alexametrics
23.7 C
Jember
Saturday, 24 September 2022

Jam Operasional Diperketat, Belasan Truk Pelanggar Langsung Ditilang

Mobile_AP_Rectangle 1

LEMPENI, Radar Semeru – Banyaknya angkutan barang yang melintas saat pemberlakuan pembatasan jam operasional makin meresahkan. Sebab, kecepatan mereka melebihi batas rata-rata. Hal itu dapat membahayakan para pengguna jalan lainnya.

BACA JUGA : Dari Kemitraan, Menghasilkan Tepung, Ekstrak dan Pasta Vanila untuk Ekspor

Beberapa hari terakhir, Satlantas Polres Lumajang kembali melakukan penertiban. Hal ini sebagai upaya menurunkan angka fatalitas kecelakaan. Karenanya, para sopir angkutan barang yang melanggar aturan jam operasional langsung ditindak. “Kami langsung tilang,” tegas Kanit Turjawali Satlantas Polres Lumajang Ipda Didit Ardiana Abdillah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Alasannya, kata Didit, pihaknya sudah sering memberikan sosialisasi dan imbauan aturan mengenai pembatasan jam operasional. Sesuai aturan, kendaraan angkutan barang dilarang melintas di sejumlah titik yang telah ditetapkan. Terutama kawasan padat seperti sekitar jalanan sekolah.

Namun, hal itu belum juga menyadarkan para sopir. Akibatnya, saat personel polisi menegakkan aturan, belasan sopir ditilang. “Terakhir ada 13 sopir dump truck yang kami tilang. Meski truk kondisinya belum memuat barang, tetapi mereka melanggar aturan. Ditambah, berkendaranya juga kencang. Ini membahayakan,” katanya.

Kasatlantas Polres Lumajang AKP Radyati Putri Pradini menyebut, jumlah pelanggaran lalu lintas dari awal tahun hingga pertengahan bulan ini mencapai 11.057 kasus. Perinciannya 7.872 berupa tilang. Sisanya yakni 3.185 merupakan teguran ke pelanggar.

Dia menjelaskan, jumlah itu mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya dengan rentang waktu yang sama. Ke depan, penindakan pelanggaran juga bakal digencarkan lagi. Sehingga fatalitas kecelakaan di Lumajang terus dapat ditekan.

“Kalau kecelakaan hingga 17 September ini ada 182 kasus. Korban meninggal 33 jiwa, luka berat 12 orang, dan luka ringan ada 180 orang. Sementara, pada tahun 2021 di tanggal yang sama mengalami penurunan. Yakni jumlahnya 258 kasus dengan kematian 92 jiwa,” jelasnya.

Putri mengingatkan agar seluruh masyarakat tertib dan taat aturan lalu lintas. Sebab, meski sudah berhati-hati dan sesuai aturan berkendara, tetap bisa menjadi korban kecelakaan. “Tetap jaga keselamatan lalu lintas agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain,” pungkasnya. (kin/c2/fid)

 

- Advertisement -

LEMPENI, Radar Semeru – Banyaknya angkutan barang yang melintas saat pemberlakuan pembatasan jam operasional makin meresahkan. Sebab, kecepatan mereka melebihi batas rata-rata. Hal itu dapat membahayakan para pengguna jalan lainnya.

BACA JUGA : Dari Kemitraan, Menghasilkan Tepung, Ekstrak dan Pasta Vanila untuk Ekspor

Beberapa hari terakhir, Satlantas Polres Lumajang kembali melakukan penertiban. Hal ini sebagai upaya menurunkan angka fatalitas kecelakaan. Karenanya, para sopir angkutan barang yang melanggar aturan jam operasional langsung ditindak. “Kami langsung tilang,” tegas Kanit Turjawali Satlantas Polres Lumajang Ipda Didit Ardiana Abdillah.

Alasannya, kata Didit, pihaknya sudah sering memberikan sosialisasi dan imbauan aturan mengenai pembatasan jam operasional. Sesuai aturan, kendaraan angkutan barang dilarang melintas di sejumlah titik yang telah ditetapkan. Terutama kawasan padat seperti sekitar jalanan sekolah.

