alexametrics
30.9 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Baliho Puan Merajalela

Mobile_AP_Rectangle 1

PENANGGAL, Radar Semeru – Deretan baliho yang menampilkan gambar Ketua DPR RI Puan Maharani di lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru bukannya direspons positif, tetapi justru dapat kritikan dari warga terdampak dan relawan. Terutama yang terpasang di jalan menuju lokasi pengungsian Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro.

Padahal baliho itu bertuliskan ungkapan bela sungkawa sekaligus mengajak semangat melewati bencana. “Tangismu, tangisku. Ceriamu, ceriaku. Saatnya bangkit menatap masa depan,” bunyi teks pada baliho Puan.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, pemasangan baliho itu kemungkinan besar terjadi pada Minggu (19/12) malam. Tepatnya sehari sebelum kunjungan Politisi PDIP tersebut ke Lumajang. Padahal, Mantan Menko PMK tersebut hanya ke Kecamatan Pronojiwo, bukan ke Kecamatan Candipuro.

Mobile_AP_Rectangle 2

Muhammad Najmudin, warga Desa Penanggal, menilai baliho Ketua DPR RI tersebut berlebihan. Dia keberatan dengan banyaknya baliho yang tersebar di banyak titik. Sebab, saat ini para pengungsi sedang membutuhkan kebutuhan untuk pemulihan dampak pascabencana.

“Di sini ada mungkin 20 lebih. Itu mulai masuk Desa Penanggal sampai arah ke Desa Sumbermujur lewat pasar. Saya menyayangkan aksi itu, karena ini sedang kondisi bencana, tetapi masih sempat-sempatnya promosi diri sendiri. Kurang pas,” katanya.

- Advertisement -

PENANGGAL, Radar Semeru – Deretan baliho yang menampilkan gambar Ketua DPR RI Puan Maharani di lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru bukannya direspons positif, tetapi justru dapat kritikan dari warga terdampak dan relawan. Terutama yang terpasang di jalan menuju lokasi pengungsian Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro.

Padahal baliho itu bertuliskan ungkapan bela sungkawa sekaligus mengajak semangat melewati bencana. “Tangismu, tangisku. Ceriamu, ceriaku. Saatnya bangkit menatap masa depan,” bunyi teks pada baliho Puan.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, pemasangan baliho itu kemungkinan besar terjadi pada Minggu (19/12) malam. Tepatnya sehari sebelum kunjungan Politisi PDIP tersebut ke Lumajang. Padahal, Mantan Menko PMK tersebut hanya ke Kecamatan Pronojiwo, bukan ke Kecamatan Candipuro.

Muhammad Najmudin, warga Desa Penanggal, menilai baliho Ketua DPR RI tersebut berlebihan. Dia keberatan dengan banyaknya baliho yang tersebar di banyak titik. Sebab, saat ini para pengungsi sedang membutuhkan kebutuhan untuk pemulihan dampak pascabencana.

“Di sini ada mungkin 20 lebih. Itu mulai masuk Desa Penanggal sampai arah ke Desa Sumbermujur lewat pasar. Saya menyayangkan aksi itu, karena ini sedang kondisi bencana, tetapi masih sempat-sempatnya promosi diri sendiri. Kurang pas,” katanya.

PENANGGAL, Radar Semeru – Deretan baliho yang menampilkan gambar Ketua DPR RI Puan Maharani di lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru bukannya direspons positif, tetapi justru dapat kritikan dari warga terdampak dan relawan. Terutama yang terpasang di jalan menuju lokasi pengungsian Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro.

Padahal baliho itu bertuliskan ungkapan bela sungkawa sekaligus mengajak semangat melewati bencana. “Tangismu, tangisku. Ceriamu, ceriaku. Saatnya bangkit menatap masa depan,” bunyi teks pada baliho Puan.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, pemasangan baliho itu kemungkinan besar terjadi pada Minggu (19/12) malam. Tepatnya sehari sebelum kunjungan Politisi PDIP tersebut ke Lumajang. Padahal, Mantan Menko PMK tersebut hanya ke Kecamatan Pronojiwo, bukan ke Kecamatan Candipuro.

Muhammad Najmudin, warga Desa Penanggal, menilai baliho Ketua DPR RI tersebut berlebihan. Dia keberatan dengan banyaknya baliho yang tersebar di banyak titik. Sebab, saat ini para pengungsi sedang membutuhkan kebutuhan untuk pemulihan dampak pascabencana.

“Di sini ada mungkin 20 lebih. Itu mulai masuk Desa Penanggal sampai arah ke Desa Sumbermujur lewat pasar. Saya menyayangkan aksi itu, karena ini sedang kondisi bencana, tetapi masih sempat-sempatnya promosi diri sendiri. Kurang pas,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/