alexametrics
22.7 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Bahaya Plastik Jadi Bungkus Daging

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Minimnya sosialisasi penggunaan daun pisang/jati dan besek pengganti plastik saat perayaan Idul Adha tahun ini tampaknya tidak semasif tahun kemarin. Akibatnya, tidak sedikit tempat penyembelihan yang kembali menggunakan plastik sekali pakai untuk membungkus daging kurban.

Seperti pada salah satu masjid yang terletak di Desa Kraton, Kecamatan Yosowilangun. Panitia penyembelihan di tempat ini terpaksa menggunakan plastik sekali pakai untuk membungkus daging. Sebab, tergolong mudah dan praktis. Padahal, di balik itu ada dampak yang cukup mengkhawatirkan.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Lumajang drh Rofi’ah mengatakan, penggunaan plastik sekali pakai, terutama plastik daur ulang, untuk membungkus makanan itu cukup membahayakan kesehatan. Terutama jika digunakan untuk membungkus daging. Sebab, daging mampu menyerap logam berat timbal dengan cepat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, pembuatan plastik daur ulang itu tidak diketahui secara pasti menggunakan bahan-bahan seperti apa. Yang jelas, plastik yang didaur ulang itu berasal dari macam-macam limbah yang tidak jelas. Sehingga, penggunaannya tidak disarankan untuk membungkus makanan apa pun.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Minimnya sosialisasi penggunaan daun pisang/jati dan besek pengganti plastik saat perayaan Idul Adha tahun ini tampaknya tidak semasif tahun kemarin. Akibatnya, tidak sedikit tempat penyembelihan yang kembali menggunakan plastik sekali pakai untuk membungkus daging kurban.

Seperti pada salah satu masjid yang terletak di Desa Kraton, Kecamatan Yosowilangun. Panitia penyembelihan di tempat ini terpaksa menggunakan plastik sekali pakai untuk membungkus daging. Sebab, tergolong mudah dan praktis. Padahal, di balik itu ada dampak yang cukup mengkhawatirkan.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Lumajang drh Rofi’ah mengatakan, penggunaan plastik sekali pakai, terutama plastik daur ulang, untuk membungkus makanan itu cukup membahayakan kesehatan. Terutama jika digunakan untuk membungkus daging. Sebab, daging mampu menyerap logam berat timbal dengan cepat.

Menurutnya, pembuatan plastik daur ulang itu tidak diketahui secara pasti menggunakan bahan-bahan seperti apa. Yang jelas, plastik yang didaur ulang itu berasal dari macam-macam limbah yang tidak jelas. Sehingga, penggunaannya tidak disarankan untuk membungkus makanan apa pun.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Minimnya sosialisasi penggunaan daun pisang/jati dan besek pengganti plastik saat perayaan Idul Adha tahun ini tampaknya tidak semasif tahun kemarin. Akibatnya, tidak sedikit tempat penyembelihan yang kembali menggunakan plastik sekali pakai untuk membungkus daging kurban.

Seperti pada salah satu masjid yang terletak di Desa Kraton, Kecamatan Yosowilangun. Panitia penyembelihan di tempat ini terpaksa menggunakan plastik sekali pakai untuk membungkus daging. Sebab, tergolong mudah dan praktis. Padahal, di balik itu ada dampak yang cukup mengkhawatirkan.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Lumajang drh Rofi’ah mengatakan, penggunaan plastik sekali pakai, terutama plastik daur ulang, untuk membungkus makanan itu cukup membahayakan kesehatan. Terutama jika digunakan untuk membungkus daging. Sebab, daging mampu menyerap logam berat timbal dengan cepat.

Menurutnya, pembuatan plastik daur ulang itu tidak diketahui secara pasti menggunakan bahan-bahan seperti apa. Yang jelas, plastik yang didaur ulang itu berasal dari macam-macam limbah yang tidak jelas. Sehingga, penggunaannya tidak disarankan untuk membungkus makanan apa pun.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/