alexametrics
28.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Langkah Hukum Masih Pikir-Pikir, Terkait Vonis Mami Ambar 8 Tahun

Mobile_AP_Rectangle 1

KARANGSARI, Radar Semeru – Mami Ambar, terdakwa yang terlibat kasus human trafficking anak di bawah umur, akhirnya divonis PN Lumajang. Dalam sidang lanjutan yang digelar kemarin, majelis hakim mengganjar perbuatan mucikari eks lokalisasi Dolog, Sumbersuko, tersebut 8 tahun penjara.

BACA JUGA : Tim Basket Putra dan Putri Lumajang Kalah

Vonis itu memang lebih rendah dua tahun dari tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Lumajang. Dalam sidang sebelumnya, perempuan berusia 41 tahun tersebut dituntut 10 tahun pidana penjara dan denda Rp 120 juta subsider 6 bulan pidana penjara.

Mobile_AP_Rectangle 2

JPU Kejaksaan Negeri Lumajang Ahmad Fahrudin mengatakan, perbedaan vonis yang dibacakan hakim dengan tuntutan jaksa merupakan hal wajar. Sebab, masing-masing lembaga memiliki pandangan yang berbeda. Terutama dalam melihat fakta-fakta selama sidang pemeriksaan berlangsung.

“Vonis dengan tuntutan beda dua tahun. Kami dulu menuntut terdakwa Mami Ambar alias Nesi itu dengan hukuman 10 tahun penjara. Sekarang menjadi 8 tahun. Pun sama halnya tuntutan yang kami berikan pada anak buahnya, yang semula JPU menuntut hukuman 7 tahun, berkurang menjadi 5 tahun,” katanya.

- Advertisement -

KARANGSARI, Radar Semeru – Mami Ambar, terdakwa yang terlibat kasus human trafficking anak di bawah umur, akhirnya divonis PN Lumajang. Dalam sidang lanjutan yang digelar kemarin, majelis hakim mengganjar perbuatan mucikari eks lokalisasi Dolog, Sumbersuko, tersebut 8 tahun penjara.

BACA JUGA : Tim Basket Putra dan Putri Lumajang Kalah

Vonis itu memang lebih rendah dua tahun dari tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Lumajang. Dalam sidang sebelumnya, perempuan berusia 41 tahun tersebut dituntut 10 tahun pidana penjara dan denda Rp 120 juta subsider 6 bulan pidana penjara.

JPU Kejaksaan Negeri Lumajang Ahmad Fahrudin mengatakan, perbedaan vonis yang dibacakan hakim dengan tuntutan jaksa merupakan hal wajar. Sebab, masing-masing lembaga memiliki pandangan yang berbeda. Terutama dalam melihat fakta-fakta selama sidang pemeriksaan berlangsung.

“Vonis dengan tuntutan beda dua tahun. Kami dulu menuntut terdakwa Mami Ambar alias Nesi itu dengan hukuman 10 tahun penjara. Sekarang menjadi 8 tahun. Pun sama halnya tuntutan yang kami berikan pada anak buahnya, yang semula JPU menuntut hukuman 7 tahun, berkurang menjadi 5 tahun,” katanya.

KARANGSARI, Radar Semeru – Mami Ambar, terdakwa yang terlibat kasus human trafficking anak di bawah umur, akhirnya divonis PN Lumajang. Dalam sidang lanjutan yang digelar kemarin, majelis hakim mengganjar perbuatan mucikari eks lokalisasi Dolog, Sumbersuko, tersebut 8 tahun penjara.

BACA JUGA : Tim Basket Putra dan Putri Lumajang Kalah

Vonis itu memang lebih rendah dua tahun dari tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Lumajang. Dalam sidang sebelumnya, perempuan berusia 41 tahun tersebut dituntut 10 tahun pidana penjara dan denda Rp 120 juta subsider 6 bulan pidana penjara.

JPU Kejaksaan Negeri Lumajang Ahmad Fahrudin mengatakan, perbedaan vonis yang dibacakan hakim dengan tuntutan jaksa merupakan hal wajar. Sebab, masing-masing lembaga memiliki pandangan yang berbeda. Terutama dalam melihat fakta-fakta selama sidang pemeriksaan berlangsung.

“Vonis dengan tuntutan beda dua tahun. Kami dulu menuntut terdakwa Mami Ambar alias Nesi itu dengan hukuman 10 tahun penjara. Sekarang menjadi 8 tahun. Pun sama halnya tuntutan yang kami berikan pada anak buahnya, yang semula JPU menuntut hukuman 7 tahun, berkurang menjadi 5 tahun,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/