger. Sebab, pelaku langsung dibawa teman-teman korban ke Mapolsek Lumajang.

Kejadian itu bermula sekitar pukul 21.00. Angga Saputra, anggota perguruan pencak silat, sedang berencana mendatangi kegiatan diklat di Kecamatan Pasrujambe. Baru berkendara sekitar 20 meter dari Rusunawa, tiba-tiba tetangganya langsung melakukan pemukulan menggunakan kunci motor sampai korban harus dilarikan ke rumah sakit.

Di mapolsek, pelaku yang bernama Zeni Pranata ini mengatakan, aksi pemukulan disebabkan oleh kekesalan dirinya pada korban. Korban dianggap menantang dengan mengeraskan bunyi sepeda motornya ketika lewat di depannya. Karenanya, tanpa basa-basi pelaku langsung memukul korban beberapa kali.

“Tiba-tiba dia blayer-blayer depan saya. Ya, saya langsung datangi dan langsung saya pukul. Itu kan nantang, masak saya diam,” katanya. Sementara itu, Angga mengaku tak menyangka jika bakal mendapat pukulan. Sebab, selama ini tidak pernah berbuat salah atau merugikan pelaku.

Kapolsek Lumajang Iptu Samsul Hadi mengatakan, kasus pemukulan tersebut hanya kesalahpahaman. Sebab, menurut keterangan orang tua pelaku, Zeni sempat mengalami gangguan jiwa cukup lama. Bahkan sempat dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Menur, Surabaya, beberapa tahun lalu.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kasus penganiayaan yang menimpa salah satu anggota perguruan pencak silat pada Minggu (22/08) malam membuat warga yang tinggal di Rusunawa Kelurahan Tompokersan geger. Sebab, pelaku langsung dibawa teman-teman korban ke Mapolsek Lumajang.

Kejadian itu bermula sekitar pukul 21.00. Angga Saputra, anggota perguruan pencak silat, sedang berencana mendatangi kegiatan diklat di Kecamatan Pasrujambe. Baru berkendara sekitar 20 meter dari Rusunawa, tiba-tiba tetangganya langsung melakukan pemukulan menggunakan kunci motor sampai korban harus dilarikan ke rumah sakit.

Di mapolsek, pelaku yang bernama Zeni Pranata ini mengatakan, aksi pemukulan disebabkan oleh kekesalan dirinya pada korban. Korban dianggap menantang dengan mengeraskan bunyi sepeda motornya ketika lewat di depannya. Karenanya, tanpa basa-basi pelaku langsung memukul korban beberapa kali.

“Tiba-tiba dia blayer-blayer depan saya. Ya, saya langsung datangi dan langsung saya pukul. Itu kan nantang, masak saya diam,” katanya. Sementara itu, Angga mengaku tak menyangka jika bakal mendapat pukulan. Sebab, selama ini tidak pernah berbuat salah atau merugikan pelaku.

Kapolsek Lumajang Iptu Samsul Hadi mengatakan, kasus pemukulan tersebut hanya kesalahpahaman. Sebab, menurut keterangan orang tua pelaku, Zeni sempat mengalami gangguan jiwa cukup lama. Bahkan sempat dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Menur, Surabaya, beberapa tahun lalu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

Marak Spot Iklan Ilegal di Porprov

Pecatur Jombang Gagal Tanding

Bela Futsal, Cetak Poin Penentu

Luncurkan 13 Inovasi Layanan Digital

/