alexametrics
27.1 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Perkembangan Pekerjaan Jaringan Gas Bumi Melintas di Sembilan Desa

Perlahan, keberadaan gas elpiji bakal tersaingi. Sebab, rencana menghubungkan jaringan gas bumi ke ribuan kompor rumah warga di Kecamatan Ranuyoso dan Kecamatan Klakah mulai dikerjakan. Bahkan, saat ini tengah dilakukan pengerjaan sambungan ke rumah-rumah.

Mobile_AP_Rectangle 1

KLAKAH, Radar Semeru – Pembangunan jaringan gas bumi di Lumajang rupanya dibalik. Bukan memasang pipa jaringan gas di sepanjang jalan dari perbatasan ke selatan, tetapi memasang pipa sambungan ke gang-gang dan rumah terlebih dahulu. Sebab, ketersediaan bahan-bahan tersebut menyesuaikan dengan pengadaan.

BACA JUGA : Menjaga Kebugaran Sebelum Laga Porprov, Pesilat Jember Diistirahatkan

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, pipa jaringan gas tersebut sepanjang 13 kilometer melewati sembilan desa di dua kecamatan. Kecamatan Ranuyoso meliputi Desa Wates Wetan, Wates Kulon, Wonoayu, Tegalbangsri, dan Desa Ranuyoso. Sedangkan Kecamatan Klakah meliputi Desa Klakah, Ranupakis, Tegalrandu, dan Desa Mlawang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Humas pelaksana proyek pembangunan jaringan gas, Fauzan Putra Firdaus, mengatakan, pengerjaan jaringan gas itu menggunakan tiga jenis pipa. Pertama, pipa induk yang ditanam di pinggir jalan raya. Kedua, pipa sambungan ke jalan atau gang. Kemudian terakhir, pipa yang terhubung ke masing-masing rumah.

“Sekarang ini masih pemasangan puluhan unit di Desa Wates Wetan, Kecamatan Ranuyoso. Pemasangan ini menyesuaikan dengan kebutuhan bahan-bahan yang ada di lapangan. Target kami minimal setiap hari memasang 30 unit di rumah-rumah warga. Sehingga sebelum akhir tahun sudah selesai,” jelasnya.

- Advertisement -

KLAKAH, Radar Semeru – Pembangunan jaringan gas bumi di Lumajang rupanya dibalik. Bukan memasang pipa jaringan gas di sepanjang jalan dari perbatasan ke selatan, tetapi memasang pipa sambungan ke gang-gang dan rumah terlebih dahulu. Sebab, ketersediaan bahan-bahan tersebut menyesuaikan dengan pengadaan.

BACA JUGA : Menjaga Kebugaran Sebelum Laga Porprov, Pesilat Jember Diistirahatkan

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, pipa jaringan gas tersebut sepanjang 13 kilometer melewati sembilan desa di dua kecamatan. Kecamatan Ranuyoso meliputi Desa Wates Wetan, Wates Kulon, Wonoayu, Tegalbangsri, dan Desa Ranuyoso. Sedangkan Kecamatan Klakah meliputi Desa Klakah, Ranupakis, Tegalrandu, dan Desa Mlawang.

Humas pelaksana proyek pembangunan jaringan gas, Fauzan Putra Firdaus, mengatakan, pengerjaan jaringan gas itu menggunakan tiga jenis pipa. Pertama, pipa induk yang ditanam di pinggir jalan raya. Kedua, pipa sambungan ke jalan atau gang. Kemudian terakhir, pipa yang terhubung ke masing-masing rumah.

“Sekarang ini masih pemasangan puluhan unit di Desa Wates Wetan, Kecamatan Ranuyoso. Pemasangan ini menyesuaikan dengan kebutuhan bahan-bahan yang ada di lapangan. Target kami minimal setiap hari memasang 30 unit di rumah-rumah warga. Sehingga sebelum akhir tahun sudah selesai,” jelasnya.

KLAKAH, Radar Semeru – Pembangunan jaringan gas bumi di Lumajang rupanya dibalik. Bukan memasang pipa jaringan gas di sepanjang jalan dari perbatasan ke selatan, tetapi memasang pipa sambungan ke gang-gang dan rumah terlebih dahulu. Sebab, ketersediaan bahan-bahan tersebut menyesuaikan dengan pengadaan.

BACA JUGA : Menjaga Kebugaran Sebelum Laga Porprov, Pesilat Jember Diistirahatkan

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, pipa jaringan gas tersebut sepanjang 13 kilometer melewati sembilan desa di dua kecamatan. Kecamatan Ranuyoso meliputi Desa Wates Wetan, Wates Kulon, Wonoayu, Tegalbangsri, dan Desa Ranuyoso. Sedangkan Kecamatan Klakah meliputi Desa Klakah, Ranupakis, Tegalrandu, dan Desa Mlawang.

Humas pelaksana proyek pembangunan jaringan gas, Fauzan Putra Firdaus, mengatakan, pengerjaan jaringan gas itu menggunakan tiga jenis pipa. Pertama, pipa induk yang ditanam di pinggir jalan raya. Kedua, pipa sambungan ke jalan atau gang. Kemudian terakhir, pipa yang terhubung ke masing-masing rumah.

“Sekarang ini masih pemasangan puluhan unit di Desa Wates Wetan, Kecamatan Ranuyoso. Pemasangan ini menyesuaikan dengan kebutuhan bahan-bahan yang ada di lapangan. Target kami minimal setiap hari memasang 30 unit di rumah-rumah warga. Sehingga sebelum akhir tahun sudah selesai,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/