alexametrics
23.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Harga Tomat di Lumajang Kembali Anjlok

Petani Protes Buang Tomat di Bak Sampah

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Melonjaknya harga kebutuhan dapur rumah tangga menjelang bulan Ramadan tampaknya tidak berlaku bagi semua komoditas buah dan sayuran. Kini harga tomat di pasaran justru makin anjlok. Bahkan, tidak sedikit petani yang membuang tomatnya di bak sampah. Seperti yang terjadi di Desa Bades, Kecamatan Pasirian, kemarin.

Baca Juga : Kasus Salah Tangkap di Pasar Hewan, Korban Berlapang Dada dan Tak Menuntut

Saat ini harga jual tomat dari petani langsung hanya berkisar Rp 2 ribu per kilogram. Bahkan kadang bisa lebih murah. Sementara, harga jual dari tengkulak ke pedagang sekitar Rp 3 ribu per kilogram. Lalu, biasanya harga di pasaran sedikit meningkat menjadi Rp 4 ribu per kilogram.

Mobile_AP_Rectangle 2

Andri, salah satu petani tomat, menjelaskan, selisih biaya produksi dengan harga yang ditawar tengkulak buah sayuran cukup keterlaluan. Karenanya, hasil panen para petani setempat yang belum sampai ke pedagang maupun konsumen yang ada di Pasar Baru Lumajang dibuang cuma-cuma.

“Harganya hancur. Masak iya panen susah-susah hanya ditawar seribu sampai dua ribu. Mending tak buang sekalian,” katanya sambil membuang ratusan kilogram tomat di pinggir jalan. Jatuhnya harga tomat ini membuat petani kecewa. Pembuangan tomat tersebut, menurutnya, sebagai bentuk protes.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Melonjaknya harga kebutuhan dapur rumah tangga menjelang bulan Ramadan tampaknya tidak berlaku bagi semua komoditas buah dan sayuran. Kini harga tomat di pasaran justru makin anjlok. Bahkan, tidak sedikit petani yang membuang tomatnya di bak sampah. Seperti yang terjadi di Desa Bades, Kecamatan Pasirian, kemarin.

Baca Juga : Kasus Salah Tangkap di Pasar Hewan, Korban Berlapang Dada dan Tak Menuntut

Saat ini harga jual tomat dari petani langsung hanya berkisar Rp 2 ribu per kilogram. Bahkan kadang bisa lebih murah. Sementara, harga jual dari tengkulak ke pedagang sekitar Rp 3 ribu per kilogram. Lalu, biasanya harga di pasaran sedikit meningkat menjadi Rp 4 ribu per kilogram.

Andri, salah satu petani tomat, menjelaskan, selisih biaya produksi dengan harga yang ditawar tengkulak buah sayuran cukup keterlaluan. Karenanya, hasil panen para petani setempat yang belum sampai ke pedagang maupun konsumen yang ada di Pasar Baru Lumajang dibuang cuma-cuma.

“Harganya hancur. Masak iya panen susah-susah hanya ditawar seribu sampai dua ribu. Mending tak buang sekalian,” katanya sambil membuang ratusan kilogram tomat di pinggir jalan. Jatuhnya harga tomat ini membuat petani kecewa. Pembuangan tomat tersebut, menurutnya, sebagai bentuk protes.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Melonjaknya harga kebutuhan dapur rumah tangga menjelang bulan Ramadan tampaknya tidak berlaku bagi semua komoditas buah dan sayuran. Kini harga tomat di pasaran justru makin anjlok. Bahkan, tidak sedikit petani yang membuang tomatnya di bak sampah. Seperti yang terjadi di Desa Bades, Kecamatan Pasirian, kemarin.

Baca Juga : Kasus Salah Tangkap di Pasar Hewan, Korban Berlapang Dada dan Tak Menuntut

Saat ini harga jual tomat dari petani langsung hanya berkisar Rp 2 ribu per kilogram. Bahkan kadang bisa lebih murah. Sementara, harga jual dari tengkulak ke pedagang sekitar Rp 3 ribu per kilogram. Lalu, biasanya harga di pasaran sedikit meningkat menjadi Rp 4 ribu per kilogram.

Andri, salah satu petani tomat, menjelaskan, selisih biaya produksi dengan harga yang ditawar tengkulak buah sayuran cukup keterlaluan. Karenanya, hasil panen para petani setempat yang belum sampai ke pedagang maupun konsumen yang ada di Pasar Baru Lumajang dibuang cuma-cuma.

“Harganya hancur. Masak iya panen susah-susah hanya ditawar seribu sampai dua ribu. Mending tak buang sekalian,” katanya sambil membuang ratusan kilogram tomat di pinggir jalan. Jatuhnya harga tomat ini membuat petani kecewa. Pembuangan tomat tersebut, menurutnya, sebagai bentuk protes.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/