alexametrics
27.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Alami Pendarahan Hebat, Diduga Aborsi

Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Medis

Mobile_AP_Rectangle 1

TEMPEH LOR, RADARJEMBER.ID – Misteri meninggalnya seorang perempuan di rumah kos Dusun Bedok, Desa Tempeh Lor, Tempeh, Rabu (21/7) lalu, mulai terkuak. Berdasarkan hasil otopsi terbaru RSUD dr Haryoto, korban diduga telah menjalani aborsi hingga menyebabkan pendarahan hebat.

Sebelumnya, perempuan yang berasal dari Desa Sukosari, Kunir, tersebut ditemukan oleh suami sirinya telah meninggal di kamar kosnya. Dugaan awal, korban bunuh diri. Sebab, ditemukan sayatan nadi di tangan kirinya. Dia menemukan istri sirinya tersebut saat pulang setelah menerima pesan istrinya mengalami sakit dan lemas.

Tim identifikasi Polres Lumajang langsung mendatangi tempat kejadian perkara. Mereka melakukan pemeriksaan visum luar. Namun, tim tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Oleh sebab itu, dugaan awal kematian tersebut adalah bunuh diri. Akan tetapi, berdasarkan hasil otopsi pihak medis, ditemukan adanya indikasi pendarahan hebat akibat aborsi yang dilakukan korban.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kapolsek Tempeh Iptu Lugito membenarkan hal tersebut. Sebab, perempuan tersebut tengah hamil dan aborsi. “Kami mendapat informasi terbaru dari pihak medis yang melakukan otopsi. Diduga usai menjalani aborsi. Sehingga korban mengalami pendarahan cukup parah,” katanya.

Meski demikian, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian tersebut akibat bunuh diri atau pendarahan yang tidak kunjung mendapatkan penanganan. Pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Kami masih dalam penyelidikan lagi,” pungkasnya.

- Advertisement -

TEMPEH LOR, RADARJEMBER.ID – Misteri meninggalnya seorang perempuan di rumah kos Dusun Bedok, Desa Tempeh Lor, Tempeh, Rabu (21/7) lalu, mulai terkuak. Berdasarkan hasil otopsi terbaru RSUD dr Haryoto, korban diduga telah menjalani aborsi hingga menyebabkan pendarahan hebat.

Sebelumnya, perempuan yang berasal dari Desa Sukosari, Kunir, tersebut ditemukan oleh suami sirinya telah meninggal di kamar kosnya. Dugaan awal, korban bunuh diri. Sebab, ditemukan sayatan nadi di tangan kirinya. Dia menemukan istri sirinya tersebut saat pulang setelah menerima pesan istrinya mengalami sakit dan lemas.

Tim identifikasi Polres Lumajang langsung mendatangi tempat kejadian perkara. Mereka melakukan pemeriksaan visum luar. Namun, tim tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Oleh sebab itu, dugaan awal kematian tersebut adalah bunuh diri. Akan tetapi, berdasarkan hasil otopsi pihak medis, ditemukan adanya indikasi pendarahan hebat akibat aborsi yang dilakukan korban.

Kapolsek Tempeh Iptu Lugito membenarkan hal tersebut. Sebab, perempuan tersebut tengah hamil dan aborsi. “Kami mendapat informasi terbaru dari pihak medis yang melakukan otopsi. Diduga usai menjalani aborsi. Sehingga korban mengalami pendarahan cukup parah,” katanya.

Meski demikian, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian tersebut akibat bunuh diri atau pendarahan yang tidak kunjung mendapatkan penanganan. Pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Kami masih dalam penyelidikan lagi,” pungkasnya.

TEMPEH LOR, RADARJEMBER.ID – Misteri meninggalnya seorang perempuan di rumah kos Dusun Bedok, Desa Tempeh Lor, Tempeh, Rabu (21/7) lalu, mulai terkuak. Berdasarkan hasil otopsi terbaru RSUD dr Haryoto, korban diduga telah menjalani aborsi hingga menyebabkan pendarahan hebat.

Sebelumnya, perempuan yang berasal dari Desa Sukosari, Kunir, tersebut ditemukan oleh suami sirinya telah meninggal di kamar kosnya. Dugaan awal, korban bunuh diri. Sebab, ditemukan sayatan nadi di tangan kirinya. Dia menemukan istri sirinya tersebut saat pulang setelah menerima pesan istrinya mengalami sakit dan lemas.

Tim identifikasi Polres Lumajang langsung mendatangi tempat kejadian perkara. Mereka melakukan pemeriksaan visum luar. Namun, tim tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Oleh sebab itu, dugaan awal kematian tersebut adalah bunuh diri. Akan tetapi, berdasarkan hasil otopsi pihak medis, ditemukan adanya indikasi pendarahan hebat akibat aborsi yang dilakukan korban.

Kapolsek Tempeh Iptu Lugito membenarkan hal tersebut. Sebab, perempuan tersebut tengah hamil dan aborsi. “Kami mendapat informasi terbaru dari pihak medis yang melakukan otopsi. Diduga usai menjalani aborsi. Sehingga korban mengalami pendarahan cukup parah,” katanya.

Meski demikian, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian tersebut akibat bunuh diri atau pendarahan yang tidak kunjung mendapatkan penanganan. Pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Kami masih dalam penyelidikan lagi,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/