alexametrics
25.2 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Meski Perda Belum Beres, Optimistis Naik Kelas

KLA Kategori Pratama Berharap Menjadi Madya

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pemerintah pusat meniadakan penilaian kota layak anak (KLA) pada 2020 lalu. Namun, tahun ini penilaian bergengsi yang dilaksanakan Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak tersebut akan dilakukan kembali. Kabupaten Lumajang akan berusaha untuk kembali meraih penghargaan bergengsi tersebut.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan (DPP KB PP) Kabupaten Lumajang dr Rosidah mengatakan, pemerintah pusat telah menjadwalkan untuk rencana penilaian KLA tahun ini. “Agenda penilaian secara nasional kemungkinan Juli,” ucapnya.

Menurut dia, hasil KLA baru bisa diketahui pada akhir tahun nanti. Sebab, analisis dan penilaian prosesnya cukup panjang. Pihaknya sudah cukup optimistis dengan KLA 2021 bisa naik kelas ke madya yang sebelumnya ada di peringkat pratama. Karena adanya dukungan peraturan bupati.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara, dari peraturan daerah (perda) masih dalam pembahasan. Namun, sudah ada lampu kuning akan segera disetujui. “Perdanya itu yang kemarin, pengarusutamaan gender (PUG),” ucapnya.

Di sisi lain, untuk merapatkan barisan, pihaknya juga meminta kepada organisasi perangkat daerah (OPD) yang bersangkutan untuk merapatkan barisan. Mendorong untuk saling mendukung program-program yang bisa berpotensi meraih KLA. Salah satunya terkait perlindungan dan pendidikan anak.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pemerintah pusat meniadakan penilaian kota layak anak (KLA) pada 2020 lalu. Namun, tahun ini penilaian bergengsi yang dilaksanakan Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak tersebut akan dilakukan kembali. Kabupaten Lumajang akan berusaha untuk kembali meraih penghargaan bergengsi tersebut.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan (DPP KB PP) Kabupaten Lumajang dr Rosidah mengatakan, pemerintah pusat telah menjadwalkan untuk rencana penilaian KLA tahun ini. “Agenda penilaian secara nasional kemungkinan Juli,” ucapnya.

Menurut dia, hasil KLA baru bisa diketahui pada akhir tahun nanti. Sebab, analisis dan penilaian prosesnya cukup panjang. Pihaknya sudah cukup optimistis dengan KLA 2021 bisa naik kelas ke madya yang sebelumnya ada di peringkat pratama. Karena adanya dukungan peraturan bupati.

Sementara, dari peraturan daerah (perda) masih dalam pembahasan. Namun, sudah ada lampu kuning akan segera disetujui. “Perdanya itu yang kemarin, pengarusutamaan gender (PUG),” ucapnya.

Di sisi lain, untuk merapatkan barisan, pihaknya juga meminta kepada organisasi perangkat daerah (OPD) yang bersangkutan untuk merapatkan barisan. Mendorong untuk saling mendukung program-program yang bisa berpotensi meraih KLA. Salah satunya terkait perlindungan dan pendidikan anak.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pemerintah pusat meniadakan penilaian kota layak anak (KLA) pada 2020 lalu. Namun, tahun ini penilaian bergengsi yang dilaksanakan Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak tersebut akan dilakukan kembali. Kabupaten Lumajang akan berusaha untuk kembali meraih penghargaan bergengsi tersebut.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan (DPP KB PP) Kabupaten Lumajang dr Rosidah mengatakan, pemerintah pusat telah menjadwalkan untuk rencana penilaian KLA tahun ini. “Agenda penilaian secara nasional kemungkinan Juli,” ucapnya.

Menurut dia, hasil KLA baru bisa diketahui pada akhir tahun nanti. Sebab, analisis dan penilaian prosesnya cukup panjang. Pihaknya sudah cukup optimistis dengan KLA 2021 bisa naik kelas ke madya yang sebelumnya ada di peringkat pratama. Karena adanya dukungan peraturan bupati.

Sementara, dari peraturan daerah (perda) masih dalam pembahasan. Namun, sudah ada lampu kuning akan segera disetujui. “Perdanya itu yang kemarin, pengarusutamaan gender (PUG),” ucapnya.

Di sisi lain, untuk merapatkan barisan, pihaknya juga meminta kepada organisasi perangkat daerah (OPD) yang bersangkutan untuk merapatkan barisan. Mendorong untuk saling mendukung program-program yang bisa berpotensi meraih KLA. Salah satunya terkait perlindungan dan pendidikan anak.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/