alexametrics
31.6 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Tambang Pasir Di-lockdown

Minta Pemkab Jaga Stockpile dan Area Tambang

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Pembahasan mengenai keluhan paguyuban sopir truk angkutan material bersama Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Lumajang akhirnya menemukan titik terang. Semua pihak bersepakat untuk menutup kawasan pertambangan pasir selama beberapa hari.

Penutupan tersebut tidak serta-merta diputuskan. Sebab, setelah berdiskusi cukup panjang, kesimpulannya ingin menyeragamkan harga jual pasir di tingkat stockpile (penampung pasir). Misalnya kawasan Desa Jarit dan sekitarnya besarannya Rp 750 ribu, Desa Lempeni dan sekitarnya besarannya Rp 800 ribu, dan terakhir Desa Sumberusko dan sekitarnya besarannya Rp 900 ribu.

Ketua APRI Lumajang Moch Sofyanto mengatakan, Pemkab Lumajang menunjuk asosiasi yang dipimpinnya untuk menengahi masalah keluhan paguyuban sopir tersebut. Sebab, jika memang fasilitasi surat keterangan asal barang (SKAB) yang diberikan kepada sopir itu diturunkan bakal merugi cukup banyak.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kalau Rp 50 ribu kami kan berat. Seharusnya kalau berbicara harga pasir bisa seragam tentu semua bisa saling untung. Artinya, sama-sama bisa menjaga harga pasir. Sehingga kami bersama paguyuban itu memutuskan untuk mogok aktivitas kerja. Mogok selama beberapa hari sampai harga pasir naik,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Pembahasan mengenai keluhan paguyuban sopir truk angkutan material bersama Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Lumajang akhirnya menemukan titik terang. Semua pihak bersepakat untuk menutup kawasan pertambangan pasir selama beberapa hari.

Penutupan tersebut tidak serta-merta diputuskan. Sebab, setelah berdiskusi cukup panjang, kesimpulannya ingin menyeragamkan harga jual pasir di tingkat stockpile (penampung pasir). Misalnya kawasan Desa Jarit dan sekitarnya besarannya Rp 750 ribu, Desa Lempeni dan sekitarnya besarannya Rp 800 ribu, dan terakhir Desa Sumberusko dan sekitarnya besarannya Rp 900 ribu.

Ketua APRI Lumajang Moch Sofyanto mengatakan, Pemkab Lumajang menunjuk asosiasi yang dipimpinnya untuk menengahi masalah keluhan paguyuban sopir tersebut. Sebab, jika memang fasilitasi surat keterangan asal barang (SKAB) yang diberikan kepada sopir itu diturunkan bakal merugi cukup banyak.

“Kalau Rp 50 ribu kami kan berat. Seharusnya kalau berbicara harga pasir bisa seragam tentu semua bisa saling untung. Artinya, sama-sama bisa menjaga harga pasir. Sehingga kami bersama paguyuban itu memutuskan untuk mogok aktivitas kerja. Mogok selama beberapa hari sampai harga pasir naik,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Pembahasan mengenai keluhan paguyuban sopir truk angkutan material bersama Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Lumajang akhirnya menemukan titik terang. Semua pihak bersepakat untuk menutup kawasan pertambangan pasir selama beberapa hari.

Penutupan tersebut tidak serta-merta diputuskan. Sebab, setelah berdiskusi cukup panjang, kesimpulannya ingin menyeragamkan harga jual pasir di tingkat stockpile (penampung pasir). Misalnya kawasan Desa Jarit dan sekitarnya besarannya Rp 750 ribu, Desa Lempeni dan sekitarnya besarannya Rp 800 ribu, dan terakhir Desa Sumberusko dan sekitarnya besarannya Rp 900 ribu.

Ketua APRI Lumajang Moch Sofyanto mengatakan, Pemkab Lumajang menunjuk asosiasi yang dipimpinnya untuk menengahi masalah keluhan paguyuban sopir tersebut. Sebab, jika memang fasilitasi surat keterangan asal barang (SKAB) yang diberikan kepada sopir itu diturunkan bakal merugi cukup banyak.

“Kalau Rp 50 ribu kami kan berat. Seharusnya kalau berbicara harga pasir bisa seragam tentu semua bisa saling untung. Artinya, sama-sama bisa menjaga harga pasir. Sehingga kami bersama paguyuban itu memutuskan untuk mogok aktivitas kerja. Mogok selama beberapa hari sampai harga pasir naik,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/