alexametrics
26.4 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Klarifikasi Sejarah Lumajang Praaksara hingga Awal Kemerdekaan

Buku sejarah Lumajang karya Bappeda Lumajang yang terbit tahun 2022 mengklarifikasi kerancuan pemahaman tentang Lumajang. Saking banyaknya perbedaan, mendorong pemkab untuk menjadikan literasi sejarah tersebut sebagai mata pelajaran muatan lokal siswa.

Mobile_AP_Rectangle 1

DITOTRUNAN, Radar Semeru – Buku yang berjudul Lumajang dari Prakarsa hingga Awal Kemerdekaan memang masih membuka peluang untuk kajian lanjutan. Namun, karya yang dikerjasamakan dengan Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya salah satu perguruan ternama di Jogjakarta itu menggunakan sumber yang komprehensif.

BACA JUGA : Sepak Bola Putri Bondowoso Lawan Bojonegoro, Berikan Bukti Raih Tiga Poin

“Referensi yang kami gunakan adalah majalah dan koran yang terdokumentasikan lengkap dan masih tersimpan arsipnya di Universitas Leiden, Belanda. Serta memadukan dengan bukti-bukti prasasti dan karya ilmiah dari Indonesia yang berkaitan soal Lumajang,” kata Dr Sri Margana, mantan ketua Departemen Sejarah UGM.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, hasil penelitian yang dilakukan bersama empat kawannya menemukan banyak hal baru tentang Lumajang. Termasuk mengonfirmasi ulang pemahaman sejarah yang berkembang di masyarakat. Baik memastikan terdapat sejarah megalitikum di Kecamatan Senduro maupun mengkaji ulang sejarah Situs Biting di Kecamatan Sukodono.

Salah satu perbedaan pemahaman yang cukup mencolok pada pengetahuan warga mengenai Nararya Kirana. Sebelumnya, tidak sedikit yang menganggap salah satu penguasa Juru Lamajang itu perempuan. Padahal, menurut sejumlah sumber sejarah yang akurat, Nararya Kirana itu laki-laki.

- Advertisement -

DITOTRUNAN, Radar Semeru – Buku yang berjudul Lumajang dari Prakarsa hingga Awal Kemerdekaan memang masih membuka peluang untuk kajian lanjutan. Namun, karya yang dikerjasamakan dengan Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya salah satu perguruan ternama di Jogjakarta itu menggunakan sumber yang komprehensif.

BACA JUGA : Sepak Bola Putri Bondowoso Lawan Bojonegoro, Berikan Bukti Raih Tiga Poin

“Referensi yang kami gunakan adalah majalah dan koran yang terdokumentasikan lengkap dan masih tersimpan arsipnya di Universitas Leiden, Belanda. Serta memadukan dengan bukti-bukti prasasti dan karya ilmiah dari Indonesia yang berkaitan soal Lumajang,” kata Dr Sri Margana, mantan ketua Departemen Sejarah UGM.

Menurutnya, hasil penelitian yang dilakukan bersama empat kawannya menemukan banyak hal baru tentang Lumajang. Termasuk mengonfirmasi ulang pemahaman sejarah yang berkembang di masyarakat. Baik memastikan terdapat sejarah megalitikum di Kecamatan Senduro maupun mengkaji ulang sejarah Situs Biting di Kecamatan Sukodono.

Salah satu perbedaan pemahaman yang cukup mencolok pada pengetahuan warga mengenai Nararya Kirana. Sebelumnya, tidak sedikit yang menganggap salah satu penguasa Juru Lamajang itu perempuan. Padahal, menurut sejumlah sumber sejarah yang akurat, Nararya Kirana itu laki-laki.

DITOTRUNAN, Radar Semeru – Buku yang berjudul Lumajang dari Prakarsa hingga Awal Kemerdekaan memang masih membuka peluang untuk kajian lanjutan. Namun, karya yang dikerjasamakan dengan Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya salah satu perguruan ternama di Jogjakarta itu menggunakan sumber yang komprehensif.

BACA JUGA : Sepak Bola Putri Bondowoso Lawan Bojonegoro, Berikan Bukti Raih Tiga Poin

“Referensi yang kami gunakan adalah majalah dan koran yang terdokumentasikan lengkap dan masih tersimpan arsipnya di Universitas Leiden, Belanda. Serta memadukan dengan bukti-bukti prasasti dan karya ilmiah dari Indonesia yang berkaitan soal Lumajang,” kata Dr Sri Margana, mantan ketua Departemen Sejarah UGM.

Menurutnya, hasil penelitian yang dilakukan bersama empat kawannya menemukan banyak hal baru tentang Lumajang. Termasuk mengonfirmasi ulang pemahaman sejarah yang berkembang di masyarakat. Baik memastikan terdapat sejarah megalitikum di Kecamatan Senduro maupun mengkaji ulang sejarah Situs Biting di Kecamatan Sukodono.

Salah satu perbedaan pemahaman yang cukup mencolok pada pengetahuan warga mengenai Nararya Kirana. Sebelumnya, tidak sedikit yang menganggap salah satu penguasa Juru Lamajang itu perempuan. Padahal, menurut sejumlah sumber sejarah yang akurat, Nararya Kirana itu laki-laki.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/