alexametrics
22.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Saiful Rijal Boyong Medali Emas, Perak, dan Perunggu

Atlet Lumajang kembali menambah medali Indonesia dalam SEA Games 2021 Vietnam. Adalah Saiful Rijal, atlet sepak takraw, yang memboyong medali emas, perak, dan perunggu. Ketiganya diraih setelah menyelesaikan pertandingan sengit meski di tengah pertandingan final diminta menjalani tes doping.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tiga medali sepak takraw SEA Games itu tidak diperoleh dengan cuma-cuma. Iful, sapaan akrabnya, harus menjaga kondisi kesehatan yang prima. Selama ini dia giat berlatih, serta mengonsumsi makanan dan minuman bergizi. Tidak sekali pun terlintas di benaknya untuk mengonsumsi obat-obatan terlarang. Apalagi menggunakan doping yang jelas dilarang dalam olahraga.

BACA JUGA : Jaksa Cantik Sering Tangani Kasus Kejahatan Seksual Anak

Meski demikian, dia tidak menolak jika dilakukan tes doping. Akan tetapi, tes doping yang dilakukan di tengah pertandingan final nomor kuadran melawan Thailand cukup mengacaukan konsentrasinya. “Biasanya tes doping random dilakukan di akhir pertandingan bagi yang juara. Tetapi, saya justru dites di tengah pertandingan,” ujar Iful melalui sambungan telepon dari Vietnam, Sabtu lalu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mengungkapkan, pertandingan itu tidak berjalan mulus. Sebab, dia harus meminum air dalam jumlah banyak sebelum berlaga. Hal itu dilakukan setelah panitia memintanya untuk dites doping. Sehingga, dia beberapa kali pergi ke kamar mandi dengan disodori gelas penampung urine.

Meski hasil tes itu negatif, peraih satu medali emas dan dua perunggu ASEAN Games 2018 itu berusaha mengembalikan konsentrasi pertandingan. Sebab, itu laga terakhir yang harus dimenangkannya. Akan tetapi, selama pertandingan berlangsung, dia cukup sulit untuk lompat maksimal. Karenanya, tim merah putih harus puas dengan medali perak.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tiga medali sepak takraw SEA Games itu tidak diperoleh dengan cuma-cuma. Iful, sapaan akrabnya, harus menjaga kondisi kesehatan yang prima. Selama ini dia giat berlatih, serta mengonsumsi makanan dan minuman bergizi. Tidak sekali pun terlintas di benaknya untuk mengonsumsi obat-obatan terlarang. Apalagi menggunakan doping yang jelas dilarang dalam olahraga.

BACA JUGA : Jaksa Cantik Sering Tangani Kasus Kejahatan Seksual Anak

Meski demikian, dia tidak menolak jika dilakukan tes doping. Akan tetapi, tes doping yang dilakukan di tengah pertandingan final nomor kuadran melawan Thailand cukup mengacaukan konsentrasinya. “Biasanya tes doping random dilakukan di akhir pertandingan bagi yang juara. Tetapi, saya justru dites di tengah pertandingan,” ujar Iful melalui sambungan telepon dari Vietnam, Sabtu lalu.

Dia mengungkapkan, pertandingan itu tidak berjalan mulus. Sebab, dia harus meminum air dalam jumlah banyak sebelum berlaga. Hal itu dilakukan setelah panitia memintanya untuk dites doping. Sehingga, dia beberapa kali pergi ke kamar mandi dengan disodori gelas penampung urine.

Meski hasil tes itu negatif, peraih satu medali emas dan dua perunggu ASEAN Games 2018 itu berusaha mengembalikan konsentrasi pertandingan. Sebab, itu laga terakhir yang harus dimenangkannya. Akan tetapi, selama pertandingan berlangsung, dia cukup sulit untuk lompat maksimal. Karenanya, tim merah putih harus puas dengan medali perak.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tiga medali sepak takraw SEA Games itu tidak diperoleh dengan cuma-cuma. Iful, sapaan akrabnya, harus menjaga kondisi kesehatan yang prima. Selama ini dia giat berlatih, serta mengonsumsi makanan dan minuman bergizi. Tidak sekali pun terlintas di benaknya untuk mengonsumsi obat-obatan terlarang. Apalagi menggunakan doping yang jelas dilarang dalam olahraga.

BACA JUGA : Jaksa Cantik Sering Tangani Kasus Kejahatan Seksual Anak

Meski demikian, dia tidak menolak jika dilakukan tes doping. Akan tetapi, tes doping yang dilakukan di tengah pertandingan final nomor kuadran melawan Thailand cukup mengacaukan konsentrasinya. “Biasanya tes doping random dilakukan di akhir pertandingan bagi yang juara. Tetapi, saya justru dites di tengah pertandingan,” ujar Iful melalui sambungan telepon dari Vietnam, Sabtu lalu.

Dia mengungkapkan, pertandingan itu tidak berjalan mulus. Sebab, dia harus meminum air dalam jumlah banyak sebelum berlaga. Hal itu dilakukan setelah panitia memintanya untuk dites doping. Sehingga, dia beberapa kali pergi ke kamar mandi dengan disodori gelas penampung urine.

Meski hasil tes itu negatif, peraih satu medali emas dan dua perunggu ASEAN Games 2018 itu berusaha mengembalikan konsentrasi pertandingan. Sebab, itu laga terakhir yang harus dimenangkannya. Akan tetapi, selama pertandingan berlangsung, dia cukup sulit untuk lompat maksimal. Karenanya, tim merah putih harus puas dengan medali perak.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/