alexametrics
27.8 C
Jember
Tuesday, 24 May 2022

Akui Bukan Termasuk Program PTSL

Pungutan Jutaan Rupiah Pengajuan Mandiri

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.IDBelasan warga Desa Pandanarum, Kecamatan Tempeh, yang mengadukan pungutan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, mencapai puluhan juta direspons Pemerintah Desa Pandanwangi. Seluruh warga yang berasal dari tetangga desa itu mengurusnya secara mandiri, bukan PTSL.

Baca Juga : Baru Diaspal Sudah Protol, Pemkab Jember Ancam Tak Akan Membayar Rekanan

Kades Pandanwangi Edi Santoso mengatakan, total biaya yang dikenakan kepada 1.020 pemohon untuk pengurusan program maksimal sebesar Rp 500 ribu. Biaya itu sudah termasuk biaya praprogram. Nominal ini disepakati bersama kelompok masyarakat (pokmas) dengan masyarakat yang memiliki lahan sejak awal pengurusan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Program kami hanya di tahun 2021. Itu ada seribu lebih pemohon yang ingin disertifikatkan tanahnya. Sedangkan kalau Pak Kholiq yang katanya diajukan selama tiga tahun yang lalu itu bukan ikut program ini. Tetapi, kami daftarkan secara mandiri. Karena pecah sertifikat, ada akta hibah dan akta jual beli,” katanya.

Diakui, khusus orang ini memang pengurusannya cukup lama karena banyak mengalami kendala. Sebab, selain mengurus beberapa akta, juga sempat terhambat biaya pengurusan. Di tambah, salah satu kasun yang mengurusi sertifikat tersebut pernah menderita sakit cukup lama.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.IDBelasan warga Desa Pandanarum, Kecamatan Tempeh, yang mengadukan pungutan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, mencapai puluhan juta direspons Pemerintah Desa Pandanwangi. Seluruh warga yang berasal dari tetangga desa itu mengurusnya secara mandiri, bukan PTSL.

Baca Juga : Baru Diaspal Sudah Protol, Pemkab Jember Ancam Tak Akan Membayar Rekanan

Kades Pandanwangi Edi Santoso mengatakan, total biaya yang dikenakan kepada 1.020 pemohon untuk pengurusan program maksimal sebesar Rp 500 ribu. Biaya itu sudah termasuk biaya praprogram. Nominal ini disepakati bersama kelompok masyarakat (pokmas) dengan masyarakat yang memiliki lahan sejak awal pengurusan.

“Program kami hanya di tahun 2021. Itu ada seribu lebih pemohon yang ingin disertifikatkan tanahnya. Sedangkan kalau Pak Kholiq yang katanya diajukan selama tiga tahun yang lalu itu bukan ikut program ini. Tetapi, kami daftarkan secara mandiri. Karena pecah sertifikat, ada akta hibah dan akta jual beli,” katanya.

Diakui, khusus orang ini memang pengurusannya cukup lama karena banyak mengalami kendala. Sebab, selain mengurus beberapa akta, juga sempat terhambat biaya pengurusan. Di tambah, salah satu kasun yang mengurusi sertifikat tersebut pernah menderita sakit cukup lama.

LUMAJANG, RADARJEMBER.IDBelasan warga Desa Pandanarum, Kecamatan Tempeh, yang mengadukan pungutan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, mencapai puluhan juta direspons Pemerintah Desa Pandanwangi. Seluruh warga yang berasal dari tetangga desa itu mengurusnya secara mandiri, bukan PTSL.

Baca Juga : Baru Diaspal Sudah Protol, Pemkab Jember Ancam Tak Akan Membayar Rekanan

Kades Pandanwangi Edi Santoso mengatakan, total biaya yang dikenakan kepada 1.020 pemohon untuk pengurusan program maksimal sebesar Rp 500 ribu. Biaya itu sudah termasuk biaya praprogram. Nominal ini disepakati bersama kelompok masyarakat (pokmas) dengan masyarakat yang memiliki lahan sejak awal pengurusan.

“Program kami hanya di tahun 2021. Itu ada seribu lebih pemohon yang ingin disertifikatkan tanahnya. Sedangkan kalau Pak Kholiq yang katanya diajukan selama tiga tahun yang lalu itu bukan ikut program ini. Tetapi, kami daftarkan secara mandiri. Karena pecah sertifikat, ada akta hibah dan akta jual beli,” katanya.

Diakui, khusus orang ini memang pengurusannya cukup lama karena banyak mengalami kendala. Sebab, selain mengurus beberapa akta, juga sempat terhambat biaya pengurusan. Di tambah, salah satu kasun yang mengurusi sertifikat tersebut pernah menderita sakit cukup lama.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/