alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Angin Kencang di Lumajang Tumbangkan Belasan Pohon

Nyaris Timbulkan Korban Jiwa

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Lumajang terus dihajar beragam bencana. Belum tuntas penanggulangan bencana erupsi Gunung Semeru, sebagian dusun di Desa Kutorenon, Kecamatan Kutorenon, dua hari lalu terendam banjir genangan. Kemarin (21/12), angin kencang datang menerjang Lumajang merobohkan belasan pohon. Bahkan nyaris memakan korban jiwa.

Sekitar pukul 12.50, angin yang mulanya sepoi-sepoi berubah menjadi ganas. Angin itu merobohkan satu pohon hingga mengenai salah satu tempat usaha jualan pulsa di Jalan Juanda, Kelurahan Rogotrunan. Berikutnya, angin juga merobohkan satu pohon di Jalan Bromo, Kelurahan Tompokersan, hingga menimpa kendaraan roda tiga dan tiang listrik.

“Setir sama tankinya remuk. Ya, kira-kira kalau untuk perbaikan habis sejuta ini,” kata Gunawan, pemilik kendaraan roda tiga tersebut. Sebelumnya, dia memang memarkir kendaraannya tepat berada di bawah pohon. Sebab, dia memiliki usaha tidak jauh dari lokasi tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Wawan Hadi Siswoyo mengatakan, banyaknya pohon yang tumbang diakibatkan oleh cuaca ekstrem yang melanda Lumajang. Karenanya, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan.

Menurut dia, menutup akhir tahun 2021, cuaca ekstrem atau lebih dikenal dengan bencana hidrometeorologi bakal terus terjadi hingga satu bulan ke depan. Dia memperkirakan puncak cuaca ekstrem bakal berlangsung hingga akhir Januari.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Lumajang terus dihajar beragam bencana. Belum tuntas penanggulangan bencana erupsi Gunung Semeru, sebagian dusun di Desa Kutorenon, Kecamatan Kutorenon, dua hari lalu terendam banjir genangan. Kemarin (21/12), angin kencang datang menerjang Lumajang merobohkan belasan pohon. Bahkan nyaris memakan korban jiwa.

Sekitar pukul 12.50, angin yang mulanya sepoi-sepoi berubah menjadi ganas. Angin itu merobohkan satu pohon hingga mengenai salah satu tempat usaha jualan pulsa di Jalan Juanda, Kelurahan Rogotrunan. Berikutnya, angin juga merobohkan satu pohon di Jalan Bromo, Kelurahan Tompokersan, hingga menimpa kendaraan roda tiga dan tiang listrik.

“Setir sama tankinya remuk. Ya, kira-kira kalau untuk perbaikan habis sejuta ini,” kata Gunawan, pemilik kendaraan roda tiga tersebut. Sebelumnya, dia memang memarkir kendaraannya tepat berada di bawah pohon. Sebab, dia memiliki usaha tidak jauh dari lokasi tersebut.

Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Wawan Hadi Siswoyo mengatakan, banyaknya pohon yang tumbang diakibatkan oleh cuaca ekstrem yang melanda Lumajang. Karenanya, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan.

Menurut dia, menutup akhir tahun 2021, cuaca ekstrem atau lebih dikenal dengan bencana hidrometeorologi bakal terus terjadi hingga satu bulan ke depan. Dia memperkirakan puncak cuaca ekstrem bakal berlangsung hingga akhir Januari.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Lumajang terus dihajar beragam bencana. Belum tuntas penanggulangan bencana erupsi Gunung Semeru, sebagian dusun di Desa Kutorenon, Kecamatan Kutorenon, dua hari lalu terendam banjir genangan. Kemarin (21/12), angin kencang datang menerjang Lumajang merobohkan belasan pohon. Bahkan nyaris memakan korban jiwa.

Sekitar pukul 12.50, angin yang mulanya sepoi-sepoi berubah menjadi ganas. Angin itu merobohkan satu pohon hingga mengenai salah satu tempat usaha jualan pulsa di Jalan Juanda, Kelurahan Rogotrunan. Berikutnya, angin juga merobohkan satu pohon di Jalan Bromo, Kelurahan Tompokersan, hingga menimpa kendaraan roda tiga dan tiang listrik.

“Setir sama tankinya remuk. Ya, kira-kira kalau untuk perbaikan habis sejuta ini,” kata Gunawan, pemilik kendaraan roda tiga tersebut. Sebelumnya, dia memang memarkir kendaraannya tepat berada di bawah pohon. Sebab, dia memiliki usaha tidak jauh dari lokasi tersebut.

Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Wawan Hadi Siswoyo mengatakan, banyaknya pohon yang tumbang diakibatkan oleh cuaca ekstrem yang melanda Lumajang. Karenanya, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan.

Menurut dia, menutup akhir tahun 2021, cuaca ekstrem atau lebih dikenal dengan bencana hidrometeorologi bakal terus terjadi hingga satu bulan ke depan. Dia memperkirakan puncak cuaca ekstrem bakal berlangsung hingga akhir Januari.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/