alexametrics
26 C
Jember
Wednesday, 26 January 2022

Bioskop Dibuka, Terapkan Aplikasi PeduliLindungi di Lumajang

Bagi yang hendak masuk ke sejumlah fasilitas publik seperti lokasi wisata, bakal dideteksi apakah sudah divaksin atau belum. Dengan menggunakan aplikasi, diharapkan lebih mudah. Tetapi, di Lumajang, saat diterapkan pertama kali malah dinilai bikin ribet.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Aplikasi PeduliLindungi namanya. Pertama kali diterapkan di Lumajang adalah di gedung bioskop Mopic Cinemas. Banyak kendala dihadapi masyarakat saat mengakses aplikasi tersebut. Sering kali masyarakat tidak bisa mengakses. Paling banyak, data vaksinasi mereka tidak sinkron dengan aplikasi. Padahal sudah vaksin tahap pertama dan/atau kedua. Namun, aplikasi menunjukkan belum pernah vaksinasi.

Tentu ini bikin ribet. Terutama mereka yang hendak beraktivitas dengan syarat menunjukkan atau scan barkode aplikasi. “Kalau ribet pasti. Tetapi, ini sudah berbeda dengan aturan dulu. Kita harus menyesuaikan aturan yang ada,” ungkap Budi, salah seorang penonton.

Menurut dia, penggunaan aplikasi itu bertujuan baik. Pengelola bioskop bisa tahu jumlah penonton dan penonton merasa aman karena yang datang sudah divaksin. Sehingga penonton bisa menyaksikan tayangan film di bioskop tanpa rasa takut dan khawatir. “Ini memudahkan. Kami juga merasa nyaman dan aman untuk menonton,” tambahnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, Ainul Fikri, salah satu pegiat film, mendukung penerapan aplikasi tersebut di tempat umum. Terutama di bioskop. Sebab, hal itu bisa meminimalisasi penyebaran korona. Bioskop bisa tetap beroperasi di tengah pandemi. “Meskipun dari jumlah penonton sedikit, setidaknya bioskop masih bisa berjalan. Film yang dibuat bisa ditayangkan,” katanya.

Ainul berharap aturan tersebut bisa disederhanakan. Tidak lagi menggunakan aplikasi, melainkan bisa dengan menunjukkan kartu vaksin. Sebab, hal tersebut lebih memudahkan masyarakat untuk beraktivitas. “Sebagai pegiat film, ini ribet. Saat kami hendak syuting di mall saja, izinnya harus scan QR aplikasi. Aktivitas lainnya juga hampir sama. Kami berharap bisa dipermudah. Tidak perlu scan, tetapi cukup menggunakan kartu vaksin,” harapnya.

Sulaiman, staf bagian umum Mopic Cinemas, Tompokersan, menjelaskan, pihaknya memberikan kebijakan khusus. Masyarakat yang kesulitan mengakses aplikasi tersebut bisa menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama sebelum memasuki bioskop. Namun, dia mewanti-wanti agar masyarakat bisa lebih terbuka dan jujur. Jika memang belum vaksin, masyarakat tidak memalsukan kartu vaksin. Sebab, pihaknya memeriksa keaslian kartu tersebut di aplikasi.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Aplikasi PeduliLindungi namanya. Pertama kali diterapkan di Lumajang adalah di gedung bioskop Mopic Cinemas. Banyak kendala dihadapi masyarakat saat mengakses aplikasi tersebut. Sering kali masyarakat tidak bisa mengakses. Paling banyak, data vaksinasi mereka tidak sinkron dengan aplikasi. Padahal sudah vaksin tahap pertama dan/atau kedua. Namun, aplikasi menunjukkan belum pernah vaksinasi.

Tentu ini bikin ribet. Terutama mereka yang hendak beraktivitas dengan syarat menunjukkan atau scan barkode aplikasi. “Kalau ribet pasti. Tetapi, ini sudah berbeda dengan aturan dulu. Kita harus menyesuaikan aturan yang ada,” ungkap Budi, salah seorang penonton.

Menurut dia, penggunaan aplikasi itu bertujuan baik. Pengelola bioskop bisa tahu jumlah penonton dan penonton merasa aman karena yang datang sudah divaksin. Sehingga penonton bisa menyaksikan tayangan film di bioskop tanpa rasa takut dan khawatir. “Ini memudahkan. Kami juga merasa nyaman dan aman untuk menonton,” tambahnya.

