alexametrics
28.4 C
Jember
Monday, 27 June 2022

Lacak Riwayat Perjalanan Pasien Positif Korona

Bertambah Dua Orang, Total 10 Pasien Positif

Mobile_AP_Rectangle 1

Sejak 14 Maret, inisial SK mengeluhkan gejala indikasi virus korona, yakni mengalami batuk parah. Sehingga dia langsung memeriksakan diri ke rumah sakit umum (RSUD) dr Haryoto dan ditetapkan sebagai ODP. “SK ini merupakan rombongan jamaah haji dari Banyuwangi. Karena kondisinya secara klinis membaik, 17 Maret diperbolehkan pulang,” tambahnya.

Sedangkan untuk AQ, dia merupakan salah satu ASN di lingkungan pemkab yang mengikuti pelatihan tenaga kesehatan haji Indonesia (TKHI) di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Padahal kondisinya sehat dan tidak mengalami gejala. Namun hasil swab menunjukkan negatif. “Mereka melakukan pengambilan swab pada 13 April 2020,” tambahnya.

Untuk diketahui, keduanya saat ini telah menjalani isolasi di rumah masing-masing. Namun tetap dipantau petugas kesehatan. Bahkan rencananya AQ akan segera dilakukan swab ulang mengingat kondisinya terus membaik. “Kita tetap pantau dan lakukan tracking pada sejumlah orang yang pernah kontak langsung,” katanya. (kl)

- Advertisement -

Sejak 14 Maret, inisial SK mengeluhkan gejala indikasi virus korona, yakni mengalami batuk parah. Sehingga dia langsung memeriksakan diri ke rumah sakit umum (RSUD) dr Haryoto dan ditetapkan sebagai ODP. “SK ini merupakan rombongan jamaah haji dari Banyuwangi. Karena kondisinya secara klinis membaik, 17 Maret diperbolehkan pulang,” tambahnya.

Sedangkan untuk AQ, dia merupakan salah satu ASN di lingkungan pemkab yang mengikuti pelatihan tenaga kesehatan haji Indonesia (TKHI) di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Padahal kondisinya sehat dan tidak mengalami gejala. Namun hasil swab menunjukkan negatif. “Mereka melakukan pengambilan swab pada 13 April 2020,” tambahnya.

Untuk diketahui, keduanya saat ini telah menjalani isolasi di rumah masing-masing. Namun tetap dipantau petugas kesehatan. Bahkan rencananya AQ akan segera dilakukan swab ulang mengingat kondisinya terus membaik. “Kita tetap pantau dan lakukan tracking pada sejumlah orang yang pernah kontak langsung,” katanya. (kl)

Sejak 14 Maret, inisial SK mengeluhkan gejala indikasi virus korona, yakni mengalami batuk parah. Sehingga dia langsung memeriksakan diri ke rumah sakit umum (RSUD) dr Haryoto dan ditetapkan sebagai ODP. “SK ini merupakan rombongan jamaah haji dari Banyuwangi. Karena kondisinya secara klinis membaik, 17 Maret diperbolehkan pulang,” tambahnya.

Sedangkan untuk AQ, dia merupakan salah satu ASN di lingkungan pemkab yang mengikuti pelatihan tenaga kesehatan haji Indonesia (TKHI) di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Padahal kondisinya sehat dan tidak mengalami gejala. Namun hasil swab menunjukkan negatif. “Mereka melakukan pengambilan swab pada 13 April 2020,” tambahnya.

Untuk diketahui, keduanya saat ini telah menjalani isolasi di rumah masing-masing. Namun tetap dipantau petugas kesehatan. Bahkan rencananya AQ akan segera dilakukan swab ulang mengingat kondisinya terus membaik. “Kita tetap pantau dan lakukan tracking pada sejumlah orang yang pernah kontak langsung,” katanya. (kl)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/