alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Khawatir Hasil Panen Terus Merugi

Dorong Perusahaan Buka Penjualan Tembakau

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Memasuki masa panen raya tembakau, bukannya petani bahagia. Kondisinya malah sebaliknya. Mereka diselimuti rasa cemas. Sebab, salah satu perusahaan kemitraan petani tersebut tak segera membuka penjualan. Akibatnya, petani khawatir tumpukan tembakau di gudangnya makin merugikan.

Setidaknya, ada tiga perusahaan mitra yang menggandeng petani untuk produksi tembakau. Dua di antaranya sudah mulai membuka penjualan. Seperti PT AOI dan PT Sadhana. Sedangkan PT IDS masih belum menerima penjualan. Padahal, tak sedikit petani yang menjadi mitra perusahaan tersebut. Totalnya sekitar 300-an hektare.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Lumajang Dwi Wahyono mengatakan, ketiga perusahaan tersebut membina sekitar 700 hektare lebih lahan tembakau. Seluas 300 hektare lebih petani kasturi rajangan binaan PT Sadhana, 200 hektare lebih petani kasturi krosok dan white burley binaan PT AOI. Terakhir 200 hektare lebih petani kasturi rajangan merupakan binaan PT IDS.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Memasuki masa panen raya tembakau, bukannya petani bahagia. Kondisinya malah sebaliknya. Mereka diselimuti rasa cemas. Sebab, salah satu perusahaan kemitraan petani tersebut tak segera membuka penjualan. Akibatnya, petani khawatir tumpukan tembakau di gudangnya makin merugikan.

Setidaknya, ada tiga perusahaan mitra yang menggandeng petani untuk produksi tembakau. Dua di antaranya sudah mulai membuka penjualan. Seperti PT AOI dan PT Sadhana. Sedangkan PT IDS masih belum menerima penjualan. Padahal, tak sedikit petani yang menjadi mitra perusahaan tersebut. Totalnya sekitar 300-an hektare.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Lumajang Dwi Wahyono mengatakan, ketiga perusahaan tersebut membina sekitar 700 hektare lebih lahan tembakau. Seluas 300 hektare lebih petani kasturi rajangan binaan PT Sadhana, 200 hektare lebih petani kasturi krosok dan white burley binaan PT AOI. Terakhir 200 hektare lebih petani kasturi rajangan merupakan binaan PT IDS.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Memasuki masa panen raya tembakau, bukannya petani bahagia. Kondisinya malah sebaliknya. Mereka diselimuti rasa cemas. Sebab, salah satu perusahaan kemitraan petani tersebut tak segera membuka penjualan. Akibatnya, petani khawatir tumpukan tembakau di gudangnya makin merugikan.

Setidaknya, ada tiga perusahaan mitra yang menggandeng petani untuk produksi tembakau. Dua di antaranya sudah mulai membuka penjualan. Seperti PT AOI dan PT Sadhana. Sedangkan PT IDS masih belum menerima penjualan. Padahal, tak sedikit petani yang menjadi mitra perusahaan tersebut. Totalnya sekitar 300-an hektare.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Lumajang Dwi Wahyono mengatakan, ketiga perusahaan tersebut membina sekitar 700 hektare lebih lahan tembakau. Seluas 300 hektare lebih petani kasturi rajangan binaan PT Sadhana, 200 hektare lebih petani kasturi krosok dan white burley binaan PT AOI. Terakhir 200 hektare lebih petani kasturi rajangan merupakan binaan PT IDS.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/