alexametrics
22.8 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Sehari Dua Pasien Korona Meninggal

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Lumajang sepertinya perlu memencet tombol alarm darurat sedini mungkin. Sebab, bukan hanya pasien tertular yang meningkat, tetapi angka kematian sudah mulai bermunculan. Kemarin, dalam sehari sudah ada dua pasien yang meninggal dunia. Meski masih zona kuning, kewaspadaan dini perlu dilakukan.

Belakangan ini kasus penularan korona makin mengkhawatirkan. Bahkan, ada satu instansi yang harus di-lockdown selama sepekan. Tidak hanya itu, jumlah orang yang meninggal dunia akibat kasus ini juga semakin banyak. Dalam dua hari berturut-turut, ada empat orang yang dimakamkan.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, sejak Senin (21/6) kemarin, ada dua orang yang meninggal dunia. Pertama adalah warga Kecamatan Sukodono dan kedua adalah warga Kecamatan Tempeh. Setelah itu, kemarin ada dua orang lagi meninggal dunia, yaitu warga Kecamatan Senduro dan Kecamatan Candipuro.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala Dinas Kesehatan Lumajang Bayu Wibowo mengatakan, penularan korona memang semakin meningkat. Hal itu diakibatkan penambahan dari klaster keluarga dan hajatan yang cukup dominan. Oleh karenanya, untuk memutus penularan, dirinya meminta warga untuk memperketat penerapan protokol kesehatan.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Lumajang sepertinya perlu memencet tombol alarm darurat sedini mungkin. Sebab, bukan hanya pasien tertular yang meningkat, tetapi angka kematian sudah mulai bermunculan. Kemarin, dalam sehari sudah ada dua pasien yang meninggal dunia. Meski masih zona kuning, kewaspadaan dini perlu dilakukan.

Belakangan ini kasus penularan korona makin mengkhawatirkan. Bahkan, ada satu instansi yang harus di-lockdown selama sepekan. Tidak hanya itu, jumlah orang yang meninggal dunia akibat kasus ini juga semakin banyak. Dalam dua hari berturut-turut, ada empat orang yang dimakamkan.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, sejak Senin (21/6) kemarin, ada dua orang yang meninggal dunia. Pertama adalah warga Kecamatan Sukodono dan kedua adalah warga Kecamatan Tempeh. Setelah itu, kemarin ada dua orang lagi meninggal dunia, yaitu warga Kecamatan Senduro dan Kecamatan Candipuro.

Kepala Dinas Kesehatan Lumajang Bayu Wibowo mengatakan, penularan korona memang semakin meningkat. Hal itu diakibatkan penambahan dari klaster keluarga dan hajatan yang cukup dominan. Oleh karenanya, untuk memutus penularan, dirinya meminta warga untuk memperketat penerapan protokol kesehatan.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Lumajang sepertinya perlu memencet tombol alarm darurat sedini mungkin. Sebab, bukan hanya pasien tertular yang meningkat, tetapi angka kematian sudah mulai bermunculan. Kemarin, dalam sehari sudah ada dua pasien yang meninggal dunia. Meski masih zona kuning, kewaspadaan dini perlu dilakukan.

Belakangan ini kasus penularan korona makin mengkhawatirkan. Bahkan, ada satu instansi yang harus di-lockdown selama sepekan. Tidak hanya itu, jumlah orang yang meninggal dunia akibat kasus ini juga semakin banyak. Dalam dua hari berturut-turut, ada empat orang yang dimakamkan.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, sejak Senin (21/6) kemarin, ada dua orang yang meninggal dunia. Pertama adalah warga Kecamatan Sukodono dan kedua adalah warga Kecamatan Tempeh. Setelah itu, kemarin ada dua orang lagi meninggal dunia, yaitu warga Kecamatan Senduro dan Kecamatan Candipuro.

Kepala Dinas Kesehatan Lumajang Bayu Wibowo mengatakan, penularan korona memang semakin meningkat. Hal itu diakibatkan penambahan dari klaster keluarga dan hajatan yang cukup dominan. Oleh karenanya, untuk memutus penularan, dirinya meminta warga untuk memperketat penerapan protokol kesehatan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/