alexametrics
22.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Ternak Sapi Tertular 813 Ekor, Kambing 29 Ekor

Kerbau Tertular Penyakit Mulut dan Kuku

Mobile_AP_Rectangle 1

BANYUPUTIH KIDUL, Radar Semeru – Penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) semakin mengkhawatirkan saja. Tidak hanya domba dan kambing yang sudah tertular. Terbaru, hewan peliharaan jenis kerbau juga mulai terserang. Tak tanggung-tanggung, sudah ada 28 ekor kerbau yang tertular.

BACA JUGA : Daging Sapi yang Terkena Virus PMK Masih Aman Dikomsumsi, Asal…

Laporan kasus baru itu di Kecamatan Jatiroto. Terutama di Desa Banyuputih Kidul. Yatmo, salah satu peternak, mengatakan, belakangan kerbau miliknya susah makan. Bahkan, bagian mulut dan kaki hewan peliharaannya sudah muncul luka-luka, mirip tanda-tanda terjangkit PMK.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Penyebabnya tidak tahu. Tetapi, empat hari terakhir sering berendam bersama (kerbau, Red) milik warga lainnya,” katanya. Selain Yatmo, Kholip, peternak lainnya, juga mengeluhkan hal serupa. Lima kerbau miliknya tidak bisa berjalan dengan normal. Sebab, bagian kakinya mengalami pembengkakan.

Kholip melanjutkan, setelah mengetahui kondisi kerbaunya terindikasi tertular, kini perawatannya mulai dipisah dengan kerbau tetangga-tetangganya. Bahkan, pemberian obat serta jamu tradisional yang katanya diyakini pemerintah dapat menyembuhkan penyakit itu juga belum terlihat ampuh.

- Advertisement -

BANYUPUTIH KIDUL, Radar Semeru – Penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) semakin mengkhawatirkan saja. Tidak hanya domba dan kambing yang sudah tertular. Terbaru, hewan peliharaan jenis kerbau juga mulai terserang. Tak tanggung-tanggung, sudah ada 28 ekor kerbau yang tertular.

BACA JUGA : Daging Sapi yang Terkena Virus PMK Masih Aman Dikomsumsi, Asal…

Laporan kasus baru itu di Kecamatan Jatiroto. Terutama di Desa Banyuputih Kidul. Yatmo, salah satu peternak, mengatakan, belakangan kerbau miliknya susah makan. Bahkan, bagian mulut dan kaki hewan peliharaannya sudah muncul luka-luka, mirip tanda-tanda terjangkit PMK.

“Penyebabnya tidak tahu. Tetapi, empat hari terakhir sering berendam bersama (kerbau, Red) milik warga lainnya,” katanya. Selain Yatmo, Kholip, peternak lainnya, juga mengeluhkan hal serupa. Lima kerbau miliknya tidak bisa berjalan dengan normal. Sebab, bagian kakinya mengalami pembengkakan.

Kholip melanjutkan, setelah mengetahui kondisi kerbaunya terindikasi tertular, kini perawatannya mulai dipisah dengan kerbau tetangga-tetangganya. Bahkan, pemberian obat serta jamu tradisional yang katanya diyakini pemerintah dapat menyembuhkan penyakit itu juga belum terlihat ampuh.

BANYUPUTIH KIDUL, Radar Semeru – Penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) semakin mengkhawatirkan saja. Tidak hanya domba dan kambing yang sudah tertular. Terbaru, hewan peliharaan jenis kerbau juga mulai terserang. Tak tanggung-tanggung, sudah ada 28 ekor kerbau yang tertular.

BACA JUGA : Daging Sapi yang Terkena Virus PMK Masih Aman Dikomsumsi, Asal…

Laporan kasus baru itu di Kecamatan Jatiroto. Terutama di Desa Banyuputih Kidul. Yatmo, salah satu peternak, mengatakan, belakangan kerbau miliknya susah makan. Bahkan, bagian mulut dan kaki hewan peliharaannya sudah muncul luka-luka, mirip tanda-tanda terjangkit PMK.

“Penyebabnya tidak tahu. Tetapi, empat hari terakhir sering berendam bersama (kerbau, Red) milik warga lainnya,” katanya. Selain Yatmo, Kholip, peternak lainnya, juga mengeluhkan hal serupa. Lima kerbau miliknya tidak bisa berjalan dengan normal. Sebab, bagian kakinya mengalami pembengkakan.

Kholip melanjutkan, setelah mengetahui kondisi kerbaunya terindikasi tertular, kini perawatannya mulai dipisah dengan kerbau tetangga-tetangganya. Bahkan, pemberian obat serta jamu tradisional yang katanya diyakini pemerintah dapat menyembuhkan penyakit itu juga belum terlihat ampuh.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/