alexametrics
23.1 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Harapkan Bantuan Beras Lima Kilogram Bagi Warga Terdampak PPKM Merata

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Bantuan paket beras lima kilogram bagi warga terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mulai didistribusikan hingga ke desa. Namun, baru beberapa hari pendistribusian, sejumlah masyarakat mengadu. Sebab, mereka mengklaim terdampak, namun belum menerima bantuan. Hal tersebut terlihat di komentar unggahan akun Facebook Pronojiwo Kec.

Dalam unggahannya, enam desa telah menerima bantuan. Jumlah total keseluruhan adalah 250 paket. Meski demikian, banyak akun mempertanyakan pembagian tersebut. Ada yang menduga penerima dipilih-pilih atau tidak adil. “Pokok roto. Tidak pengecualian. Masio titik pokok podo keduman. Lek mek dipilih-pilih tiwas garai omongan warga karena terdampak semua,” tulis Kawok Xbening.

Sementara Cyeisha febrian Rhashel Aurora menganggap bantuan seharusnya tidak hanya diberikan ke PKL atau warung kecil. Namun, semuanya merata. “Terus seng gak nduwe warung berarti gak oleh bantuan? Masio gak nduwe usaha yo podo ae terdampak PPKM. Wong yo gak oleh kerjo kon meneng ndek omah tapi yo gak dikei bantuan kan yo menyedihkan,” komentarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Komentar itu dibenarkan Kakai Sha. Dia juga menanyakan nasib buruh tani. “Bener sekali, Mbak. Gimana nasib buruh tani?” tanyanya. Sedangkan Sumini berharap, pemerintah melihat dan memeriksa kembali latar belakang penerima. Sebab, menurutnya, kebanyakan penerima memiliki lahan atau tanah yang luas.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Bantuan paket beras lima kilogram bagi warga terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mulai didistribusikan hingga ke desa. Namun, baru beberapa hari pendistribusian, sejumlah masyarakat mengadu. Sebab, mereka mengklaim terdampak, namun belum menerima bantuan. Hal tersebut terlihat di komentar unggahan akun Facebook Pronojiwo Kec.

Dalam unggahannya, enam desa telah menerima bantuan. Jumlah total keseluruhan adalah 250 paket. Meski demikian, banyak akun mempertanyakan pembagian tersebut. Ada yang menduga penerima dipilih-pilih atau tidak adil. “Pokok roto. Tidak pengecualian. Masio titik pokok podo keduman. Lek mek dipilih-pilih tiwas garai omongan warga karena terdampak semua,” tulis Kawok Xbening.

Sementara Cyeisha febrian Rhashel Aurora menganggap bantuan seharusnya tidak hanya diberikan ke PKL atau warung kecil. Namun, semuanya merata. “Terus seng gak nduwe warung berarti gak oleh bantuan? Masio gak nduwe usaha yo podo ae terdampak PPKM. Wong yo gak oleh kerjo kon meneng ndek omah tapi yo gak dikei bantuan kan yo menyedihkan,” komentarnya.

Komentar itu dibenarkan Kakai Sha. Dia juga menanyakan nasib buruh tani. “Bener sekali, Mbak. Gimana nasib buruh tani?” tanyanya. Sedangkan Sumini berharap, pemerintah melihat dan memeriksa kembali latar belakang penerima. Sebab, menurutnya, kebanyakan penerima memiliki lahan atau tanah yang luas.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Bantuan paket beras lima kilogram bagi warga terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mulai didistribusikan hingga ke desa. Namun, baru beberapa hari pendistribusian, sejumlah masyarakat mengadu. Sebab, mereka mengklaim terdampak, namun belum menerima bantuan. Hal tersebut terlihat di komentar unggahan akun Facebook Pronojiwo Kec.

Dalam unggahannya, enam desa telah menerima bantuan. Jumlah total keseluruhan adalah 250 paket. Meski demikian, banyak akun mempertanyakan pembagian tersebut. Ada yang menduga penerima dipilih-pilih atau tidak adil. “Pokok roto. Tidak pengecualian. Masio titik pokok podo keduman. Lek mek dipilih-pilih tiwas garai omongan warga karena terdampak semua,” tulis Kawok Xbening.

Sementara Cyeisha febrian Rhashel Aurora menganggap bantuan seharusnya tidak hanya diberikan ke PKL atau warung kecil. Namun, semuanya merata. “Terus seng gak nduwe warung berarti gak oleh bantuan? Masio gak nduwe usaha yo podo ae terdampak PPKM. Wong yo gak oleh kerjo kon meneng ndek omah tapi yo gak dikei bantuan kan yo menyedihkan,” komentarnya.

Komentar itu dibenarkan Kakai Sha. Dia juga menanyakan nasib buruh tani. “Bener sekali, Mbak. Gimana nasib buruh tani?” tanyanya. Sedangkan Sumini berharap, pemerintah melihat dan memeriksa kembali latar belakang penerima. Sebab, menurutnya, kebanyakan penerima memiliki lahan atau tanah yang luas.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/