alexametrics
26.5 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Mobil Pikap Terbakar, Diduga Api dari Tong Plastik BBM

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIULING, RADARJEMBER.ID – Penggunaan wadah plastik atau jeriken sebagai tempat penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) masih sering dilakukan masyarakat. Padahal, pengisian BBM menggunakan jeriken sudah dilarang. Hal tersebut sudah sesuai aturan. Tentu, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) juga telah mengetahui hal itu.

Pengisian menggunakan jeriken plastik dapat menyebabkan kebakaran. Sebab, hal tersebut berkaitan dengan segitiga api. Yakni BBM, panas, dan udara cukup. Dalam jeriken plastik juga terdapat listrik statis yang bisa memicu timbulnya api. Seperti yang terjadi di Kaliuling, Tempursari, Selasa malam (20/7).

Pikap berwarna putih terbakar di tengah jalan desa. Lokasinya yang jauh dari permukiman warga menyulitkan proses pemadaman. Karenanya, warga hanya membiarkan api padam dengan sendirinya. “Kejadiannya setelah Isya. Sekitar pukul delapan malam. Tempatnya di tengah hutan dan jauh dari rumah warga. Jadi, tidak ada yang menyiram dengan air,” kata Yuyun, salah seorang pengendara.

Mobile_AP_Rectangle 2

Yuyun bersama rombongan hendak menuju arah selatan. Namun, saat dekat lokasi kejadian, dia melihat api berkobar dari salah satu mobil pengendara. Sejumlah pengendara yang berada di sekitar lokasi langsung berhenti dan mendekat. Namun, karena tidak ada air, mereka hanya membiarkannya. Api diduga berasal dari gesekan panas tangki jeriken BBM di mobil pikap.

“Kemungkinan api dari jeriken yang ada di belakang mobil. Informasinya sopir membawa jeriken plastik berisi BBM. Bisa jadi karena mesin di bawah bak panas, sehingga panas itu mengalir ke jeriken. Nah, gesekan itu juga bisa menjadi penghantar api. Beberapa pengendara yang melintas juga mendengar suara ledakan, lalu mobil terbakar seketika,” jelasnya.

- Advertisement -

KALIULING, RADARJEMBER.ID – Penggunaan wadah plastik atau jeriken sebagai tempat penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) masih sering dilakukan masyarakat. Padahal, pengisian BBM menggunakan jeriken sudah dilarang. Hal tersebut sudah sesuai aturan. Tentu, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) juga telah mengetahui hal itu.

Pengisian menggunakan jeriken plastik dapat menyebabkan kebakaran. Sebab, hal tersebut berkaitan dengan segitiga api. Yakni BBM, panas, dan udara cukup. Dalam jeriken plastik juga terdapat listrik statis yang bisa memicu timbulnya api. Seperti yang terjadi di Kaliuling, Tempursari, Selasa malam (20/7).

Pikap berwarna putih terbakar di tengah jalan desa. Lokasinya yang jauh dari permukiman warga menyulitkan proses pemadaman. Karenanya, warga hanya membiarkan api padam dengan sendirinya. “Kejadiannya setelah Isya. Sekitar pukul delapan malam. Tempatnya di tengah hutan dan jauh dari rumah warga. Jadi, tidak ada yang menyiram dengan air,” kata Yuyun, salah seorang pengendara.

Yuyun bersama rombongan hendak menuju arah selatan. Namun, saat dekat lokasi kejadian, dia melihat api berkobar dari salah satu mobil pengendara. Sejumlah pengendara yang berada di sekitar lokasi langsung berhenti dan mendekat. Namun, karena tidak ada air, mereka hanya membiarkannya. Api diduga berasal dari gesekan panas tangki jeriken BBM di mobil pikap.

“Kemungkinan api dari jeriken yang ada di belakang mobil. Informasinya sopir membawa jeriken plastik berisi BBM. Bisa jadi karena mesin di bawah bak panas, sehingga panas itu mengalir ke jeriken. Nah, gesekan itu juga bisa menjadi penghantar api. Beberapa pengendara yang melintas juga mendengar suara ledakan, lalu mobil terbakar seketika,” jelasnya.

KALIULING, RADARJEMBER.ID – Penggunaan wadah plastik atau jeriken sebagai tempat penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) masih sering dilakukan masyarakat. Padahal, pengisian BBM menggunakan jeriken sudah dilarang. Hal tersebut sudah sesuai aturan. Tentu, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) juga telah mengetahui hal itu.

Pengisian menggunakan jeriken plastik dapat menyebabkan kebakaran. Sebab, hal tersebut berkaitan dengan segitiga api. Yakni BBM, panas, dan udara cukup. Dalam jeriken plastik juga terdapat listrik statis yang bisa memicu timbulnya api. Seperti yang terjadi di Kaliuling, Tempursari, Selasa malam (20/7).

Pikap berwarna putih terbakar di tengah jalan desa. Lokasinya yang jauh dari permukiman warga menyulitkan proses pemadaman. Karenanya, warga hanya membiarkan api padam dengan sendirinya. “Kejadiannya setelah Isya. Sekitar pukul delapan malam. Tempatnya di tengah hutan dan jauh dari rumah warga. Jadi, tidak ada yang menyiram dengan air,” kata Yuyun, salah seorang pengendara.

Yuyun bersama rombongan hendak menuju arah selatan. Namun, saat dekat lokasi kejadian, dia melihat api berkobar dari salah satu mobil pengendara. Sejumlah pengendara yang berada di sekitar lokasi langsung berhenti dan mendekat. Namun, karena tidak ada air, mereka hanya membiarkannya. Api diduga berasal dari gesekan panas tangki jeriken BBM di mobil pikap.

“Kemungkinan api dari jeriken yang ada di belakang mobil. Informasinya sopir membawa jeriken plastik berisi BBM. Bisa jadi karena mesin di bawah bak panas, sehingga panas itu mengalir ke jeriken. Nah, gesekan itu juga bisa menjadi penghantar api. Beberapa pengendara yang melintas juga mendengar suara ledakan, lalu mobil terbakar seketika,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/