Sementara itu, Ainul Fikri, salah satu pegiat film, mendukung penerapan aplikasi tersebut di tempat umum. Terutama di bioskop. Sebab, hal itu bisa meminimalisasi penyebaran korona. Bioskop bisa tetap beroperasi di tengah pandemi. “Meskipun dari jumlah penonton sedikit, setidaknya bioskop masih bisa berjalan. Film yang dibuat bisa ditayangkan,” katanya.

Ainul berharap aturan tersebut bisa disederhanakan. Tidak lagi menggunakan aplikasi, melainkan bisa dengan menunjukkan kartu vaksin. Sebab, hal tersebut lebih memudahkan masyarakat untuk beraktivitas. “Sebagai pegiat film, ini ribet. Saat kami hendak syuting di mall saja, izinnya harus scan QR aplikasi. Aktivitas lainnya juga hampir sama. Kami berharap bisa dipermudah. Tidak perlu scan, tetapi cukup menggunakan kartu vaksin,” harapnya.

Sulaiman, staf bagian umum Mopic Cinemas, Tompokersan, menjelaskan, pihaknya memberikan kebijakan khusus. Masyarakat yang kesulitan mengakses aplikasi tersebut bisa menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama sebelum memasuki bioskop. Namun, dia mewanti-wanti agar masyarakat bisa lebih terbuka dan jujur. Jika memang belum vaksin, masyarakat tidak memalsukan kartu vaksin. Sebab, pihaknya memeriksa keaslian kartu tersebut di aplikasi.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Aplikasi PeduliLindungi namanya. Pertama kali diterapkan di Lumajang adalah di gedung bioskop Mopic Cinemas. Banyak kendala dihadapi masyarakat saat mengakses aplikasi tersebut. Sering kali masyarakat tidak bisa mengakses. Paling banyak, data vaksinasi mereka tidak sinkron dengan aplikasi. Padahal sudah vaksin tahap pertama dan/atau kedua. Namun, aplikasi menunjukkan belum pernah vaksinasi.

Tentu ini bikin ribet. Terutama mereka yang hendak beraktivitas dengan syarat menunjukkan atau scan barkode aplikasi. “Kalau ribet pasti. Tetapi, ini sudah berbeda dengan aturan dulu. Kita harus menyesuaikan aturan yang ada,” ungkap Budi, salah seorang penonton.

Menurut dia, penggunaan aplikasi itu bertujuan baik. Pengelola bioskop bisa tahu jumlah penonton dan penonton merasa aman karena yang datang sudah divaksin. Sehingga penonton bisa menyaksikan tayangan film di bioskop tanpa rasa takut dan khawatir. “Ini memudahkan. Kami juga merasa nyaman dan aman untuk menonton,” tambahnya.

Sementara itu, Ainul Fikri, salah satu pegiat film, mendukung penerapan aplikasi tersebut di tempat umum. Terutama di bioskop. Sebab, hal itu bisa meminimalisasi penyebaran korona. Bioskop bisa tetap beroperasi di tengah pandemi. “Meskipun dari jumlah penonton sedikit, setidaknya bioskop masih bisa berjalan. Film yang dibuat bisa ditayangkan,” katanya.

Ainul berharap aturan tersebut bisa disederhanakan. Tidak lagi menggunakan aplikasi, melainkan bisa dengan menunjukkan kartu vaksin. Sebab, hal tersebut lebih memudahkan masyarakat untuk beraktivitas. “Sebagai pegiat film, ini ribet. Saat kami hendak syuting di mall saja, izinnya harus scan QR aplikasi. Aktivitas lainnya juga hampir sama. Kami berharap bisa dipermudah. Tidak perlu scan, tetapi cukup menggunakan kartu vaksin,” harapnya.

Sulaiman, staf bagian umum Mopic Cinemas, Tompokersan, menjelaskan, pihaknya memberikan kebijakan khusus. Masyarakat yang kesulitan mengakses aplikasi tersebut bisa menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama sebelum memasuki bioskop. Namun, dia mewanti-wanti agar masyarakat bisa lebih terbuka dan jujur. Jika memang belum vaksin, masyarakat tidak memalsukan kartu vaksin. Sebab, pihaknya memeriksa keaslian kartu tersebut di aplikasi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca