alexametrics
26.2 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Puncak Gunung Semeru Dikelilingi Awan Cincin

Disebabkan Tekanan Awan dan Pusaran Angin di Puncak

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pemandangan Gunung Semeru kemarin pagi tak seperti biasanya. Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini mengalami fenomena yang langka. Puncak gunung dikelilingi awan cincin yang melingkar. Sampai-sampai jika dilihat dari berbagai sudut, Gunung Semeru terlihat seperti memakai topi.

Sekitar pukul 05.55, fenomena langka tersebut terjadi. Sebagian besar warga yang berada di Kecamatan Tempeh, Candipuro, serta Kecamatan Sumbersuko, bisa melihat pesona itu hingga sekitar pukul 08.00. Setelah itu, awan tersebut bergeser sedikit demi sedikit lalu hilang beberapa jam kemudian.

Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Wawan Hadi Siswo mengatakan, Gunung Semeru yang terlihat memakai topi ini bukan sebuah ancaman. Bahkan tidak ada kaitannya dengan aktivitas gunung yang belakangan ini mengeluarkan lava pijar.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Itu merupakan fenomena alam biasa yang memang jarang dan langka terjadi. Secara umum diduga karena adanya perubahan atau pergerakan angin di puncak Semeru. Kalau hasil koordinasi dengan teman-teman BMKG, gunung tertutup awan jenis lentikularis atau altocumulus lenticularis,” katanya.

Menurut Wawan, awan tersebut terbentuk karena tekanan dan pusaran angin di puncak. Sehingga awan itu membundar lalu bergerak terus hingga tepat mengelilingi puncak gunung dan hanya bertahan beberapa jam saja. Terakhir fenomena Gunung Semeru memakai topi terjadi pada akhir tahun kemarin.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pemandangan Gunung Semeru kemarin pagi tak seperti biasanya. Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini mengalami fenomena yang langka. Puncak gunung dikelilingi awan cincin yang melingkar. Sampai-sampai jika dilihat dari berbagai sudut, Gunung Semeru terlihat seperti memakai topi.

Sekitar pukul 05.55, fenomena langka tersebut terjadi. Sebagian besar warga yang berada di Kecamatan Tempeh, Candipuro, serta Kecamatan Sumbersuko, bisa melihat pesona itu hingga sekitar pukul 08.00. Setelah itu, awan tersebut bergeser sedikit demi sedikit lalu hilang beberapa jam kemudian.

Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Wawan Hadi Siswo mengatakan, Gunung Semeru yang terlihat memakai topi ini bukan sebuah ancaman. Bahkan tidak ada kaitannya dengan aktivitas gunung yang belakangan ini mengeluarkan lava pijar.

“Itu merupakan fenomena alam biasa yang memang jarang dan langka terjadi. Secara umum diduga karena adanya perubahan atau pergerakan angin di puncak Semeru. Kalau hasil koordinasi dengan teman-teman BMKG, gunung tertutup awan jenis lentikularis atau altocumulus lenticularis,” katanya.

Menurut Wawan, awan tersebut terbentuk karena tekanan dan pusaran angin di puncak. Sehingga awan itu membundar lalu bergerak terus hingga tepat mengelilingi puncak gunung dan hanya bertahan beberapa jam saja. Terakhir fenomena Gunung Semeru memakai topi terjadi pada akhir tahun kemarin.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pemandangan Gunung Semeru kemarin pagi tak seperti biasanya. Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini mengalami fenomena yang langka. Puncak gunung dikelilingi awan cincin yang melingkar. Sampai-sampai jika dilihat dari berbagai sudut, Gunung Semeru terlihat seperti memakai topi.

Sekitar pukul 05.55, fenomena langka tersebut terjadi. Sebagian besar warga yang berada di Kecamatan Tempeh, Candipuro, serta Kecamatan Sumbersuko, bisa melihat pesona itu hingga sekitar pukul 08.00. Setelah itu, awan tersebut bergeser sedikit demi sedikit lalu hilang beberapa jam kemudian.

Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Wawan Hadi Siswo mengatakan, Gunung Semeru yang terlihat memakai topi ini bukan sebuah ancaman. Bahkan tidak ada kaitannya dengan aktivitas gunung yang belakangan ini mengeluarkan lava pijar.

“Itu merupakan fenomena alam biasa yang memang jarang dan langka terjadi. Secara umum diduga karena adanya perubahan atau pergerakan angin di puncak Semeru. Kalau hasil koordinasi dengan teman-teman BMKG, gunung tertutup awan jenis lentikularis atau altocumulus lenticularis,” katanya.

Menurut Wawan, awan tersebut terbentuk karena tekanan dan pusaran angin di puncak. Sehingga awan itu membundar lalu bergerak terus hingga tepat mengelilingi puncak gunung dan hanya bertahan beberapa jam saja. Terakhir fenomena Gunung Semeru memakai topi terjadi pada akhir tahun kemarin.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/