alexametrics
23.1 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Ribuan KPM PKH Terdampak Bencana Gunung Semeru

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebanyak 1.193 kelompok penerima manfaat (KPM) bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) terdampak bencana awan panas guguran (APG) Gunung Semeru. Dari jumlah tersebut, 108 rumah KPM rusak, empat KPM meninggal dunia dan empat kartu keluarga sejahtera (KKS) hilang.

Koordinator Kabupaten (Korkab) 1 PKH Kabupaten Lumajang Akbar Alamin mengungkapkan, pendataan sudah dilakukan. Hasilnya, empat KPM yang meninggal tersebut berasal dari dua kecamatan. Dua KPM asal Dusun Curahkobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Sementara, dua lainnya berasal dari Dusun Kebondeli Utara, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

“Kami identifikasi KPM yang tinggal di kawasan terdampak. Sebagian besar mengungsi di posko pengungsian dan rumah saudaranya yang jauh dari rumah mereka. Memang ada KKS yang tidak bisa diselamatkan karena rusak dan hilang. Oleh karena itu, kami terus berkomunikasi dengan pihak bank agar dibuatkan KKS baru. Ini sebagai langkah agar bantuan bisa diterima mereka,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mengatakan, bantuan PKH tahap 4 memang sudah cair di awal Desember. Hampir 90 persen masyarakat sudah menerima dan mengambil bantuan tersebut. Sementara itu, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pendamping PKH antarkecamatan. Sehingga bantuan bisa dipastikan sudah tersalurkan keseluruhan.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Lumajang Dewi Susiyati menjelaskan, pihaknya sudah berkirim surat ke Kementerian Sosial mengenai kendala bansos PKH. Terutama bagi masyarakat terdampak. Sebab, mereka menjadi prioritas penerima bantuan saat ini.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebanyak 1.193 kelompok penerima manfaat (KPM) bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) terdampak bencana awan panas guguran (APG) Gunung Semeru. Dari jumlah tersebut, 108 rumah KPM rusak, empat KPM meninggal dunia dan empat kartu keluarga sejahtera (KKS) hilang.

Koordinator Kabupaten (Korkab) 1 PKH Kabupaten Lumajang Akbar Alamin mengungkapkan, pendataan sudah dilakukan. Hasilnya, empat KPM yang meninggal tersebut berasal dari dua kecamatan. Dua KPM asal Dusun Curahkobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Sementara, dua lainnya berasal dari Dusun Kebondeli Utara, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

“Kami identifikasi KPM yang tinggal di kawasan terdampak. Sebagian besar mengungsi di posko pengungsian dan rumah saudaranya yang jauh dari rumah mereka. Memang ada KKS yang tidak bisa diselamatkan karena rusak dan hilang. Oleh karena itu, kami terus berkomunikasi dengan pihak bank agar dibuatkan KKS baru. Ini sebagai langkah agar bantuan bisa diterima mereka,” ujarnya.

Dia mengatakan, bantuan PKH tahap 4 memang sudah cair di awal Desember. Hampir 90 persen masyarakat sudah menerima dan mengambil bantuan tersebut. Sementara itu, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pendamping PKH antarkecamatan. Sehingga bantuan bisa dipastikan sudah tersalurkan keseluruhan.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Lumajang Dewi Susiyati menjelaskan, pihaknya sudah berkirim surat ke Kementerian Sosial mengenai kendala bansos PKH. Terutama bagi masyarakat terdampak. Sebab, mereka menjadi prioritas penerima bantuan saat ini.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebanyak 1.193 kelompok penerima manfaat (KPM) bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) terdampak bencana awan panas guguran (APG) Gunung Semeru. Dari jumlah tersebut, 108 rumah KPM rusak, empat KPM meninggal dunia dan empat kartu keluarga sejahtera (KKS) hilang.

Koordinator Kabupaten (Korkab) 1 PKH Kabupaten Lumajang Akbar Alamin mengungkapkan, pendataan sudah dilakukan. Hasilnya, empat KPM yang meninggal tersebut berasal dari dua kecamatan. Dua KPM asal Dusun Curahkobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Sementara, dua lainnya berasal dari Dusun Kebondeli Utara, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

“Kami identifikasi KPM yang tinggal di kawasan terdampak. Sebagian besar mengungsi di posko pengungsian dan rumah saudaranya yang jauh dari rumah mereka. Memang ada KKS yang tidak bisa diselamatkan karena rusak dan hilang. Oleh karena itu, kami terus berkomunikasi dengan pihak bank agar dibuatkan KKS baru. Ini sebagai langkah agar bantuan bisa diterima mereka,” ujarnya.

Dia mengatakan, bantuan PKH tahap 4 memang sudah cair di awal Desember. Hampir 90 persen masyarakat sudah menerima dan mengambil bantuan tersebut. Sementara itu, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pendamping PKH antarkecamatan. Sehingga bantuan bisa dipastikan sudah tersalurkan keseluruhan.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Lumajang Dewi Susiyati menjelaskan, pihaknya sudah berkirim surat ke Kementerian Sosial mengenai kendala bansos PKH. Terutama bagi masyarakat terdampak. Sebab, mereka menjadi prioritas penerima bantuan saat ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/