alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Pengerjaan Pelebaran Jalan Mahakam Sudah 80 Persen

Dikerjakan Malam, Hindari Kemacetan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebagian besar aktivitas masyarakat lebih padat dilakukan saat siang hari. Sementara saat malam, mobilitas keluar rumah atau berkegiatan lainnya sangat minim. Hal tersebut dimanfaatkan UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan Probolinggo untuk mempercepat pengerjaan pelebaran Jalan Mahakam, Jogotrunan, Lumajang. Beberapa hari terakhir, proyek pengerjaan tersebut dilakukan pada malam hari.

Alasannya, pengerjaan malam hari bisa menghindari gangguan lalu lintas setempat. Sebab, jalan tersebut merupakan jalur dari dan ke arah kawasan kota. “Pengerjaan di lokasi itu kini menyisakan pengaspalan saja. Sedangkan hal minor lainnya hanya sedikit. Kami pilih malam, karena itu jauh lebih aman dan tidak mengganggu lalu lintas sekitar kota,” kata Emil Wahyudianto, PPK Rehab Jalan dan Jembatan UPT PJJ Probolinggo.

Emil menjelaskan, pengerjaan tersebut sudah berjalan 80 persen. Pengerjaan sempurna diperkirakan selesai sepuluh hari ke depan. Namun, pihaknya belum bisa memastikan. Sebab, hal tersebut bergantung pada perkembangan di lapangan. Namun, secara umum, kendala yang selama ini dihadapi sudah menurun.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Pengerjaan aspal ini sebisa mungkin tidak mengganggu masyarakat. Sesuai prediksi, sepuluh hari, masyarakat bisa melintasi Jalan Mahakam tanpa hambatan. Sementara ini, kami terus memastikan agar sarana jalan bisa lebih maksimal. Beton pelebaran sudah semuanya. Sedangkan ada satu jembatan yang kami lebarkan bahu jalannya. Nah, karena ada pengaspalan, maka tinggi jalan tidak sama dengan sebelumnya,” jelasnya.

Dia menyebut, ketinggian jalan bertambah enam sentimeter. Akibatnya, tinggi jalan dengan bahu jalan berbeda. Pihaknya mengimbau agar masyarakat berhati-hati. Sebab, pemerataan jalan dengan bahu jalan belum maksimal. Pemerataan hanya dilakukan di sejumlah titik saja. Yakni akses jalan masuk atau gang dan fasilitas umum seperti masjid dan SPBU yang berada di samping jalan.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebagian besar aktivitas masyarakat lebih padat dilakukan saat siang hari. Sementara saat malam, mobilitas keluar rumah atau berkegiatan lainnya sangat minim. Hal tersebut dimanfaatkan UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan Probolinggo untuk mempercepat pengerjaan pelebaran Jalan Mahakam, Jogotrunan, Lumajang. Beberapa hari terakhir, proyek pengerjaan tersebut dilakukan pada malam hari.

Alasannya, pengerjaan malam hari bisa menghindari gangguan lalu lintas setempat. Sebab, jalan tersebut merupakan jalur dari dan ke arah kawasan kota. “Pengerjaan di lokasi itu kini menyisakan pengaspalan saja. Sedangkan hal minor lainnya hanya sedikit. Kami pilih malam, karena itu jauh lebih aman dan tidak mengganggu lalu lintas sekitar kota,” kata Emil Wahyudianto, PPK Rehab Jalan dan Jembatan UPT PJJ Probolinggo.

Emil menjelaskan, pengerjaan tersebut sudah berjalan 80 persen. Pengerjaan sempurna diperkirakan selesai sepuluh hari ke depan. Namun, pihaknya belum bisa memastikan. Sebab, hal tersebut bergantung pada perkembangan di lapangan. Namun, secara umum, kendala yang selama ini dihadapi sudah menurun.

“Pengerjaan aspal ini sebisa mungkin tidak mengganggu masyarakat. Sesuai prediksi, sepuluh hari, masyarakat bisa melintasi Jalan Mahakam tanpa hambatan. Sementara ini, kami terus memastikan agar sarana jalan bisa lebih maksimal. Beton pelebaran sudah semuanya. Sedangkan ada satu jembatan yang kami lebarkan bahu jalannya. Nah, karena ada pengaspalan, maka tinggi jalan tidak sama dengan sebelumnya,” jelasnya.

Dia menyebut, ketinggian jalan bertambah enam sentimeter. Akibatnya, tinggi jalan dengan bahu jalan berbeda. Pihaknya mengimbau agar masyarakat berhati-hati. Sebab, pemerataan jalan dengan bahu jalan belum maksimal. Pemerataan hanya dilakukan di sejumlah titik saja. Yakni akses jalan masuk atau gang dan fasilitas umum seperti masjid dan SPBU yang berada di samping jalan.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sebagian besar aktivitas masyarakat lebih padat dilakukan saat siang hari. Sementara saat malam, mobilitas keluar rumah atau berkegiatan lainnya sangat minim. Hal tersebut dimanfaatkan UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan Probolinggo untuk mempercepat pengerjaan pelebaran Jalan Mahakam, Jogotrunan, Lumajang. Beberapa hari terakhir, proyek pengerjaan tersebut dilakukan pada malam hari.

Alasannya, pengerjaan malam hari bisa menghindari gangguan lalu lintas setempat. Sebab, jalan tersebut merupakan jalur dari dan ke arah kawasan kota. “Pengerjaan di lokasi itu kini menyisakan pengaspalan saja. Sedangkan hal minor lainnya hanya sedikit. Kami pilih malam, karena itu jauh lebih aman dan tidak mengganggu lalu lintas sekitar kota,” kata Emil Wahyudianto, PPK Rehab Jalan dan Jembatan UPT PJJ Probolinggo.

Emil menjelaskan, pengerjaan tersebut sudah berjalan 80 persen. Pengerjaan sempurna diperkirakan selesai sepuluh hari ke depan. Namun, pihaknya belum bisa memastikan. Sebab, hal tersebut bergantung pada perkembangan di lapangan. Namun, secara umum, kendala yang selama ini dihadapi sudah menurun.

“Pengerjaan aspal ini sebisa mungkin tidak mengganggu masyarakat. Sesuai prediksi, sepuluh hari, masyarakat bisa melintasi Jalan Mahakam tanpa hambatan. Sementara ini, kami terus memastikan agar sarana jalan bisa lebih maksimal. Beton pelebaran sudah semuanya. Sedangkan ada satu jembatan yang kami lebarkan bahu jalannya. Nah, karena ada pengaspalan, maka tinggi jalan tidak sama dengan sebelumnya,” jelasnya.

Dia menyebut, ketinggian jalan bertambah enam sentimeter. Akibatnya, tinggi jalan dengan bahu jalan berbeda. Pihaknya mengimbau agar masyarakat berhati-hati. Sebab, pemerataan jalan dengan bahu jalan belum maksimal. Pemerataan hanya dilakukan di sejumlah titik saja. Yakni akses jalan masuk atau gang dan fasilitas umum seperti masjid dan SPBU yang berada di samping jalan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/