alexametrics
24.1 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Bantuan Pekerja Rawan Konflik

Nilainya Rp 500 Ribu per Bulan Selama Dua Bulan

Mobile_AP_Rectangle 1

TOMPOKERSAN, RADARJEMBER.ID – Tidak sedikit pekerja formal yang dilaporkan ke Pemkab Lumajang, jumlahnya mencapai puluhan ribu. Namun, hampir separuh dari jumlah tersebut tidak terdaftar sebagai peserta BPJamsostek. Praktis, pemberian bantuan ini berpotensi rawan terjadi konflik di internal perusahaan.

Untuk diketahui, catatan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang menyebutkan, setidaknya ada sekitar 53.200 pekerja yang dilaporkan 2.156 perusahaan. Kebanyakan berasal dari perusahaan kayu, industri padat karya, dan beberapa usaha mikro lainnya. Termasuk beberapa perbankan dan koperasi di Lumajang.

Kepala Disnaker Lumajang Abdul Majid mengatakan, besaran bantuan untuk pekerja tahun ini tidak sama dengan tahun sebelumnya. Tahun ini bukan Rp 600 ribu per bulan selama enam bulan. Tetapi Rp 500 ribu per bulan selama dua bulan saja. Totalnya Rp 1 juta dicairkan dalam sekali tahap saja.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Ini kami masih koordinasikan dengan BPJamsostek Lumajang untuk jumlah yang terdaftar berapa. Sedangkan yang belum terdaftar berapa. Karena kami khawatir nanti ada gejolak di masyarakat. Makanya kami antisipasi supaya itu tidak terjadi. Karena bantuan ini besarannya juga cukup lumayan,” jelasnya.

Abdul Majid menyadari, masih banyak perusahaan yang belum mendaftarkan pekerjanya secara keseluruhan. Karena itu, pihaknya mewanti-wanti jika di kemudian hari banyak pekerja yang komplain ke perusahaan. Sebab, setahun lalu juga tidak sedikit pekerja yang mengadukan itu ke instansinya.

- Advertisement -

TOMPOKERSAN, RADARJEMBER.ID – Tidak sedikit pekerja formal yang dilaporkan ke Pemkab Lumajang, jumlahnya mencapai puluhan ribu. Namun, hampir separuh dari jumlah tersebut tidak terdaftar sebagai peserta BPJamsostek. Praktis, pemberian bantuan ini berpotensi rawan terjadi konflik di internal perusahaan.

Untuk diketahui, catatan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang menyebutkan, setidaknya ada sekitar 53.200 pekerja yang dilaporkan 2.156 perusahaan. Kebanyakan berasal dari perusahaan kayu, industri padat karya, dan beberapa usaha mikro lainnya. Termasuk beberapa perbankan dan koperasi di Lumajang.

Kepala Disnaker Lumajang Abdul Majid mengatakan, besaran bantuan untuk pekerja tahun ini tidak sama dengan tahun sebelumnya. Tahun ini bukan Rp 600 ribu per bulan selama enam bulan. Tetapi Rp 500 ribu per bulan selama dua bulan saja. Totalnya Rp 1 juta dicairkan dalam sekali tahap saja.

“Ini kami masih koordinasikan dengan BPJamsostek Lumajang untuk jumlah yang terdaftar berapa. Sedangkan yang belum terdaftar berapa. Karena kami khawatir nanti ada gejolak di masyarakat. Makanya kami antisipasi supaya itu tidak terjadi. Karena bantuan ini besarannya juga cukup lumayan,” jelasnya.

Abdul Majid menyadari, masih banyak perusahaan yang belum mendaftarkan pekerjanya secara keseluruhan. Karena itu, pihaknya mewanti-wanti jika di kemudian hari banyak pekerja yang komplain ke perusahaan. Sebab, setahun lalu juga tidak sedikit pekerja yang mengadukan itu ke instansinya.

TOMPOKERSAN, RADARJEMBER.ID – Tidak sedikit pekerja formal yang dilaporkan ke Pemkab Lumajang, jumlahnya mencapai puluhan ribu. Namun, hampir separuh dari jumlah tersebut tidak terdaftar sebagai peserta BPJamsostek. Praktis, pemberian bantuan ini berpotensi rawan terjadi konflik di internal perusahaan.

Untuk diketahui, catatan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang menyebutkan, setidaknya ada sekitar 53.200 pekerja yang dilaporkan 2.156 perusahaan. Kebanyakan berasal dari perusahaan kayu, industri padat karya, dan beberapa usaha mikro lainnya. Termasuk beberapa perbankan dan koperasi di Lumajang.

Kepala Disnaker Lumajang Abdul Majid mengatakan, besaran bantuan untuk pekerja tahun ini tidak sama dengan tahun sebelumnya. Tahun ini bukan Rp 600 ribu per bulan selama enam bulan. Tetapi Rp 500 ribu per bulan selama dua bulan saja. Totalnya Rp 1 juta dicairkan dalam sekali tahap saja.

“Ini kami masih koordinasikan dengan BPJamsostek Lumajang untuk jumlah yang terdaftar berapa. Sedangkan yang belum terdaftar berapa. Karena kami khawatir nanti ada gejolak di masyarakat. Makanya kami antisipasi supaya itu tidak terjadi. Karena bantuan ini besarannya juga cukup lumayan,” jelasnya.

Abdul Majid menyadari, masih banyak perusahaan yang belum mendaftarkan pekerjanya secara keseluruhan. Karena itu, pihaknya mewanti-wanti jika di kemudian hari banyak pekerja yang komplain ke perusahaan. Sebab, setahun lalu juga tidak sedikit pekerja yang mengadukan itu ke instansinya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/