alexametrics
24.8 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Oplos Bensin dengan Air, Pedagang Eceran BBM di Desa Kabuaran Ditangkap

Terbongkar Setelah Warga Mencurigai Gudang Penyimpanan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pemilik kendaraan seperti dibuat resah dengan maraknya pedagang eceran yang menjual BBM di pinggir jalan. Terlebih, beberapa waktu lalu, kepolisian berhasil mengungkap kasus pengoplosan BBM jenis premium dengan air. Tak tanggung-tanggung, ada 10 drum oplosan yang berhasil diamankan.

Akhir pekan lalu, ketiga warga yang berinisial DH asal Desa Kabuaran, Kecamatan Kunir,  berikutnya inisial MY asal Desa Pohsangit, Kecamatan Kademangan, serta YDA (20) asal Desa Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok, yang sama-sama berasal Kota Probolinggo ditangkap di Desa Kabuaran, Kecamatan Kunir.

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Fajar Bangkit Sutomo mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari kecurigaan banyak warga terhadap salah satu gudang di sekitar permukiman. Sebab, hampir setiap hari kendaraan pikap selalu men-dropping BBM dengan jumlah yang tidak sedikit.

Mobile_AP_Rectangle 2

“BBM dari gudang itu dijual dengan harga miring. Satu jeriken ukuran 35 liter dijual Rp 280 ribu. Artinya, per 1 liter hanya dihargai Rp 8 ribu. Jadi, hati-hati beli BBM dengan harga murah. Bisa jadi itu BBM oplosan,” katanya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ketiga pelaku punya peran masing-masing. MY dan YDA yang berasal dari luar kota menjadi pemasok bahan mentah. Sedangkan DH yang merupakan warga asli bertugas menjadi pengoplos BBM dengan air dan bahan kimia yang bisa mengubah campuran itu supaya menyerupai jenis premium.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pemilik kendaraan seperti dibuat resah dengan maraknya pedagang eceran yang menjual BBM di pinggir jalan. Terlebih, beberapa waktu lalu, kepolisian berhasil mengungkap kasus pengoplosan BBM jenis premium dengan air. Tak tanggung-tanggung, ada 10 drum oplosan yang berhasil diamankan.

Akhir pekan lalu, ketiga warga yang berinisial DH asal Desa Kabuaran, Kecamatan Kunir,  berikutnya inisial MY asal Desa Pohsangit, Kecamatan Kademangan, serta YDA (20) asal Desa Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok, yang sama-sama berasal Kota Probolinggo ditangkap di Desa Kabuaran, Kecamatan Kunir.

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Fajar Bangkit Sutomo mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari kecurigaan banyak warga terhadap salah satu gudang di sekitar permukiman. Sebab, hampir setiap hari kendaraan pikap selalu men-dropping BBM dengan jumlah yang tidak sedikit.

“BBM dari gudang itu dijual dengan harga miring. Satu jeriken ukuran 35 liter dijual Rp 280 ribu. Artinya, per 1 liter hanya dihargai Rp 8 ribu. Jadi, hati-hati beli BBM dengan harga murah. Bisa jadi itu BBM oplosan,” katanya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ketiga pelaku punya peran masing-masing. MY dan YDA yang berasal dari luar kota menjadi pemasok bahan mentah. Sedangkan DH yang merupakan warga asli bertugas menjadi pengoplos BBM dengan air dan bahan kimia yang bisa mengubah campuran itu supaya menyerupai jenis premium.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pemilik kendaraan seperti dibuat resah dengan maraknya pedagang eceran yang menjual BBM di pinggir jalan. Terlebih, beberapa waktu lalu, kepolisian berhasil mengungkap kasus pengoplosan BBM jenis premium dengan air. Tak tanggung-tanggung, ada 10 drum oplosan yang berhasil diamankan.

Akhir pekan lalu, ketiga warga yang berinisial DH asal Desa Kabuaran, Kecamatan Kunir,  berikutnya inisial MY asal Desa Pohsangit, Kecamatan Kademangan, serta YDA (20) asal Desa Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok, yang sama-sama berasal Kota Probolinggo ditangkap di Desa Kabuaran, Kecamatan Kunir.

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Fajar Bangkit Sutomo mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari kecurigaan banyak warga terhadap salah satu gudang di sekitar permukiman. Sebab, hampir setiap hari kendaraan pikap selalu men-dropping BBM dengan jumlah yang tidak sedikit.

“BBM dari gudang itu dijual dengan harga miring. Satu jeriken ukuran 35 liter dijual Rp 280 ribu. Artinya, per 1 liter hanya dihargai Rp 8 ribu. Jadi, hati-hati beli BBM dengan harga murah. Bisa jadi itu BBM oplosan,” katanya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ketiga pelaku punya peran masing-masing. MY dan YDA yang berasal dari luar kota menjadi pemasok bahan mentah. Sedangkan DH yang merupakan warga asli bertugas menjadi pengoplos BBM dengan air dan bahan kimia yang bisa mengubah campuran itu supaya menyerupai jenis premium.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/