alexametrics
25 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Lewati Jembatan Rusak, Truk Pasir Tergelincir

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kembalinya armada truk pasir melintasi perkampungan kali ini berujung celaka. Padahal, jembatan di Dusun Basean, Desa Bades, Kecamatan Pasirian, sedang rusak. Namun, armada truk pasir tetap nekat melintasi jembatan tersebut. Akibatnya, truk tergelincir jatuh dan masuk ke sungai.

Baca Juga : Kecelakaan Maut Mobil Bak Terbuka, Lima Nyawa Penumpang Melayang

Sebulan yang lalu ketika jembatan rusak, para sopir armada truk pasir memperbaiki jembatan menggunakan tumpukan material pasir secara swadaya. Niatnya supaya mereka bisa tetap melintas. Namun, karena konstruksi jembatan kurang padat, kecelakaan lalu lintas pun tidak bisa dihindari.

Mobile_AP_Rectangle 2

Gogon, warga setempat, mengatakan, kecelakaan terjadi karena pengemudi kurang hati-hati. Armada truk berjalan terlalu ke kanan sampai mendekati batas jembatan, sehingga tergelincir. Padahal, biasanya setiap hari armada truk yang keluar dari kawasan pertambangan bisa melewati jembatan dengan lancar.

Diakui, jembatan itu memang diperbaiki secara swadaya oleh para sopir truk pasir. Mereka urunan memperbaiki sendiri. Sebab, jangankan jembatan, akses jalan kabupaten dari titik Jalur Lintas Selatan (JLS) hingga Dusun Basean yang mengalami kerusakan sangat parah tidak pernah tersentuh perbaikan Pemkab Lumajang.

“Kami sebagai warga ya pasrah. Mau melarang truk pasir supaya tidak melintas juga alasan para sopir karena ekonomi. Tetapi, kalau dibiarkan, ya, muncul korban begini. Ya, repot. Apalagi ada warga yang menggantungkan hidupnya di jembatan. Mereka membantu truk pasir melintasi jembatan itu,” katanya

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kembalinya armada truk pasir melintasi perkampungan kali ini berujung celaka. Padahal, jembatan di Dusun Basean, Desa Bades, Kecamatan Pasirian, sedang rusak. Namun, armada truk pasir tetap nekat melintasi jembatan tersebut. Akibatnya, truk tergelincir jatuh dan masuk ke sungai.

Baca Juga : Kecelakaan Maut Mobil Bak Terbuka, Lima Nyawa Penumpang Melayang

Sebulan yang lalu ketika jembatan rusak, para sopir armada truk pasir memperbaiki jembatan menggunakan tumpukan material pasir secara swadaya. Niatnya supaya mereka bisa tetap melintas. Namun, karena konstruksi jembatan kurang padat, kecelakaan lalu lintas pun tidak bisa dihindari.

Gogon, warga setempat, mengatakan, kecelakaan terjadi karena pengemudi kurang hati-hati. Armada truk berjalan terlalu ke kanan sampai mendekati batas jembatan, sehingga tergelincir. Padahal, biasanya setiap hari armada truk yang keluar dari kawasan pertambangan bisa melewati jembatan dengan lancar.

Diakui, jembatan itu memang diperbaiki secara swadaya oleh para sopir truk pasir. Mereka urunan memperbaiki sendiri. Sebab, jangankan jembatan, akses jalan kabupaten dari titik Jalur Lintas Selatan (JLS) hingga Dusun Basean yang mengalami kerusakan sangat parah tidak pernah tersentuh perbaikan Pemkab Lumajang.

“Kami sebagai warga ya pasrah. Mau melarang truk pasir supaya tidak melintas juga alasan para sopir karena ekonomi. Tetapi, kalau dibiarkan, ya, muncul korban begini. Ya, repot. Apalagi ada warga yang menggantungkan hidupnya di jembatan. Mereka membantu truk pasir melintasi jembatan itu,” katanya

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kembalinya armada truk pasir melintasi perkampungan kali ini berujung celaka. Padahal, jembatan di Dusun Basean, Desa Bades, Kecamatan Pasirian, sedang rusak. Namun, armada truk pasir tetap nekat melintasi jembatan tersebut. Akibatnya, truk tergelincir jatuh dan masuk ke sungai.

Baca Juga : Kecelakaan Maut Mobil Bak Terbuka, Lima Nyawa Penumpang Melayang

Sebulan yang lalu ketika jembatan rusak, para sopir armada truk pasir memperbaiki jembatan menggunakan tumpukan material pasir secara swadaya. Niatnya supaya mereka bisa tetap melintas. Namun, karena konstruksi jembatan kurang padat, kecelakaan lalu lintas pun tidak bisa dihindari.

Gogon, warga setempat, mengatakan, kecelakaan terjadi karena pengemudi kurang hati-hati. Armada truk berjalan terlalu ke kanan sampai mendekati batas jembatan, sehingga tergelincir. Padahal, biasanya setiap hari armada truk yang keluar dari kawasan pertambangan bisa melewati jembatan dengan lancar.

Diakui, jembatan itu memang diperbaiki secara swadaya oleh para sopir truk pasir. Mereka urunan memperbaiki sendiri. Sebab, jangankan jembatan, akses jalan kabupaten dari titik Jalur Lintas Selatan (JLS) hingga Dusun Basean yang mengalami kerusakan sangat parah tidak pernah tersentuh perbaikan Pemkab Lumajang.

“Kami sebagai warga ya pasrah. Mau melarang truk pasir supaya tidak melintas juga alasan para sopir karena ekonomi. Tetapi, kalau dibiarkan, ya, muncul korban begini. Ya, repot. Apalagi ada warga yang menggantungkan hidupnya di jembatan. Mereka membantu truk pasir melintasi jembatan itu,” katanya

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/