alexametrics
22.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Diduga Mati Terinfeksi PMK, Warga Lumajang Temukan Bangkai Sapi di Sungai

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Ketakutan peternak yang memiliki sapi tertular penyakit mulut dan kuku (PMK) tampaknya makin memuncak. Setelah beberapa waktu lalu, dua anakan sapi mati dibuang ke sungai Desa Gedang Mas Kecamatan Randuagung, kali ini satu ekor sapi mati ditemukan mengambang di aliran sungai Bondoyudo.

Kejadian itu diketahui oleh warga setempat. Bangkai sapi yang diperkirakan usia satu tahun itu tersangkut bersama tumpukan sampah. Warga pun akhirnya melaporkan penemuan itu pada Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Sumber Daya Air (UPT PSDA) wilayah Sungai Bondoyudo dan langsung dilakukan evakuasi.

Alin salah satu petugas mengatakan, evakuasi dan pembersihan langsung dilakukan supaya tidak mencemari ekosistem sungai. Sebab, bau busuk dari bangkai itu merebak hingga tercium pengendara yang melintasi jalan di sebelah sungai.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Jatah Vaksin Berkurang

“Ini baru pertama kali ini ada bangkai sapi, tidak tahu apa terkena PMK atau tidak. Kalau tidak tersangkut kemungkinan akan kesulitan mengambilnya. Kami mohon untuk warga tidak lagi membuang sampah sembarangan. Termasuk hewan sapi, karena ini akan merugikan banyak orang,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Ketakutan peternak yang memiliki sapi tertular penyakit mulut dan kuku (PMK) tampaknya makin memuncak. Setelah beberapa waktu lalu, dua anakan sapi mati dibuang ke sungai Desa Gedang Mas Kecamatan Randuagung, kali ini satu ekor sapi mati ditemukan mengambang di aliran sungai Bondoyudo.

Kejadian itu diketahui oleh warga setempat. Bangkai sapi yang diperkirakan usia satu tahun itu tersangkut bersama tumpukan sampah. Warga pun akhirnya melaporkan penemuan itu pada Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Sumber Daya Air (UPT PSDA) wilayah Sungai Bondoyudo dan langsung dilakukan evakuasi.

Alin salah satu petugas mengatakan, evakuasi dan pembersihan langsung dilakukan supaya tidak mencemari ekosistem sungai. Sebab, bau busuk dari bangkai itu merebak hingga tercium pengendara yang melintasi jalan di sebelah sungai.

BACA JUGA: Jatah Vaksin Berkurang

“Ini baru pertama kali ini ada bangkai sapi, tidak tahu apa terkena PMK atau tidak. Kalau tidak tersangkut kemungkinan akan kesulitan mengambilnya. Kami mohon untuk warga tidak lagi membuang sampah sembarangan. Termasuk hewan sapi, karena ini akan merugikan banyak orang,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Ketakutan peternak yang memiliki sapi tertular penyakit mulut dan kuku (PMK) tampaknya makin memuncak. Setelah beberapa waktu lalu, dua anakan sapi mati dibuang ke sungai Desa Gedang Mas Kecamatan Randuagung, kali ini satu ekor sapi mati ditemukan mengambang di aliran sungai Bondoyudo.

Kejadian itu diketahui oleh warga setempat. Bangkai sapi yang diperkirakan usia satu tahun itu tersangkut bersama tumpukan sampah. Warga pun akhirnya melaporkan penemuan itu pada Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Sumber Daya Air (UPT PSDA) wilayah Sungai Bondoyudo dan langsung dilakukan evakuasi.

Alin salah satu petugas mengatakan, evakuasi dan pembersihan langsung dilakukan supaya tidak mencemari ekosistem sungai. Sebab, bau busuk dari bangkai itu merebak hingga tercium pengendara yang melintasi jalan di sebelah sungai.

BACA JUGA: Jatah Vaksin Berkurang

“Ini baru pertama kali ini ada bangkai sapi, tidak tahu apa terkena PMK atau tidak. Kalau tidak tersangkut kemungkinan akan kesulitan mengambilnya. Kami mohon untuk warga tidak lagi membuang sampah sembarangan. Termasuk hewan sapi, karena ini akan merugikan banyak orang,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/