alexametrics
23 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Evaluasi Capaian Target Vaksinasi, Kecamatan Ranuyoso Terendah

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Upaya Pemkab Lumajang dalam mengejar target 70 persen vaksinasi warga mulai diseriusi. Kemarin, Bupati Lumajang Thoriqul Haq bersama forkopimda menggelar rapat internal di Ruang Mahameru. Hasilnya, Kecamatan Ranuyoso menjadi kecamatan paling rendah dalam program vaksinasi.

Cak Thoriq mengatakan, pelaksanaan program vaksinasi menjadi target prioritas. Sebab, menurut asesmen pemerintah pusat, status level PPKM mengalami penurunan. Artinya, hal baik itu harus dipertahankan. Apalagi, secara umum seluruh daerah di Jawa Timur rata-rata sudah menjadi level 1.

“Untuk Lumajang yang data dari Kemenkes sudah masuk level 2, tetapi data dari Mendagri masih level 3. Nah, ini yang akan kami kejar. Kalau level ini dapat dipertahankan dan terus semakin membaik, maka kami bisa melaksanakan banyak kegiatan masyarakat,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, selain membahas persoalan secara umum, rapat evaluasi itu juga melakukan evaluasi di tingkat daerah. Saat ini, dalam catatan Pemkab Lumajang, Kecamatan Ranuyoso menjadi kecamatan yang memiliki capaian program vaksinasi paling rendah daripada seluruh kecamatan lainnya. “Itu yang kami intervensi nanti. Saya minta nanti Kepala Dinas Kesehatan Lumajang untuk turun ke Ranuyoso. Harapannya semua perangkat yang mendukung vaksinasi bisa kami libatkan. Harapannya dalam waktu dua bulan ini, Lumajang bisa mencapai 70 persen vaksinasi dengan cepat,” tambahnya.

Ada beberapa strategi yang diperbarui untuk mengejar target tersebut. Pertama, selain membuka gerai vaksin, Pemkab Lumajang bakal memaksimalkan mobil Dokter Muter untuk mencari sasaran vaksin. Kedua, melibatkan instansi vertikal untuk mencari sasaran vaksinasi di masing-masing wilayah.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Upaya Pemkab Lumajang dalam mengejar target 70 persen vaksinasi warga mulai diseriusi. Kemarin, Bupati Lumajang Thoriqul Haq bersama forkopimda menggelar rapat internal di Ruang Mahameru. Hasilnya, Kecamatan Ranuyoso menjadi kecamatan paling rendah dalam program vaksinasi.

Cak Thoriq mengatakan, pelaksanaan program vaksinasi menjadi target prioritas. Sebab, menurut asesmen pemerintah pusat, status level PPKM mengalami penurunan. Artinya, hal baik itu harus dipertahankan. Apalagi, secara umum seluruh daerah di Jawa Timur rata-rata sudah menjadi level 1.

“Untuk Lumajang yang data dari Kemenkes sudah masuk level 2, tetapi data dari Mendagri masih level 3. Nah, ini yang akan kami kejar. Kalau level ini dapat dipertahankan dan terus semakin membaik, maka kami bisa melaksanakan banyak kegiatan masyarakat,” katanya.

Menurut dia, selain membahas persoalan secara umum, rapat evaluasi itu juga melakukan evaluasi di tingkat daerah. Saat ini, dalam catatan Pemkab Lumajang, Kecamatan Ranuyoso menjadi kecamatan yang memiliki capaian program vaksinasi paling rendah daripada seluruh kecamatan lainnya. “Itu yang kami intervensi nanti. Saya minta nanti Kepala Dinas Kesehatan Lumajang untuk turun ke Ranuyoso. Harapannya semua perangkat yang mendukung vaksinasi bisa kami libatkan. Harapannya dalam waktu dua bulan ini, Lumajang bisa mencapai 70 persen vaksinasi dengan cepat,” tambahnya.

Ada beberapa strategi yang diperbarui untuk mengejar target tersebut. Pertama, selain membuka gerai vaksin, Pemkab Lumajang bakal memaksimalkan mobil Dokter Muter untuk mencari sasaran vaksin. Kedua, melibatkan instansi vertikal untuk mencari sasaran vaksinasi di masing-masing wilayah.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Upaya Pemkab Lumajang dalam mengejar target 70 persen vaksinasi warga mulai diseriusi. Kemarin, Bupati Lumajang Thoriqul Haq bersama forkopimda menggelar rapat internal di Ruang Mahameru. Hasilnya, Kecamatan Ranuyoso menjadi kecamatan paling rendah dalam program vaksinasi.

Cak Thoriq mengatakan, pelaksanaan program vaksinasi menjadi target prioritas. Sebab, menurut asesmen pemerintah pusat, status level PPKM mengalami penurunan. Artinya, hal baik itu harus dipertahankan. Apalagi, secara umum seluruh daerah di Jawa Timur rata-rata sudah menjadi level 1.

“Untuk Lumajang yang data dari Kemenkes sudah masuk level 2, tetapi data dari Mendagri masih level 3. Nah, ini yang akan kami kejar. Kalau level ini dapat dipertahankan dan terus semakin membaik, maka kami bisa melaksanakan banyak kegiatan masyarakat,” katanya.

Menurut dia, selain membahas persoalan secara umum, rapat evaluasi itu juga melakukan evaluasi di tingkat daerah. Saat ini, dalam catatan Pemkab Lumajang, Kecamatan Ranuyoso menjadi kecamatan yang memiliki capaian program vaksinasi paling rendah daripada seluruh kecamatan lainnya. “Itu yang kami intervensi nanti. Saya minta nanti Kepala Dinas Kesehatan Lumajang untuk turun ke Ranuyoso. Harapannya semua perangkat yang mendukung vaksinasi bisa kami libatkan. Harapannya dalam waktu dua bulan ini, Lumajang bisa mencapai 70 persen vaksinasi dengan cepat,” tambahnya.

Ada beberapa strategi yang diperbarui untuk mengejar target tersebut. Pertama, selain membuka gerai vaksin, Pemkab Lumajang bakal memaksimalkan mobil Dokter Muter untuk mencari sasaran vaksin. Kedua, melibatkan instansi vertikal untuk mencari sasaran vaksinasi di masing-masing wilayah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/