alexametrics
27.8 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Pelajar Karangsari Ditemukan Tewas di Pasar

Kendaraan dan Handphone Korban Hilang

Mobile_AP_Rectangle 1

JOGOTRUNAN, RADARJEMBER.ID – Keluarga Widi Septian Ariansyah tak bisa berkata banyak setelah mendengar kabar anggota keluarganya tergeletak tak bernyawa di Pasar Hewan Jogotrunan, pagi kemarin. Dugaan sementara, korban dibunuh oleh orang tidak dikenal. Sebab, banyak ditemukan luka bekas senjata tajam.

Sehari-hari, remaja berumur 15 tahun asal Desa Karangsari, Kecamatan Senduro, ini jarang keluar rumah. Biasanya berdiam diri di rumahnya bersama teman-temannya. Namun, kemarin malam remaja ini keluar tanpa pamitan. Sampai akhirnya, keesokan harinya keluarga mendengar kabar jasadnya dibawa ke RSUD dr Haryoto.

Yudi, kakak korban, ketika di rumah sakit menjelaskan, adiknya tidak pernah memiliki masalah yang serius dengan tetangga maupun temannya. Bahkan, setiap malam rumahnya jadi jujukan bermain teman-teman sekolahnya. Namun, malam itu tiba-tiba rumahnya sepi dan adiknya tidak diketahui sedang pergi ke mana.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Saya tidak curiga ke teman-teman desa atau sekolahnya, karena sekarang ketika mendengar adik saya meninggal dibawa ke rumah sakit, mereka langsung ke rumah, menunggu. Ini kemungkinan dari orang luar desa, karena sepeda motor dan handphone-nya hilang saat adik saya ditemukan,” jelasnya.

Sementara itu, Kaur Bin Ops Reskrim Lumajang AKP Sujianto mengatakan, kepolisian saat ini masih terus mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi kejadian serta keluarga. Sebab, ketika ditemukan korban memiliki beberapa luka sobek di bagian tubuh. Terutama bagian tangan dan kepala.

- Advertisement -

JOGOTRUNAN, RADARJEMBER.ID – Keluarga Widi Septian Ariansyah tak bisa berkata banyak setelah mendengar kabar anggota keluarganya tergeletak tak bernyawa di Pasar Hewan Jogotrunan, pagi kemarin. Dugaan sementara, korban dibunuh oleh orang tidak dikenal. Sebab, banyak ditemukan luka bekas senjata tajam.

Sehari-hari, remaja berumur 15 tahun asal Desa Karangsari, Kecamatan Senduro, ini jarang keluar rumah. Biasanya berdiam diri di rumahnya bersama teman-temannya. Namun, kemarin malam remaja ini keluar tanpa pamitan. Sampai akhirnya, keesokan harinya keluarga mendengar kabar jasadnya dibawa ke RSUD dr Haryoto.

Yudi, kakak korban, ketika di rumah sakit menjelaskan, adiknya tidak pernah memiliki masalah yang serius dengan tetangga maupun temannya. Bahkan, setiap malam rumahnya jadi jujukan bermain teman-teman sekolahnya. Namun, malam itu tiba-tiba rumahnya sepi dan adiknya tidak diketahui sedang pergi ke mana.

“Saya tidak curiga ke teman-teman desa atau sekolahnya, karena sekarang ketika mendengar adik saya meninggal dibawa ke rumah sakit, mereka langsung ke rumah, menunggu. Ini kemungkinan dari orang luar desa, karena sepeda motor dan handphone-nya hilang saat adik saya ditemukan,” jelasnya.

Sementara itu, Kaur Bin Ops Reskrim Lumajang AKP Sujianto mengatakan, kepolisian saat ini masih terus mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi kejadian serta keluarga. Sebab, ketika ditemukan korban memiliki beberapa luka sobek di bagian tubuh. Terutama bagian tangan dan kepala.

JOGOTRUNAN, RADARJEMBER.ID – Keluarga Widi Septian Ariansyah tak bisa berkata banyak setelah mendengar kabar anggota keluarganya tergeletak tak bernyawa di Pasar Hewan Jogotrunan, pagi kemarin. Dugaan sementara, korban dibunuh oleh orang tidak dikenal. Sebab, banyak ditemukan luka bekas senjata tajam.

Sehari-hari, remaja berumur 15 tahun asal Desa Karangsari, Kecamatan Senduro, ini jarang keluar rumah. Biasanya berdiam diri di rumahnya bersama teman-temannya. Namun, kemarin malam remaja ini keluar tanpa pamitan. Sampai akhirnya, keesokan harinya keluarga mendengar kabar jasadnya dibawa ke RSUD dr Haryoto.

Yudi, kakak korban, ketika di rumah sakit menjelaskan, adiknya tidak pernah memiliki masalah yang serius dengan tetangga maupun temannya. Bahkan, setiap malam rumahnya jadi jujukan bermain teman-teman sekolahnya. Namun, malam itu tiba-tiba rumahnya sepi dan adiknya tidak diketahui sedang pergi ke mana.

“Saya tidak curiga ke teman-teman desa atau sekolahnya, karena sekarang ketika mendengar adik saya meninggal dibawa ke rumah sakit, mereka langsung ke rumah, menunggu. Ini kemungkinan dari orang luar desa, karena sepeda motor dan handphone-nya hilang saat adik saya ditemukan,” jelasnya.

Sementara itu, Kaur Bin Ops Reskrim Lumajang AKP Sujianto mengatakan, kepolisian saat ini masih terus mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi kejadian serta keluarga. Sebab, ketika ditemukan korban memiliki beberapa luka sobek di bagian tubuh. Terutama bagian tangan dan kepala.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/