alexametrics
29.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Masa Sertifikat Padi Organik Bakal Habis

Keberatan Perpanjangan Senilai Puluhan Juta Dibiayai Sendiri

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Akhir tahun ini, masa berlaku sertifikat padi organik milik tiga gabungan kelompok tani (gapoktan) di Lumajang bakal habis. Beberapa di antaranya mulai waswas jika harus mengeluarkan biaya cukup mahal untuk memperpanjang sertifikat tersebut. Sebab, biayanya mencapai puluhan juta rupiah.
Diakui, pertanian organik memang punya beberapa kelebihan. Proses penanaman dan perawatannya dapat dikatakan ikut menjaga kelestarian lingkungan dan kesuburan tanah. Bahkan, juga menghasilkan produk pertanian bernilai jual tinggi yang mampu meningkatkan kesehatan konsumen.
Ketua Gapoktan Sumber Rejeki Adi mengatakan, ada beberapa hektare lahan pertanian milik warga yang terdaftar sebagai lahan pertanian organik. Lahan tersebut tersebar di beberapa lokasi di Kecamatan Jatiroto. Secara keseluruhan, ada sekitar 5 sampai 6 hektare lahan sawah padi.
“Kalau tidak salah, yang kami dengar untuk perpanjang sertifikat itu bisa puluhan juta. Memang kalau dibagi merata pada sejumlah petani yang lahannya masuk sertifikat bisa murah. Tapi kan kalau dihitung hasil pertanian yang tidak seberapa itu digunakan untuk perpanjang ini yang masih kami pikir matang,” ucapnya.
Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan Syaifuddin Zuhri menjelaskan, pada akhir 2018, Pemkab Lumajang memfasilitasi para petani yang ingin memproduksi pertanian organik diajukan sertifikasi padi organik. Seperti Kecamatan Jatiroto, Randuagung, dan Kecamatan Candipuro.
Luasan lahan tersebut cukup variatif dan tidak satu kawasan. Sebab, memang dalam rangka rintisan. Harapannya semua gapoktan bisa tergabung. “Kami sudah menyiapkan biayanya untuk perpanjang. Kami akui memang itu perlu didampingi sampai petani benar-benar bisa mandiri,” pungkasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Akhir tahun ini, masa berlaku sertifikat padi organik milik tiga gabungan kelompok tani (gapoktan) di Lumajang bakal habis. Beberapa di antaranya mulai waswas jika harus mengeluarkan biaya cukup mahal untuk memperpanjang sertifikat tersebut. Sebab, biayanya mencapai puluhan juta rupiah.
Diakui, pertanian organik memang punya beberapa kelebihan. Proses penanaman dan perawatannya dapat dikatakan ikut menjaga kelestarian lingkungan dan kesuburan tanah. Bahkan, juga menghasilkan produk pertanian bernilai jual tinggi yang mampu meningkatkan kesehatan konsumen.
Ketua Gapoktan Sumber Rejeki Adi mengatakan, ada beberapa hektare lahan pertanian milik warga yang terdaftar sebagai lahan pertanian organik. Lahan tersebut tersebar di beberapa lokasi di Kecamatan Jatiroto. Secara keseluruhan, ada sekitar 5 sampai 6 hektare lahan sawah padi.
“Kalau tidak salah, yang kami dengar untuk perpanjang sertifikat itu bisa puluhan juta. Memang kalau dibagi merata pada sejumlah petani yang lahannya masuk sertifikat bisa murah. Tapi kan kalau dihitung hasil pertanian yang tidak seberapa itu digunakan untuk perpanjang ini yang masih kami pikir matang,” ucapnya.
Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan Syaifuddin Zuhri menjelaskan, pada akhir 2018, Pemkab Lumajang memfasilitasi para petani yang ingin memproduksi pertanian organik diajukan sertifikasi padi organik. Seperti Kecamatan Jatiroto, Randuagung, dan Kecamatan Candipuro.
Luasan lahan tersebut cukup variatif dan tidak satu kawasan. Sebab, memang dalam rangka rintisan. Harapannya semua gapoktan bisa tergabung. “Kami sudah menyiapkan biayanya untuk perpanjang. Kami akui memang itu perlu didampingi sampai petani benar-benar bisa mandiri,” pungkasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Akhir tahun ini, masa berlaku sertifikat padi organik milik tiga gabungan kelompok tani (gapoktan) di Lumajang bakal habis. Beberapa di antaranya mulai waswas jika harus mengeluarkan biaya cukup mahal untuk memperpanjang sertifikat tersebut. Sebab, biayanya mencapai puluhan juta rupiah.
Diakui, pertanian organik memang punya beberapa kelebihan. Proses penanaman dan perawatannya dapat dikatakan ikut menjaga kelestarian lingkungan dan kesuburan tanah. Bahkan, juga menghasilkan produk pertanian bernilai jual tinggi yang mampu meningkatkan kesehatan konsumen.
Ketua Gapoktan Sumber Rejeki Adi mengatakan, ada beberapa hektare lahan pertanian milik warga yang terdaftar sebagai lahan pertanian organik. Lahan tersebut tersebar di beberapa lokasi di Kecamatan Jatiroto. Secara keseluruhan, ada sekitar 5 sampai 6 hektare lahan sawah padi.
“Kalau tidak salah, yang kami dengar untuk perpanjang sertifikat itu bisa puluhan juta. Memang kalau dibagi merata pada sejumlah petani yang lahannya masuk sertifikat bisa murah. Tapi kan kalau dihitung hasil pertanian yang tidak seberapa itu digunakan untuk perpanjang ini yang masih kami pikir matang,” ucapnya.
Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan Syaifuddin Zuhri menjelaskan, pada akhir 2018, Pemkab Lumajang memfasilitasi para petani yang ingin memproduksi pertanian organik diajukan sertifikasi padi organik. Seperti Kecamatan Jatiroto, Randuagung, dan Kecamatan Candipuro.
Luasan lahan tersebut cukup variatif dan tidak satu kawasan. Sebab, memang dalam rangka rintisan. Harapannya semua gapoktan bisa tergabung. “Kami sudah menyiapkan biayanya untuk perpanjang. Kami akui memang itu perlu didampingi sampai petani benar-benar bisa mandiri,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/