23.9 C
Jember
Friday, 3 February 2023

Perkembangan HIV/AIDS di Lumajang Meningkat

Dua tahun terakhir, Covid-19 menjadi fokus utama pengendalian penyakit di tengah masyarakat. Akibatnya sejumlah penyakit berbahaya lainnya menjadi kurang diperhatikan. Seperti halnya HIV/AIDS. Sebab, setelah dilakukan testing kembali, jumlahnya cukup mencengangkan.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Lumajang mencatat, ada kenaikan kasus human immunodeficiency virus/acquired immune deficiency syndrome (HIV/AIDS) di paruh tahun ini. Hingga akhir Agustus, jumlahnya sudah mencapai 284 kasus. Hal itu lebih tinggi dibanding tahun 2021 dan 2020 dengan masing-masing 174 dan 233 kasus.

BACA JUGA : Playoff Grup II, Tim Piala Davis Indonesia Hadapi Vietnam

Jumlah itu memang masih sementara. Sebab, hasil penelusuran dan penemuan kasus baru (tracing dan testing), jumlahnya terus merangkak naik. “Data ini masih belum valid. Karena validasi data akan dilakukan di akhir tahun. Tetapi, kalau melihat jumlahnya, dimungkinkan akan terus naik. Sebab, masih ada empat bulan lagi,” ungkap Koordinator Sub-Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinkes P2KB Lumajang Askap Hariyanto.

Mobile_AP_Rectangle 2

Askap mengatakan, tidak ada perbedaan jauh antara penderita HIV/AIDS berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Sebab, berdasarkan data beberapa tahun terakhir, jumlah kasusnya lebih banyak ditemukan pada kaum lelaki. Selisih keduanya hanya delapan persen.

Perinciannya, lanjut Askap, proporsi HIV baru tahun 2019–2021 pada jenis kelamin laki-laki 54 persen. Sementara, pada perempuan 46 persen. Sedangkan rentang usia yang tertular virus HIV maupun penyakit AIDS antara 25–49 tahun.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Lumajang mencatat, ada kenaikan kasus human immunodeficiency virus/acquired immune deficiency syndrome (HIV/AIDS) di paruh tahun ini. Hingga akhir Agustus, jumlahnya sudah mencapai 284 kasus. Hal itu lebih tinggi dibanding tahun 2021 dan 2020 dengan masing-masing 174 dan 233 kasus.

BACA JUGA : Playoff Grup II, Tim Piala Davis Indonesia Hadapi Vietnam

Jumlah itu memang masih sementara. Sebab, hasil penelusuran dan penemuan kasus baru (tracing dan testing), jumlahnya terus merangkak naik. “Data ini masih belum valid. Karena validasi data akan dilakukan di akhir tahun. Tetapi, kalau melihat jumlahnya, dimungkinkan akan terus naik. Sebab, masih ada empat bulan lagi,” ungkap Koordinator Sub-Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinkes P2KB Lumajang Askap Hariyanto.

Askap mengatakan, tidak ada perbedaan jauh antara penderita HIV/AIDS berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Sebab, berdasarkan data beberapa tahun terakhir, jumlah kasusnya lebih banyak ditemukan pada kaum lelaki. Selisih keduanya hanya delapan persen.

Perinciannya, lanjut Askap, proporsi HIV baru tahun 2019–2021 pada jenis kelamin laki-laki 54 persen. Sementara, pada perempuan 46 persen. Sedangkan rentang usia yang tertular virus HIV maupun penyakit AIDS antara 25–49 tahun.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Lumajang mencatat, ada kenaikan kasus human immunodeficiency virus/acquired immune deficiency syndrome (HIV/AIDS) di paruh tahun ini. Hingga akhir Agustus, jumlahnya sudah mencapai 284 kasus. Hal itu lebih tinggi dibanding tahun 2021 dan 2020 dengan masing-masing 174 dan 233 kasus.

BACA JUGA : Playoff Grup II, Tim Piala Davis Indonesia Hadapi Vietnam

Jumlah itu memang masih sementara. Sebab, hasil penelusuran dan penemuan kasus baru (tracing dan testing), jumlahnya terus merangkak naik. “Data ini masih belum valid. Karena validasi data akan dilakukan di akhir tahun. Tetapi, kalau melihat jumlahnya, dimungkinkan akan terus naik. Sebab, masih ada empat bulan lagi,” ungkap Koordinator Sub-Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinkes P2KB Lumajang Askap Hariyanto.

Askap mengatakan, tidak ada perbedaan jauh antara penderita HIV/AIDS berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Sebab, berdasarkan data beberapa tahun terakhir, jumlah kasusnya lebih banyak ditemukan pada kaum lelaki. Selisih keduanya hanya delapan persen.

Perinciannya, lanjut Askap, proporsi HIV baru tahun 2019–2021 pada jenis kelamin laki-laki 54 persen. Sementara, pada perempuan 46 persen. Sedangkan rentang usia yang tertular virus HIV maupun penyakit AIDS antara 25–49 tahun.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca