alexametrics
23.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Gus Wadud Ingatkan Lima Syarat Haji Mabrur

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG RADARJEMBER.ID – Jamaah haji asal Lumajang yang berjumlah 1.126 orang bakal berangkat ke tanah suci pada 26 Juli besok. Semua berharap dari ibadahnya bisa menjadi haji mabrur. Abdul Wadud Nafis, pakar syariat islam yang juga ikut rombongan haji tahun ini mengatakan, ada lima syarat seseorang untuk dikatakan haji mabrur.

Lelaki yang juga dosen di IAIN Jember ini menguraikan, sedikitnya ada lima syarat haji seseorang dikatakan mabrur. “Orang itu akan mendapat gelar dikatakan mabrur harus memenuhi 5 hal,” ungkapnya di sela-sela acara silaturahim pemberangkatan haji siang tadi.

Pertama, menurut dia, harus punya niat yang betul-betul ikhlas. “Harus itu. Semata-mata ibadah hajinya harus demi mendapatkan ridho Allah SWT. Bukan untuk mendapatkan panggilan Abah, ataupun dipanggil kyai, haji dan sebagainnya,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kedua, Riski yang dipakai untuk bayar dan kepentingannya haji itu halal. Baik dari jenis rizki maupun dengan cara mendapatkan rizki itu.

Tentu syarat dan rukun haji sudah ada aturannya. Dan itu mengacu pada fiqih yang berdasarkan pada Alquran dan Hadist. Namun, meskipun terpenuhi, namun jika rizki yang didapat tidak halal, maka sulit dikatakan mabrur.

- Advertisement -

LUMAJANG RADARJEMBER.ID – Jamaah haji asal Lumajang yang berjumlah 1.126 orang bakal berangkat ke tanah suci pada 26 Juli besok. Semua berharap dari ibadahnya bisa menjadi haji mabrur. Abdul Wadud Nafis, pakar syariat islam yang juga ikut rombongan haji tahun ini mengatakan, ada lima syarat seseorang untuk dikatakan haji mabrur.

Lelaki yang juga dosen di IAIN Jember ini menguraikan, sedikitnya ada lima syarat haji seseorang dikatakan mabrur. “Orang itu akan mendapat gelar dikatakan mabrur harus memenuhi 5 hal,” ungkapnya di sela-sela acara silaturahim pemberangkatan haji siang tadi.

Pertama, menurut dia, harus punya niat yang betul-betul ikhlas. “Harus itu. Semata-mata ibadah hajinya harus demi mendapatkan ridho Allah SWT. Bukan untuk mendapatkan panggilan Abah, ataupun dipanggil kyai, haji dan sebagainnya,” jelasnya.

Kedua, Riski yang dipakai untuk bayar dan kepentingannya haji itu halal. Baik dari jenis rizki maupun dengan cara mendapatkan rizki itu.

Tentu syarat dan rukun haji sudah ada aturannya. Dan itu mengacu pada fiqih yang berdasarkan pada Alquran dan Hadist. Namun, meskipun terpenuhi, namun jika rizki yang didapat tidak halal, maka sulit dikatakan mabrur.

LUMAJANG RADARJEMBER.ID – Jamaah haji asal Lumajang yang berjumlah 1.126 orang bakal berangkat ke tanah suci pada 26 Juli besok. Semua berharap dari ibadahnya bisa menjadi haji mabrur. Abdul Wadud Nafis, pakar syariat islam yang juga ikut rombongan haji tahun ini mengatakan, ada lima syarat seseorang untuk dikatakan haji mabrur.

Lelaki yang juga dosen di IAIN Jember ini menguraikan, sedikitnya ada lima syarat haji seseorang dikatakan mabrur. “Orang itu akan mendapat gelar dikatakan mabrur harus memenuhi 5 hal,” ungkapnya di sela-sela acara silaturahim pemberangkatan haji siang tadi.

Pertama, menurut dia, harus punya niat yang betul-betul ikhlas. “Harus itu. Semata-mata ibadah hajinya harus demi mendapatkan ridho Allah SWT. Bukan untuk mendapatkan panggilan Abah, ataupun dipanggil kyai, haji dan sebagainnya,” jelasnya.

Kedua, Riski yang dipakai untuk bayar dan kepentingannya haji itu halal. Baik dari jenis rizki maupun dengan cara mendapatkan rizki itu.

Tentu syarat dan rukun haji sudah ada aturannya. Dan itu mengacu pada fiqih yang berdasarkan pada Alquran dan Hadist. Namun, meskipun terpenuhi, namun jika rizki yang didapat tidak halal, maka sulit dikatakan mabrur.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/