alexametrics
30.1 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Niat Membantu Malah Tertipu

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Penipuan memang kejam. Tidak peduli dari latar belakang seperti apa, penipuan akan menyasar siapa saja. Bahkan, mereka yang setiap hari bergelut di dunia hukum juga berpeluang menjadi korban penipuan. Salah satunya Ratnaningsih.

Dosen hukum Universitas Lumajang tersebut mengungkapkan pengalamannya ditipu perusahaan asuransi di Lumajang. Ternyata, tidak hanya dia. Tetapi, banyak masyarakat yang menjadi korban. Dari masyarakat biasa, dosen, hingga pejabat. Padahal, sejak awal dia tidak ingin mengambil program asuransi.

“Dulu, bapak pernah menjadi nasabah asuransi dan tertipu. Sejak itu, saya tidak ingin menerima program asuransi dari perusahaan mana pun. Tetapi, beberapa tahun lalu, saya bertemu teman yang bekerja di asuransi. Awalnya saya menolak. Tetapi, setelah tahu suaminya meninggal dan dia harus menghidupi anak-anaknya, saya putuskan untuk ikut program asuransi. Niatnya membantu, malah saya tertipu,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ratna, sapaan akrabnya, mengatakan, penipuan tersebut membuatnya lebih berhati-hati. Sebab, kepercayaan sangat mahal harganya. “Saya sebagai orang hukum saja kena. Apalagi orang lain yang notabene masih awam tentang perlindungan hukum atau perlindungan konsumen. Ini jadi pelajaran untuk tidak ewuh pekewuh,” katanya.

Meski demikian, dia tidak tinggal diam. Perempuan kelahiran Malang tersebut hendak melaporkan penipuan perusahaan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember. “Sudah banyak nasabah yang menjadi korban. Ada yang bertahun-tahun menunggu jawaban dari perusahaan. Tetapi, hingga sekarang tidak kunjung mendapat jawaban. Mereka kecewa dan sudah capek mengurusi semua. Oleh karena itu, saya dan nasabah lain akan melaporkannya ke OJK Jember,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Penipuan memang kejam. Tidak peduli dari latar belakang seperti apa, penipuan akan menyasar siapa saja. Bahkan, mereka yang setiap hari bergelut di dunia hukum juga berpeluang menjadi korban penipuan. Salah satunya Ratnaningsih.

Dosen hukum Universitas Lumajang tersebut mengungkapkan pengalamannya ditipu perusahaan asuransi di Lumajang. Ternyata, tidak hanya dia. Tetapi, banyak masyarakat yang menjadi korban. Dari masyarakat biasa, dosen, hingga pejabat. Padahal, sejak awal dia tidak ingin mengambil program asuransi.

“Dulu, bapak pernah menjadi nasabah asuransi dan tertipu. Sejak itu, saya tidak ingin menerima program asuransi dari perusahaan mana pun. Tetapi, beberapa tahun lalu, saya bertemu teman yang bekerja di asuransi. Awalnya saya menolak. Tetapi, setelah tahu suaminya meninggal dan dia harus menghidupi anak-anaknya, saya putuskan untuk ikut program asuransi. Niatnya membantu, malah saya tertipu,” ungkapnya.

Ratna, sapaan akrabnya, mengatakan, penipuan tersebut membuatnya lebih berhati-hati. Sebab, kepercayaan sangat mahal harganya. “Saya sebagai orang hukum saja kena. Apalagi orang lain yang notabene masih awam tentang perlindungan hukum atau perlindungan konsumen. Ini jadi pelajaran untuk tidak ewuh pekewuh,” katanya.

Meski demikian, dia tidak tinggal diam. Perempuan kelahiran Malang tersebut hendak melaporkan penipuan perusahaan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember. “Sudah banyak nasabah yang menjadi korban. Ada yang bertahun-tahun menunggu jawaban dari perusahaan. Tetapi, hingga sekarang tidak kunjung mendapat jawaban. Mereka kecewa dan sudah capek mengurusi semua. Oleh karena itu, saya dan nasabah lain akan melaporkannya ke OJK Jember,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Penipuan memang kejam. Tidak peduli dari latar belakang seperti apa, penipuan akan menyasar siapa saja. Bahkan, mereka yang setiap hari bergelut di dunia hukum juga berpeluang menjadi korban penipuan. Salah satunya Ratnaningsih.

Dosen hukum Universitas Lumajang tersebut mengungkapkan pengalamannya ditipu perusahaan asuransi di Lumajang. Ternyata, tidak hanya dia. Tetapi, banyak masyarakat yang menjadi korban. Dari masyarakat biasa, dosen, hingga pejabat. Padahal, sejak awal dia tidak ingin mengambil program asuransi.

“Dulu, bapak pernah menjadi nasabah asuransi dan tertipu. Sejak itu, saya tidak ingin menerima program asuransi dari perusahaan mana pun. Tetapi, beberapa tahun lalu, saya bertemu teman yang bekerja di asuransi. Awalnya saya menolak. Tetapi, setelah tahu suaminya meninggal dan dia harus menghidupi anak-anaknya, saya putuskan untuk ikut program asuransi. Niatnya membantu, malah saya tertipu,” ungkapnya.

Ratna, sapaan akrabnya, mengatakan, penipuan tersebut membuatnya lebih berhati-hati. Sebab, kepercayaan sangat mahal harganya. “Saya sebagai orang hukum saja kena. Apalagi orang lain yang notabene masih awam tentang perlindungan hukum atau perlindungan konsumen. Ini jadi pelajaran untuk tidak ewuh pekewuh,” katanya.

Meski demikian, dia tidak tinggal diam. Perempuan kelahiran Malang tersebut hendak melaporkan penipuan perusahaan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember. “Sudah banyak nasabah yang menjadi korban. Ada yang bertahun-tahun menunggu jawaban dari perusahaan. Tetapi, hingga sekarang tidak kunjung mendapat jawaban. Mereka kecewa dan sudah capek mengurusi semua. Oleh karena itu, saya dan nasabah lain akan melaporkannya ke OJK Jember,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/