alexametrics
24.3 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Meninggal Tertimpa Kabin Truk PT Purnomo

Korban Meninggal di Tempat Kejadian, Keluarga Tolak Otopsi

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Alat pelindung diri (APD) dan kewaspadaan merupakan bagian penting yang harus diperhatikan para karyawan saat bekerja. Sebab, hal tersebut dapat melindungi diri dari bahaya. Jika hal tersebut diabaikan, bisa-bisa nyawa melayang.
Seperti yang terjadi pada Slamet, salah satu karyawan tetap PT Purnomo, Besuk, Tempeh, kemarin. Dia meninggal dunia saat sedang memeriksa kondisi mesin truk di tempatnya bekerja. Kabin yang dibuka tidak sempurna menimpa dirinya. “Pak Slamet merupakan karyawan yang paling lama bekerja di PT Purnomo. Korban meninggal dunia saat bekerja memeriksa mesin truk bawah kabin,” kata Iptu Lugito, Kapolsek Tempeh.
Pihaknya menerima laporan kecelakaan pada pukul 10.51 WIB. Sehingga petugas segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian. “Kami menerima laporan ada warga yang tertimpa kabin truk saat bekerja. Jadi, kami langsung menuju ke lokasi kejadian di Besuk. Dan kami memperoleh informasi bahwa korban berasal dari Joho, Pasirian,” ujarnya.
Dia menjelaskan, korban datang ke lokasi pada pukul 09.48. Selanjutnya pada pukul 09.51, korban mulai membuka kabin dan memeriksa mesin. Sekitar tiga puluh menit, korban memeriksa, kabin yang dibuka turun pelan-pelan dan menimpa korban.
“Saat memeriksa, kemungkinan kabin truk tidak dibuka dengan sempurna sehingga pengamannya tidak jalan dan turun pelan-pelan. Kalau kabin jatuh seketika, sudah pasti tubuh korban akan hancur. Korban sempat menahan, namun kabin tersebut berat, sehingga langsung menimpanya,” jelasnya.
Korban meninggal dunia di tempat dalam keadaan tengkurap dengan luka di dada dan mengeluarkan darah. Kejadian tersebut, lanjutnya, merupakan kelalaian dalam bekerja, sehingga menyebabkan korban jiwa. Selanjutnya, korban segera dibawa ke RSUD Haryoto untuk dilakukan otopsi. Namun, pihak keluarga tidak menghendaki.
“Kita sudah lakukan sesuai prosedur. Kalau ada kecelakaan, kita akan lakukan otopsi untuk mengetahui pasti penyebab kematian korban. Tetapi pihak keluarga tidak mengizinkan. Jadi, kita kembalikan kembali ke keluarga,” pungkasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Alat pelindung diri (APD) dan kewaspadaan merupakan bagian penting yang harus diperhatikan para karyawan saat bekerja. Sebab, hal tersebut dapat melindungi diri dari bahaya. Jika hal tersebut diabaikan, bisa-bisa nyawa melayang.
Seperti yang terjadi pada Slamet, salah satu karyawan tetap PT Purnomo, Besuk, Tempeh, kemarin. Dia meninggal dunia saat sedang memeriksa kondisi mesin truk di tempatnya bekerja. Kabin yang dibuka tidak sempurna menimpa dirinya. “Pak Slamet merupakan karyawan yang paling lama bekerja di PT Purnomo. Korban meninggal dunia saat bekerja memeriksa mesin truk bawah kabin,” kata Iptu Lugito, Kapolsek Tempeh.
Pihaknya menerima laporan kecelakaan pada pukul 10.51 WIB. Sehingga petugas segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian. “Kami menerima laporan ada warga yang tertimpa kabin truk saat bekerja. Jadi, kami langsung menuju ke lokasi kejadian di Besuk. Dan kami memperoleh informasi bahwa korban berasal dari Joho, Pasirian,” ujarnya.
Dia menjelaskan, korban datang ke lokasi pada pukul 09.48. Selanjutnya pada pukul 09.51, korban mulai membuka kabin dan memeriksa mesin. Sekitar tiga puluh menit, korban memeriksa, kabin yang dibuka turun pelan-pelan dan menimpa korban.
“Saat memeriksa, kemungkinan kabin truk tidak dibuka dengan sempurna sehingga pengamannya tidak jalan dan turun pelan-pelan. Kalau kabin jatuh seketika, sudah pasti tubuh korban akan hancur. Korban sempat menahan, namun kabin tersebut berat, sehingga langsung menimpanya,” jelasnya.
Korban meninggal dunia di tempat dalam keadaan tengkurap dengan luka di dada dan mengeluarkan darah. Kejadian tersebut, lanjutnya, merupakan kelalaian dalam bekerja, sehingga menyebabkan korban jiwa. Selanjutnya, korban segera dibawa ke RSUD Haryoto untuk dilakukan otopsi. Namun, pihak keluarga tidak menghendaki.
“Kita sudah lakukan sesuai prosedur. Kalau ada kecelakaan, kita akan lakukan otopsi untuk mengetahui pasti penyebab kematian korban. Tetapi pihak keluarga tidak mengizinkan. Jadi, kita kembalikan kembali ke keluarga,” pungkasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Alat pelindung diri (APD) dan kewaspadaan merupakan bagian penting yang harus diperhatikan para karyawan saat bekerja. Sebab, hal tersebut dapat melindungi diri dari bahaya. Jika hal tersebut diabaikan, bisa-bisa nyawa melayang.
Seperti yang terjadi pada Slamet, salah satu karyawan tetap PT Purnomo, Besuk, Tempeh, kemarin. Dia meninggal dunia saat sedang memeriksa kondisi mesin truk di tempatnya bekerja. Kabin yang dibuka tidak sempurna menimpa dirinya. “Pak Slamet merupakan karyawan yang paling lama bekerja di PT Purnomo. Korban meninggal dunia saat bekerja memeriksa mesin truk bawah kabin,” kata Iptu Lugito, Kapolsek Tempeh.
Pihaknya menerima laporan kecelakaan pada pukul 10.51 WIB. Sehingga petugas segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian. “Kami menerima laporan ada warga yang tertimpa kabin truk saat bekerja. Jadi, kami langsung menuju ke lokasi kejadian di Besuk. Dan kami memperoleh informasi bahwa korban berasal dari Joho, Pasirian,” ujarnya.
Dia menjelaskan, korban datang ke lokasi pada pukul 09.48. Selanjutnya pada pukul 09.51, korban mulai membuka kabin dan memeriksa mesin. Sekitar tiga puluh menit, korban memeriksa, kabin yang dibuka turun pelan-pelan dan menimpa korban.
“Saat memeriksa, kemungkinan kabin truk tidak dibuka dengan sempurna sehingga pengamannya tidak jalan dan turun pelan-pelan. Kalau kabin jatuh seketika, sudah pasti tubuh korban akan hancur. Korban sempat menahan, namun kabin tersebut berat, sehingga langsung menimpanya,” jelasnya.
Korban meninggal dunia di tempat dalam keadaan tengkurap dengan luka di dada dan mengeluarkan darah. Kejadian tersebut, lanjutnya, merupakan kelalaian dalam bekerja, sehingga menyebabkan korban jiwa. Selanjutnya, korban segera dibawa ke RSUD Haryoto untuk dilakukan otopsi. Namun, pihak keluarga tidak menghendaki.
“Kita sudah lakukan sesuai prosedur. Kalau ada kecelakaan, kita akan lakukan otopsi untuk mengetahui pasti penyebab kematian korban. Tetapi pihak keluarga tidak mengizinkan. Jadi, kita kembalikan kembali ke keluarga,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/