Namun, hal itu belum juga menyadarkan para sopir. Akibatnya, saat personel polisi menegakkan aturan, belasan sopir ditilang. “Terakhir ada 13 sopir dump truck yang kami tilang. Meski truk kondisinya belum memuat barang, tetapi mereka melanggar aturan. Ditambah, berkendaranya juga kencang. Ini membahayakan,” katanya.

Kasatlantas Polres Lumajang AKP Radyati Putri Pradini menyebut, jumlah pelanggaran lalu lintas dari awal tahun hingga pertengahan bulan ini mencapai 11.057 kasus. Perinciannya 7.872 berupa tilang. Sisanya yakni 3.185 merupakan teguran ke pelanggar.

Dia menjelaskan, jumlah itu mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya dengan rentang waktu yang sama. Ke depan, penindakan pelanggaran juga bakal digencarkan lagi. Sehingga fatalitas kecelakaan di Lumajang terus dapat ditekan.

“Kalau kecelakaan hingga 17 September ini ada 182 kasus. Korban meninggal 33 jiwa, luka berat 12 orang, dan luka ringan ada 180 orang. Sementara, pada tahun 2021 di tanggal yang sama mengalami penurunan. Yakni jumlahnya 258 kasus dengan kematian 92 jiwa,” jelasnya.

Putri mengingatkan agar seluruh masyarakat tertib dan taat aturan lalu lintas. Sebab, meski sudah berhati-hati dan sesuai aturan berkendara, tetap bisa menjadi korban kecelakaan. “Tetap jaga keselamatan lalu lintas agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain,” pungkasnya. (kin/c2/fid)

 

LEMPENI, Radar Semeru – Banyaknya angkutan barang yang melintas saat pemberlakuan pembatasan jam operasional makin meresahkan. Sebab, kecepatan mereka melebihi batas rata-rata. Hal itu dapat membahayakan para pengguna jalan lainnya.

BACA JUGA : Dari Kemitraan, Menghasilkan Tepung, Ekstrak dan Pasta Vanila untuk Ekspor

Beberapa hari terakhir, Satlantas Polres Lumajang kembali melakukan penertiban. Hal ini sebagai upaya menurunkan angka fatalitas kecelakaan. Karenanya, para sopir angkutan barang yang melanggar aturan jam operasional langsung ditindak. “Kami langsung tilang,” tegas Kanit Turjawali Satlantas Polres Lumajang Ipda Didit Ardiana Abdillah.

Alasannya, kata Didit, pihaknya sudah sering memberikan sosialisasi dan imbauan aturan mengenai pembatasan jam operasional. Sesuai aturan, kendaraan angkutan barang dilarang melintas di sejumlah titik yang telah ditetapkan. Terutama kawasan padat seperti sekitar jalanan sekolah.

Namun, hal itu belum juga menyadarkan para sopir. Akibatnya, saat personel polisi menegakkan aturan, belasan sopir ditilang. “Terakhir ada 13 sopir dump truck yang kami tilang. Meski truk kondisinya belum memuat barang, tetapi mereka melanggar aturan. Ditambah, berkendaranya juga kencang. Ini membahayakan,” katanya.

Kasatlantas Polres Lumajang AKP Radyati Putri Pradini menyebut, jumlah pelanggaran lalu lintas dari awal tahun hingga pertengahan bulan ini mencapai 11.057 kasus. Perinciannya 7.872 berupa tilang. Sisanya yakni 3.185 merupakan teguran ke pelanggar.

Dia menjelaskan, jumlah itu mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya dengan rentang waktu yang sama. Ke depan, penindakan pelanggaran juga bakal digencarkan lagi. Sehingga fatalitas kecelakaan di Lumajang terus dapat ditekan.

“Kalau kecelakaan hingga 17 September ini ada 182 kasus. Korban meninggal 33 jiwa, luka berat 12 orang, dan luka ringan ada 180 orang. Sementara, pada tahun 2021 di tanggal yang sama mengalami penurunan. Yakni jumlahnya 258 kasus dengan kematian 92 jiwa,” jelasnya.

Putri mengingatkan agar seluruh masyarakat tertib dan taat aturan lalu lintas. Sebab, meski sudah berhati-hati dan sesuai aturan berkendara, tetap bisa menjadi korban kecelakaan. “Tetap jaga keselamatan lalu lintas agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain,” pungkasnya. (kin/c2/fid)

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/