alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Tarik Petugas dari Mulut Tambang

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSUKO, Radar Semeru – Minimnya realisasi pajak pasir sampai pertengahan tahun ini mendorong pemkab melakukan terobosan jitu. Monitoring surat keterangan asal barang (SKAB) atau surat kendali kali ini tidak lagi ditarik di mulut tambang. Melainkan di tiga titik yang menjadi akses keluar truk armada pasir ke luar daerah.

BACA JUGA : Selama Ibadah Haji Merokok Dibatasi 200 Batang

Diakui, sebelumnya monitoring yang dilakukan di mulut tambang ternyata kurang efektif. Analisis bisnis menyebutkan, langkah itu justru membuat kebocoran pajak pasir makin terbuka lebar. Sebab, pemilik stockpile makin leluasa menerima angkutan pasir dari aktivitas pertambangan ilegal.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kabid Perencanaan dan Pengendalian Operasional Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Lumajang Didik Sumartono mengatakan, cukup banyak sopir armada truk yang tidak memiliki SKAB, tetapi mereka mengangkut pasir dari lokasi pertambangan ke stockpile. Sehingga untuk lolos dari kejaran petugas mereka sering main kucing-kucingan.

- Advertisement -

SUMBERSUKO, Radar Semeru – Minimnya realisasi pajak pasir sampai pertengahan tahun ini mendorong pemkab melakukan terobosan jitu. Monitoring surat keterangan asal barang (SKAB) atau surat kendali kali ini tidak lagi ditarik di mulut tambang. Melainkan di tiga titik yang menjadi akses keluar truk armada pasir ke luar daerah.

BACA JUGA : Selama Ibadah Haji Merokok Dibatasi 200 Batang

Diakui, sebelumnya monitoring yang dilakukan di mulut tambang ternyata kurang efektif. Analisis bisnis menyebutkan, langkah itu justru membuat kebocoran pajak pasir makin terbuka lebar. Sebab, pemilik stockpile makin leluasa menerima angkutan pasir dari aktivitas pertambangan ilegal.

Kabid Perencanaan dan Pengendalian Operasional Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Lumajang Didik Sumartono mengatakan, cukup banyak sopir armada truk yang tidak memiliki SKAB, tetapi mereka mengangkut pasir dari lokasi pertambangan ke stockpile. Sehingga untuk lolos dari kejaran petugas mereka sering main kucing-kucingan.

SUMBERSUKO, Radar Semeru – Minimnya realisasi pajak pasir sampai pertengahan tahun ini mendorong pemkab melakukan terobosan jitu. Monitoring surat keterangan asal barang (SKAB) atau surat kendali kali ini tidak lagi ditarik di mulut tambang. Melainkan di tiga titik yang menjadi akses keluar truk armada pasir ke luar daerah.

BACA JUGA : Selama Ibadah Haji Merokok Dibatasi 200 Batang

Diakui, sebelumnya monitoring yang dilakukan di mulut tambang ternyata kurang efektif. Analisis bisnis menyebutkan, langkah itu justru membuat kebocoran pajak pasir makin terbuka lebar. Sebab, pemilik stockpile makin leluasa menerima angkutan pasir dari aktivitas pertambangan ilegal.

Kabid Perencanaan dan Pengendalian Operasional Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Lumajang Didik Sumartono mengatakan, cukup banyak sopir armada truk yang tidak memiliki SKAB, tetapi mereka mengangkut pasir dari lokasi pertambangan ke stockpile. Sehingga untuk lolos dari kejaran petugas mereka sering main kucing-kucingan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/