22.8 C
Jember
Tuesday, 7 February 2023

Padahal Izin Perceraian Sudah Dipersulit

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Perjalanan rumah tangga ASN tidak selamanya mulus. Permasalahan kecil penghambat memang sering terjadi. Walau akhirnya memilih berpisah dengan cerai, prosesnya tidak semudah membalikkan telapak tangan.

BACA JUGA : Benarkah Perpanjangan Masa Jabatan sebagai Solusi Problem Desa?

Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan BKD Lumajang Choirul Mas’udin mengungkapkan, tahapan pengajuan izin itu banyak dan lama. Sebab, sejatinya BKD tidak ingin PNS bercerai.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meski demikian, hal itu tidak membuat PNS mundur. Sebab, beragam tahapan itu tetap dilalui. Termasuk mediasi di beberapa tingkat.

Awalnya, jika ada masalah, penyelesaiannya di masing-masing OPD. Jika gagal, mediasi dilakukan di tingkat lebih tinggi. Ini melibatkan inspektorat dan instansi lain yang tergabung dalam Badan Penasihat, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4). Tujuannya dilakukan mediasi untuk mencegah angka perceraian PNS.

“Hasil mediasi itu ada beberapa yang berhasil. Tetapi, lebih banyak yang tetap lanjut bercerai,” ungkapnya. Jika tetap berlanjut, BP4 akan mengeluarkan surat keterangan dan rekomendasi. Hal itu menjadi dasar pihaknya mengizinkan PNS bercerai.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Perjalanan rumah tangga ASN tidak selamanya mulus. Permasalahan kecil penghambat memang sering terjadi. Walau akhirnya memilih berpisah dengan cerai, prosesnya tidak semudah membalikkan telapak tangan.

BACA JUGA : Benarkah Perpanjangan Masa Jabatan sebagai Solusi Problem Desa?

Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan BKD Lumajang Choirul Mas’udin mengungkapkan, tahapan pengajuan izin itu banyak dan lama. Sebab, sejatinya BKD tidak ingin PNS bercerai.

Meski demikian, hal itu tidak membuat PNS mundur. Sebab, beragam tahapan itu tetap dilalui. Termasuk mediasi di beberapa tingkat.

Awalnya, jika ada masalah, penyelesaiannya di masing-masing OPD. Jika gagal, mediasi dilakukan di tingkat lebih tinggi. Ini melibatkan inspektorat dan instansi lain yang tergabung dalam Badan Penasihat, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4). Tujuannya dilakukan mediasi untuk mencegah angka perceraian PNS.

“Hasil mediasi itu ada beberapa yang berhasil. Tetapi, lebih banyak yang tetap lanjut bercerai,” ungkapnya. Jika tetap berlanjut, BP4 akan mengeluarkan surat keterangan dan rekomendasi. Hal itu menjadi dasar pihaknya mengizinkan PNS bercerai.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Perjalanan rumah tangga ASN tidak selamanya mulus. Permasalahan kecil penghambat memang sering terjadi. Walau akhirnya memilih berpisah dengan cerai, prosesnya tidak semudah membalikkan telapak tangan.

BACA JUGA : Benarkah Perpanjangan Masa Jabatan sebagai Solusi Problem Desa?

Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan BKD Lumajang Choirul Mas’udin mengungkapkan, tahapan pengajuan izin itu banyak dan lama. Sebab, sejatinya BKD tidak ingin PNS bercerai.

Meski demikian, hal itu tidak membuat PNS mundur. Sebab, beragam tahapan itu tetap dilalui. Termasuk mediasi di beberapa tingkat.

Awalnya, jika ada masalah, penyelesaiannya di masing-masing OPD. Jika gagal, mediasi dilakukan di tingkat lebih tinggi. Ini melibatkan inspektorat dan instansi lain yang tergabung dalam Badan Penasihat, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4). Tujuannya dilakukan mediasi untuk mencegah angka perceraian PNS.

“Hasil mediasi itu ada beberapa yang berhasil. Tetapi, lebih banyak yang tetap lanjut bercerai,” ungkapnya. Jika tetap berlanjut, BP4 akan mengeluarkan surat keterangan dan rekomendasi. Hal itu menjadi dasar pihaknya mengizinkan PNS bercerai.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca