alexametrics
31.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Lumpuh, Disarankan ke LPSK

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADAJEMBER.ID – Pengeroyokan dan pembacokan terhadap Gilang meninggalkan tujuh titik jahitan. Paling parah, luka itu berada di tengkuk lehernya. Akibatnya, dia kesulitan menggerakkan tubuh bagian bawah. Dokter mengatakan pembacokan itu berefek pada kelumpuhan.

Baca Juga : Aneh, Saat Ramadan Banyak ODGJ

Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Lumajang Ali Muslimin mengatakan, kabar kelumpuhan itu menjadi salah satu prioritas. Oleh karena itu, setelah mendengar hasil diagnosis lumpuh, pihaknya langsung mendatangi Gilang.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kami datangi korban di rumahnya untuk memberikan sejumlah bantuan. Terutama dukungan sebagai sesama penyandang disabilitas. Kami terus memberikan semangat dan support agar ananda bisa cepat sembuh,” katanya.

Pihaknya juga menjalin komunikasi intens dengan dokter spesialis. Setelah berkonsultasi beberapa kali, kabar gembira didapat. Kondisi lumpuh itu bisa sembuh. Sebab, Gilang sudah bisa menggerakkan kaki kirinya meski hanya sedikit. Sementara, kaki kanannya masih sulit digerakkan, namun sudah terasa. Padahal, selama hampir tiga pekan, kedua kaki Gilang tidak bisa digerakkan. Karenanya, dia hanya bisa terbaring di atas tempat tidurnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADAJEMBER.ID – Pengeroyokan dan pembacokan terhadap Gilang meninggalkan tujuh titik jahitan. Paling parah, luka itu berada di tengkuk lehernya. Akibatnya, dia kesulitan menggerakkan tubuh bagian bawah. Dokter mengatakan pembacokan itu berefek pada kelumpuhan.

Baca Juga : Aneh, Saat Ramadan Banyak ODGJ

Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Lumajang Ali Muslimin mengatakan, kabar kelumpuhan itu menjadi salah satu prioritas. Oleh karena itu, setelah mendengar hasil diagnosis lumpuh, pihaknya langsung mendatangi Gilang.

“Kami datangi korban di rumahnya untuk memberikan sejumlah bantuan. Terutama dukungan sebagai sesama penyandang disabilitas. Kami terus memberikan semangat dan support agar ananda bisa cepat sembuh,” katanya.

Pihaknya juga menjalin komunikasi intens dengan dokter spesialis. Setelah berkonsultasi beberapa kali, kabar gembira didapat. Kondisi lumpuh itu bisa sembuh. Sebab, Gilang sudah bisa menggerakkan kaki kirinya meski hanya sedikit. Sementara, kaki kanannya masih sulit digerakkan, namun sudah terasa. Padahal, selama hampir tiga pekan, kedua kaki Gilang tidak bisa digerakkan. Karenanya, dia hanya bisa terbaring di atas tempat tidurnya.

LUMAJANG, RADAJEMBER.ID – Pengeroyokan dan pembacokan terhadap Gilang meninggalkan tujuh titik jahitan. Paling parah, luka itu berada di tengkuk lehernya. Akibatnya, dia kesulitan menggerakkan tubuh bagian bawah. Dokter mengatakan pembacokan itu berefek pada kelumpuhan.

Baca Juga : Aneh, Saat Ramadan Banyak ODGJ

Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Lumajang Ali Muslimin mengatakan, kabar kelumpuhan itu menjadi salah satu prioritas. Oleh karena itu, setelah mendengar hasil diagnosis lumpuh, pihaknya langsung mendatangi Gilang.

“Kami datangi korban di rumahnya untuk memberikan sejumlah bantuan. Terutama dukungan sebagai sesama penyandang disabilitas. Kami terus memberikan semangat dan support agar ananda bisa cepat sembuh,” katanya.

Pihaknya juga menjalin komunikasi intens dengan dokter spesialis. Setelah berkonsultasi beberapa kali, kabar gembira didapat. Kondisi lumpuh itu bisa sembuh. Sebab, Gilang sudah bisa menggerakkan kaki kirinya meski hanya sedikit. Sementara, kaki kanannya masih sulit digerakkan, namun sudah terasa. Padahal, selama hampir tiga pekan, kedua kaki Gilang tidak bisa digerakkan. Karenanya, dia hanya bisa terbaring di atas tempat tidurnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/