alexametrics
27.9 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Napi Teroris Akui NKRI

Terlibat Aksi Pengeboman Gereja di Banjarmasin

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Masih ingat dengan narapidana terorisme (napiter) yang dititipkan ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Lumajang? Dengan ikhlas, akhirnya kemarin dia bersedia mengucap ikrar. Lelaki yang melakukan aksi pengeboman di Banjarmasin, beberapa tahun lalu, itu akhirnya mengakui NKRI.

Proses pengucapan ikrar siang itu memang cukup menguras air mata. Pasalnya, dia harus bergelut dengan batinnya sendiri dan memantapkan keinginan untuk segera bertaubat. Sebab, dalam proses menuju keinginan itu cukup banyak faktor mengarah pada kekhawatiran yang menjadi penghambat.

Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati menjadi saksi pengucapan ikrar tersebut. Setelah mendengarkan ikrar napiter yang bernama Ahmad Dani diucapkan sangat mantap, sambil berkaca-kaca Bunda Indah, sapaan akrab Wabup, mengaku terharu. “Alhamdulillah, saya sebagai anak tentara merasakan ketulusan itu,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, proses panjang yang dilalui napi itu untuk kembali mencintai NKRI, kembali mengakui Pancasila sebagai ideologi bangsa, memang tidak mudah. Apalagi, sebelumnya dia tergabung dengan jaringan ISIS dalam melakukan aksi pengeboman di salah satu gereja.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Masih ingat dengan narapidana terorisme (napiter) yang dititipkan ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Lumajang? Dengan ikhlas, akhirnya kemarin dia bersedia mengucap ikrar. Lelaki yang melakukan aksi pengeboman di Banjarmasin, beberapa tahun lalu, itu akhirnya mengakui NKRI.

Proses pengucapan ikrar siang itu memang cukup menguras air mata. Pasalnya, dia harus bergelut dengan batinnya sendiri dan memantapkan keinginan untuk segera bertaubat. Sebab, dalam proses menuju keinginan itu cukup banyak faktor mengarah pada kekhawatiran yang menjadi penghambat.

Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati menjadi saksi pengucapan ikrar tersebut. Setelah mendengarkan ikrar napiter yang bernama Ahmad Dani diucapkan sangat mantap, sambil berkaca-kaca Bunda Indah, sapaan akrab Wabup, mengaku terharu. “Alhamdulillah, saya sebagai anak tentara merasakan ketulusan itu,” jelasnya.

Menurutnya, proses panjang yang dilalui napi itu untuk kembali mencintai NKRI, kembali mengakui Pancasila sebagai ideologi bangsa, memang tidak mudah. Apalagi, sebelumnya dia tergabung dengan jaringan ISIS dalam melakukan aksi pengeboman di salah satu gereja.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Masih ingat dengan narapidana terorisme (napiter) yang dititipkan ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Lumajang? Dengan ikhlas, akhirnya kemarin dia bersedia mengucap ikrar. Lelaki yang melakukan aksi pengeboman di Banjarmasin, beberapa tahun lalu, itu akhirnya mengakui NKRI.

Proses pengucapan ikrar siang itu memang cukup menguras air mata. Pasalnya, dia harus bergelut dengan batinnya sendiri dan memantapkan keinginan untuk segera bertaubat. Sebab, dalam proses menuju keinginan itu cukup banyak faktor mengarah pada kekhawatiran yang menjadi penghambat.

Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati menjadi saksi pengucapan ikrar tersebut. Setelah mendengarkan ikrar napiter yang bernama Ahmad Dani diucapkan sangat mantap, sambil berkaca-kaca Bunda Indah, sapaan akrab Wabup, mengaku terharu. “Alhamdulillah, saya sebagai anak tentara merasakan ketulusan itu,” jelasnya.

Menurutnya, proses panjang yang dilalui napi itu untuk kembali mencintai NKRI, kembali mengakui Pancasila sebagai ideologi bangsa, memang tidak mudah. Apalagi, sebelumnya dia tergabung dengan jaringan ISIS dalam melakukan aksi pengeboman di salah satu gereja.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/