22.8 C
Jember
Tuesday, 7 February 2023

Perceraian ASN di Kabupaten Lumajang, Mediasi Tak Mempan

Pekerjaan dan gaji mapan sebagai aparatur sipil negara (ASN) ternyata tak menjamin kehidupan rumah tangga bahagia. Sebab, kesalahan kecil yang terjadi antara pasangan suami istri membuat hubungan renggang. Keputusan akhir, keduanya memilih berpisah.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Membangun rumah tangga memang diperlukan kesiapan yang matang. Baik secara finansial, fisik, hingga mental. Sebab, sejatinya menjalin hubungan pernikahan tidak sebentar. Sehingga susah dan senangnya kehidupan perlu dijalani bersama.

BACA JUGA : Layanannya Sultan, Fotografer Profesional Disiapkan

Bagi aparatur sipil Negara (ASN), tentu ini tidak mudah. Meskipun kedudukan dan pendapatannya sudah mantap, tidak lantas menjamin biduk rumah tangga langgeng. Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lumajang, selama tahun 2022, ada belasan ASN memilih mengakhirinya dengan cerai.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan BKD Lumajang Choirul Mas’udin menyebut, tahun lalu jumlah izin cerai mengalami penurunan. Sebab, pada tahun 2021 ada 23 pengajuan izin cerai pegawai negeri sipil (PNS). “Tahun 2022 turun jadi 18 PNS yang cerai,” ujarnya.

Mas’udin membeberkan, ada banyak alasan suami atau istri memilih pisah. Paling banyak karena masalah nafkah atau keuangan. Sementara, masalah pisah rumah ada tujuh kasus. Sedangkan alasan perselingkuhan juga ada dengan dua kasus. Terkecil, alasan perbedaan pendapat berjumlah satu kasus perceraian.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Membangun rumah tangga memang diperlukan kesiapan yang matang. Baik secara finansial, fisik, hingga mental. Sebab, sejatinya menjalin hubungan pernikahan tidak sebentar. Sehingga susah dan senangnya kehidupan perlu dijalani bersama.

BACA JUGA : Layanannya Sultan, Fotografer Profesional Disiapkan

Bagi aparatur sipil Negara (ASN), tentu ini tidak mudah. Meskipun kedudukan dan pendapatannya sudah mantap, tidak lantas menjamin biduk rumah tangga langgeng. Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lumajang, selama tahun 2022, ada belasan ASN memilih mengakhirinya dengan cerai.

Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan BKD Lumajang Choirul Mas’udin menyebut, tahun lalu jumlah izin cerai mengalami penurunan. Sebab, pada tahun 2021 ada 23 pengajuan izin cerai pegawai negeri sipil (PNS). “Tahun 2022 turun jadi 18 PNS yang cerai,” ujarnya.

Mas’udin membeberkan, ada banyak alasan suami atau istri memilih pisah. Paling banyak karena masalah nafkah atau keuangan. Sementara, masalah pisah rumah ada tujuh kasus. Sedangkan alasan perselingkuhan juga ada dengan dua kasus. Terkecil, alasan perbedaan pendapat berjumlah satu kasus perceraian.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Membangun rumah tangga memang diperlukan kesiapan yang matang. Baik secara finansial, fisik, hingga mental. Sebab, sejatinya menjalin hubungan pernikahan tidak sebentar. Sehingga susah dan senangnya kehidupan perlu dijalani bersama.

BACA JUGA : Layanannya Sultan, Fotografer Profesional Disiapkan

Bagi aparatur sipil Negara (ASN), tentu ini tidak mudah. Meskipun kedudukan dan pendapatannya sudah mantap, tidak lantas menjamin biduk rumah tangga langgeng. Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lumajang, selama tahun 2022, ada belasan ASN memilih mengakhirinya dengan cerai.

Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan BKD Lumajang Choirul Mas’udin menyebut, tahun lalu jumlah izin cerai mengalami penurunan. Sebab, pada tahun 2021 ada 23 pengajuan izin cerai pegawai negeri sipil (PNS). “Tahun 2022 turun jadi 18 PNS yang cerai,” ujarnya.

Mas’udin membeberkan, ada banyak alasan suami atau istri memilih pisah. Paling banyak karena masalah nafkah atau keuangan. Sementara, masalah pisah rumah ada tujuh kasus. Sedangkan alasan perselingkuhan juga ada dengan dua kasus. Terkecil, alasan perbedaan pendapat berjumlah satu kasus perceraian.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca