alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Perusahaan Bakal Didenda 5 Persen

Maksimal Lunasi THR Keagamaan H-7 Lebaran

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID –Tunjangan hari raya (THR) keagamaan Lebaran tidak bisa ditunda-tunda.  Perusahaan diwajibkan memberikan kepada seluruh karyawannya maksimal tujuh hari sebelum Lebaran. Sebab, jika tidak diberikan, perusahaan bakal dikenai sanksi denda lima persen dari total akumulasi yang seharusnya diterima pekerja.

Surat Edaran Bupati Lumajang mengenai THR keagamaan telah diteken, Rabu (21/04). Isinya mengingatkan perusahaan untuk segera memberikan tunjangan kepada pekerja. Besarannya bergantung pada lama masa bekerja, minimal pekerja tersebut telah bekerja selama satu bulan secara terus-menerus atau lebih.

Kepala Seksi Syarat Kerja, Upah, dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang Betty Triana Kartika Wiyati mengatakan, besaran tunjangan pekerja yang telah melewati satu tahun atau lebih menerima satu kali gaji. Sedangkan mereka yang tidak sampai satu tahun dihitung sesuai masa lama bekerja dibagi 12 dikalikan satu kali gaji.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kalaupun masih ada perusahaan yang merasa belum mampu karena terdampak pandemi, mereka harus melakukan dialog bersama serikat pekerja yang ada di perusahaan. Hasil kesepakatan itu kemudian dibuat secara tertulis dan segera melaporkan kepada kami. Karena itu hak pekerja yang harus didapatkan,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID –Tunjangan hari raya (THR) keagamaan Lebaran tidak bisa ditunda-tunda.  Perusahaan diwajibkan memberikan kepada seluruh karyawannya maksimal tujuh hari sebelum Lebaran. Sebab, jika tidak diberikan, perusahaan bakal dikenai sanksi denda lima persen dari total akumulasi yang seharusnya diterima pekerja.

Surat Edaran Bupati Lumajang mengenai THR keagamaan telah diteken, Rabu (21/04). Isinya mengingatkan perusahaan untuk segera memberikan tunjangan kepada pekerja. Besarannya bergantung pada lama masa bekerja, minimal pekerja tersebut telah bekerja selama satu bulan secara terus-menerus atau lebih.

Kepala Seksi Syarat Kerja, Upah, dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang Betty Triana Kartika Wiyati mengatakan, besaran tunjangan pekerja yang telah melewati satu tahun atau lebih menerima satu kali gaji. Sedangkan mereka yang tidak sampai satu tahun dihitung sesuai masa lama bekerja dibagi 12 dikalikan satu kali gaji.

“Kalaupun masih ada perusahaan yang merasa belum mampu karena terdampak pandemi, mereka harus melakukan dialog bersama serikat pekerja yang ada di perusahaan. Hasil kesepakatan itu kemudian dibuat secara tertulis dan segera melaporkan kepada kami. Karena itu hak pekerja yang harus didapatkan,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID –Tunjangan hari raya (THR) keagamaan Lebaran tidak bisa ditunda-tunda.  Perusahaan diwajibkan memberikan kepada seluruh karyawannya maksimal tujuh hari sebelum Lebaran. Sebab, jika tidak diberikan, perusahaan bakal dikenai sanksi denda lima persen dari total akumulasi yang seharusnya diterima pekerja.

Surat Edaran Bupati Lumajang mengenai THR keagamaan telah diteken, Rabu (21/04). Isinya mengingatkan perusahaan untuk segera memberikan tunjangan kepada pekerja. Besarannya bergantung pada lama masa bekerja, minimal pekerja tersebut telah bekerja selama satu bulan secara terus-menerus atau lebih.

Kepala Seksi Syarat Kerja, Upah, dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang Betty Triana Kartika Wiyati mengatakan, besaran tunjangan pekerja yang telah melewati satu tahun atau lebih menerima satu kali gaji. Sedangkan mereka yang tidak sampai satu tahun dihitung sesuai masa lama bekerja dibagi 12 dikalikan satu kali gaji.

“Kalaupun masih ada perusahaan yang merasa belum mampu karena terdampak pandemi, mereka harus melakukan dialog bersama serikat pekerja yang ada di perusahaan. Hasil kesepakatan itu kemudian dibuat secara tertulis dan segera melaporkan kepada kami. Karena itu hak pekerja yang harus didapatkan,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/