alexametrics
30.9 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Terjadi Lagi! Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru

Tebing Sungai Leprak Terus Terkikis

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pasca-mengeluarkan awan panas guguran, Sabtu (4/12) lalu, kondisi Gunung Semeru masih fluktuatif. Aktivitas kegempaan juga sering terjadi. Bahkan amplitudo maksimal sempat di atas 30 milimeter, kemarin (21/12). Hal itu disertai dengan hujan di sekitar kawasan Gunung Semeru. Sehingga aliran lahar dingin kembali terjadi.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, aliran lahar sampai di Sungai Leprak kawasan Geladak Perak, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, sekitar pukul 15.15. Lahar dingin tersebut mengalir deras. Debit air sempat naik. Namun, tanggul penahan atau penyudetan yang dibangun beberapa hari ini masih mampu menahan aliran. Meski demikian, sejumlah titik tebing mengalami longsoran atau sliding akibat hantaman aliran lahar. Sehingga asap abu vulkanis membubung tinggi disertai suhu panas.

Sebelum aliran datang, suara gemuruh beberapa kali terdengar. Para petugas dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dan personel gabungan yang berada di lokasi langsung menyelamatkan diri. Kuat dugaan, gemuruh itu merupakan hantaman bebatuan dan lahar yang mengalir cukup deras.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Saat mendapat informasi adanya getaran banjir dari Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, kami masih berada di lokasi (penyudetan, Red). Awalnya, getaran masih di angka delapan milimeter. Namun, terus membesar. Sehingga, kami langsung evakuasi bersama alat berat menuju tempat aman,” kata Koordinator Lapangan BBWS Brantas Nur Afandi.

Evakuasi dilakukan hingga ke Jalan Nasional Lumajang-Dampit. Sekitar 45 menit setelah informasi lahar dingin diterima, aliran lahar sampai di Geladak Perak. Meski meningkat, tanggul yang dibuat masih aman. Namun, di kedua sayap aliran banyak terkikis. Oleh sebab itu, pagi ini pihaknya akan memeriksa kembali tanggul penahan.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pasca-mengeluarkan awan panas guguran, Sabtu (4/12) lalu, kondisi Gunung Semeru masih fluktuatif. Aktivitas kegempaan juga sering terjadi. Bahkan amplitudo maksimal sempat di atas 30 milimeter, kemarin (21/12). Hal itu disertai dengan hujan di sekitar kawasan Gunung Semeru. Sehingga aliran lahar dingin kembali terjadi.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, aliran lahar sampai di Sungai Leprak kawasan Geladak Perak, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, sekitar pukul 15.15. Lahar dingin tersebut mengalir deras. Debit air sempat naik. Namun, tanggul penahan atau penyudetan yang dibangun beberapa hari ini masih mampu menahan aliran. Meski demikian, sejumlah titik tebing mengalami longsoran atau sliding akibat hantaman aliran lahar. Sehingga asap abu vulkanis membubung tinggi disertai suhu panas.

Sebelum aliran datang, suara gemuruh beberapa kali terdengar. Para petugas dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dan personel gabungan yang berada di lokasi langsung menyelamatkan diri. Kuat dugaan, gemuruh itu merupakan hantaman bebatuan dan lahar yang mengalir cukup deras.

“Saat mendapat informasi adanya getaran banjir dari Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, kami masih berada di lokasi (penyudetan, Red). Awalnya, getaran masih di angka delapan milimeter. Namun, terus membesar. Sehingga, kami langsung evakuasi bersama alat berat menuju tempat aman,” kata Koordinator Lapangan BBWS Brantas Nur Afandi.

Evakuasi dilakukan hingga ke Jalan Nasional Lumajang-Dampit. Sekitar 45 menit setelah informasi lahar dingin diterima, aliran lahar sampai di Geladak Perak. Meski meningkat, tanggul yang dibuat masih aman. Namun, di kedua sayap aliran banyak terkikis. Oleh sebab itu, pagi ini pihaknya akan memeriksa kembali tanggul penahan.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pasca-mengeluarkan awan panas guguran, Sabtu (4/12) lalu, kondisi Gunung Semeru masih fluktuatif. Aktivitas kegempaan juga sering terjadi. Bahkan amplitudo maksimal sempat di atas 30 milimeter, kemarin (21/12). Hal itu disertai dengan hujan di sekitar kawasan Gunung Semeru. Sehingga aliran lahar dingin kembali terjadi.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, aliran lahar sampai di Sungai Leprak kawasan Geladak Perak, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, sekitar pukul 15.15. Lahar dingin tersebut mengalir deras. Debit air sempat naik. Namun, tanggul penahan atau penyudetan yang dibangun beberapa hari ini masih mampu menahan aliran. Meski demikian, sejumlah titik tebing mengalami longsoran atau sliding akibat hantaman aliran lahar. Sehingga asap abu vulkanis membubung tinggi disertai suhu panas.

Sebelum aliran datang, suara gemuruh beberapa kali terdengar. Para petugas dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dan personel gabungan yang berada di lokasi langsung menyelamatkan diri. Kuat dugaan, gemuruh itu merupakan hantaman bebatuan dan lahar yang mengalir cukup deras.

“Saat mendapat informasi adanya getaran banjir dari Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, kami masih berada di lokasi (penyudetan, Red). Awalnya, getaran masih di angka delapan milimeter. Namun, terus membesar. Sehingga, kami langsung evakuasi bersama alat berat menuju tempat aman,” kata Koordinator Lapangan BBWS Brantas Nur Afandi.

Evakuasi dilakukan hingga ke Jalan Nasional Lumajang-Dampit. Sekitar 45 menit setelah informasi lahar dingin diterima, aliran lahar sampai di Geladak Perak. Meski meningkat, tanggul yang dibuat masih aman. Namun, di kedua sayap aliran banyak terkikis. Oleh sebab itu, pagi ini pihaknya akan memeriksa kembali tanggul penahan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/